Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 109 S2


__ADS_3

Anggi menaikan satu alis nya ketika mendengar ocehan dari Fiona. Ingin sekali ia tertawa terbahak-bahak karena kepolosan Fiona. Bisa-bisa Fiona membocorkan hal yang sangat pribadi pada orang lain. Anggi juga merasa tidak perlu mendapatkan cerita itu karena ia sendiri sudah mengalami nya bersama Vano. Walaupun ia tidak merasakan sesakit yang Fiona katakan karena dalam kondisi mabuk.


"Fiona, apa wanita yang bersama mu tadi kakak ipar mu." Anggi mengalihkan arah pembicaraan mereka berdua karena takut nya Fiona berkata yang tidak-tidak lagi.


"Iya kak dia kakak ipar ku, namanya Angel dia sangat cantik, kak Varo saja sampai cinta mati pada nya. Walaupun usia nya masih 18 tahun tetapi pikiran nya sangat dewasa." jelas Fiona.


"Kau benar, ia sangat cantik. Kulit nya sangat bersih dan putih. Sesuai dengan Alvaro yang sangat tampan mereka berdua pasangan yang serasi." kata Anggi.


"Iya kak, sudah ya aku ingin masuk kedalam kamar ada janji yang harus aku tepati." Fiona berlari meninggal kan Anggi.


Sementara itu Alvaro meminta nahkoda kapal untuk menghentikan kapal nya karena ia ingin berenang. Alvaro langsung masuk kedalam laut dan berenang secara bebas, sedangkan Angel hanya bisa memperhatikan suami berenang.


Alvaro bergerak mendekati Angel, ia sangat senang karena bisa berenang di lautan, apalagi di temani dengan istri tercinta nya.



(Alvaro yang sedang Berenang)


Alvaro menarik Angel sampai Angel ikut masuk kedalam laut, untung saja meski tidak terlalu mahir Angel masih bisa berenang. Alvaro menarik pakaian Angel sampai Angel hanya mengenakan pakaian dalam saja


"Sayang, bagaimana mereka semua melihat tubuh ku." ucap Alvaro.


"Mereka sedang sibuk dengan pasangan mereka masing-masing." kata Alvaro yang mulai menelusuri leher Angel.


Angel memejamkan mata nya menikmati juluran lidah Alvaro yang menguasai tubuh nya. Angel semakin menekan kepala Alvaro ia karena sangat menikmati apa yang Alvaro berikan.


"Kita naik, tapi aku mau, kamu yang memimpin pertandingan." kata Alvaro.

__ADS_1


"Tidak aku tidak mau bagaimana aku bisa melakukan nya." tanya Angel.


"Aku akan membimbing mu, jika aku yang memimpin kita akan melakukan seharian penuh sedangkan jika kamu yang memimpin mungkin tidak lama." Alvaro memberikan penawaran.


"Baiklah akan aku coba." kata Angel.


Adit sedang mati-matian merayu Fiona agar bisa bermain dengan nya. Sejak malam pertama mereka saat itu Fiona tidak mau memberikannya jatah lagi dengan alasan masih sakit. Sekarang ia sudah tidak percaya lagi karena sudah lebih dari satu minggu sudah pasti rasa sakit itu sudah hilang.


"Baiklah, tapi tidak lama-lama hanya sebentar, dan pelan-pelan." ucap Fiona.


"Sebentar, kau sedang membuat harimau kelaparan sayang, tidak mungkin sebentar." batin Adit.


Adit yang sudah mendapatkan persetujuan dari Fiona langsung menyerang Fiona tampa henti. Yang membuat Fiona seperti terbang menikmati surga dunia.


Fiona menatap langsung saat Adit memulai nya, walaupun rasa nya cukup sakit Fiona tetap melihat nya sampai kapal itu benar-benar karam.


"Sedikit sakit, tapi tidak papah." jawab Fiona.


"Aaahhh pelan." teriak Fiona.


"Kata mu tidak sakit." Adit menghentikan aksi nya.


"Tapi tidak sekuat itu juga, sadar diri miliki kakak sangat besar bisa masuk aaha syukur." ocehan Fiona.


Anggi yang merasa bosan masuk kedalam kamar. Ntah kenapa ia rindu pada kejahilan dari Vano pada nya.


"Vano kau masih marah pada ku." ucap Anggi yang sengaja membangunkan Vano.

__ADS_1


Vano yang masih tertidur dengan pulas sama sekali tidak menanggapi Anggi. Vano terbangun dari tidur nya saat merasakan ada sesuatu yang bermain di punggung nya.


"Anggi hentikan aku sedang tidur." kata Vano.


"Bangun lah, kau masih marah pada ku." ucap Anggi.


"Tidak aku masih mengantuk." jawab Vano.


"Kenapa kapal ini berhenti bergerak." ucap Vano dan melepaskan baju nya.


"Vano apa kau tidak tau malu, aku ada di sini." ujar Anggi.


"Kau sudah pernah merasakan semua nya." ucap Vano dengan masih memejamkan mata nya.


Anggi menelan air liur nya secara kasar. Anggi wanita normal yang merasa terangsang jika melihat sesuatu yang menggoda nya. Tubuh Vano yang kekar dengan bulu halus membuat tubuh Anggi terasa panas. Tangannya sudah gatal ingin menyentuh tubuh Vano.


Vano melirik ke arah Anggi, ia tersenyum saat melihat perubahan di wajah Anggi. Bahkan ia melihat Anggi curi-curi pandang pada tubuh nya.


Vano menarik tangan Anggi dan mendekap nya dengan tubuh kekar nya. Sampai-sampai Anggi gelagapan karena terkejut.


"Kau merasa ingin menyentuh nya kan." Vano meletakkan tangan Anggi di dada bilang nya.


Mata Anggi terbelalak saat menyentuh dada Vano yang terasah sangat keras. Bulu harus yang berada di situ menambah kesan seksi dan menarik bagi Anggi.


"Vano, aku..


"Aku apa, aku ingin menyerahkan diri mu lagi pada ku." tanya Vano.

__ADS_1


"Tidak van, aku tidak akan pernah melakukan nya lagi." kata Anggi dengan sangat jelas.


__ADS_2