Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 256 S4


__ADS_3

"Sayang anak mu ini kenapa si, dia kenapa selalu menangis," kata Sonia.


Kenzo berusaha menenangkan putri nya, tetapi queen masih juga tidak berhenti menangis, Sonia juga sudah memberikan nya susu hal itu tidak membuat anak bungsu mereka berhenti menangis.


"Aku akan membawa nya keluar," kata Kenzo.


Kenzo membawa Queen keluar dari dalam kamar, ia berharap putri nya ini bisa berhenti menangis, jika terus menangis di dalam kamar akan memicu anak yang lainnya menangis juga.


"Cup cup cup sayang, sudah jangan menangis begini, kamu membuat daddy takut," kata Kenzo.


Saat sedang berada di taman, Kenzo melihat mobil masuk ke dalam halaman rumah nya. Ia terkejut melihat kakek nya turun dari dalam mobil.


"Kakek," ucap Kenzo.


Alvaro mendengar suara tangisan seorang bayi, dengan cepat kepala nya bergerak menatap ke arah Kenzo. Alvaro yang melihat Kenzo dan anak nya langsung berjalan mendekati mereka berdua.


"Kenzo kenapa dengan anak mu." Alvaro langsung mengambil Queen dari gendongan Kenzo.


"Bayi manis, cantik jangan menangis seperti ini." Alvaro membawa Queen menjauh dari sana.


Kenzo berharap dengan pengalaman Alvaro yang jauh lebih banyak dari nya bisa membuat anak nya berhenti menangis. Tak lama Alvaro kembali datang, ia sudah menidurkan anak nya, hal itu membuat Kenzo merasa tenang.

__ADS_1


"Mungkin dia tau jika kakek mau datang, jadi dia menangis dan diam di gendongan kakek," kata Kenzo.


"Hahaha mungkin saja, mana yang empat lainnya, aku ingin melihat cicit ku," ucap Alvaro.


Alvaro dan Kenzo masuk ke dalam rumah. Mereka berdua langsung naik ke lantai atas, Alvaro sudah tidak sabar melihat ke empat anak Kenzo lainnya.


"Wah mereka benar-benar sangat tampan," kata Alvaro.


"Sama seperti daddy nya," ucap Alvaro.


Sebelum menggendong mereka, Alvaro melihat wajah mereka satu persatu, ia juga melihat nama mereka agar saat meletakkan nya nanti tidak tertukar.


"Ah kakek bisa saja, istri ku tidak pernah mengeluh akan hal itu," ucap Kenzo.


"Hahaha sayang sebenarnya dulu saat aku baru masuk ke dalam keluarga ini aku sering salah orang, tetapi karena kamu lebih banyak bulu aku tidak pernah salah orang lagi," kata Sonia.


"Hahaha iya Sonia benar, untung saja gaya dan selera kelian berbeda, kalau sama sudah aku tidak mungkin bisa membedakan kalian berdua," ucap Alvaro.


"Ini favorit ku, mata nya sangat indah," kata Alvaro sambil menggendong Harry.


"Iya kek, mata biru nya dari mana ya," ucap Kenzo.

__ADS_1


"Dari kakek kakek kakek kita sebelum nya. Kau lihat mata ku, bukan nya sedikit ke arah biru," kata Alvaro.


"Oh iya aku baru sadar, aku tidak pernah tau jika mata kakek agar ke biru," ucap Kenzo.


"Ok fiks dia kesayangan ku," kata Alvaro.


"Kakek jangan begitu, yang lainnya pasti nanti iri."


"Hahaha tidak tidak aku bercanda, kalian semua kesayangan ku," kata Alvaro.


Alvaro terlihat sangat senang bermain dengan para cicit nya. Anak-anak dari Kenzo memang tidak ada yang mengecewakan, bagaimana tidak mereka semua berasal dari bibit yang sangat unggul.


Kenzi dan Rakha sudah kembali ke rumah. Rakha masih terlihat sangat kesal pada Kenzi, karena Kenzi ia bertemu kembali dengan Alice.


"Perut nya Alice sudah besar ya," kata Kenzi.


"Jangan membahas nya, aku rasa kandungannya sudah masuk ke 4 bulan lebih," ucap Rakha.


"Iya mungkin saja, kau hebat ya. Istri dan mantan istri mu hamil bersamaan," kata Kenzi.


"Bukan nya sombong, Rakha ni bos senggol dong," ucap Rakha.

__ADS_1


__ADS_2