Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 221 S3


__ADS_3

Mereka bertiga membawa Candra pergi dari markas itu, sebelum pergi Candra di minta Verrel untuk mengganti pakaian dan membersihkan diri terlebih dahulu, agar mereka tidak malu membawa Candra.


"Rumah ini." Ucap Candra.


"Kau kenal dengan rumah ini." Tanya Rizky.


"Tempat kalian mengadakan pesta." Jawab Candra.


"Aku sudah memaafkan mu, jangan mengungkit tentang pesta itu." Ucap Dylan.


"Begini, kau kamu bawa ke sini karena kami ingin melihat apa kau benar-benar sudah berubah atau belum. Jika kami membiarkan kau pergi begitu saja dan kau berbuat buruk lagi percuma kami memaafkan mu." Kata Verrel.


"Tidak usah takut, mereka hanya menggertak mu, hanya satu orang yang kau takuti Alvaro, dia sangat membenci mu." Ucap Rizky.


Mau tidak mau Candra harus tinggal bersama Verrel dan yang lainnya. Candra di bawa masuk ke dalam kamar dan langsung mendapatkan pengobatan untuk luka yang baru ia dapat kan. Setelah dokter selesai mengobati luka Candra hanya Rizky yang ada di dalam sana. Verrel dan Dylan mengintip dari balik pintu, karena mereka penasaran dan takut jika Rizky dan Candra bermain pedang.


"Kau benar-benar memaafkan ku." Tanya Candra.


"Memaafkan mu hal yang sulit tapi akan ku coba. Aku tidak ingin mendengar alasan apapun dari mu lagi, lupakan wanita itu dan cari wanita baru yang bisa membimbing mu menjadi pria yang lebih baik." Jawab Rizky.


"Akan ku coba."


"Kau coba kata mu, itu jawaban yang salah. Akan ku lakukan." Ucap Rizky.


"Kenapa kau begitu keras dengan kakak mu sendiri." Kata Candra.


"Kakak ku, tidak sekarang aku kakak mu dan tidak ada penolakan."


"Ya ya ya, kau segala nya." Ucap Candra.


"Ini baru Candra yang ku kenal, aku yakin kau benar-benar berubah. Untuk Verrel dan Dylan jangan takut dengan mereka, mereka hanya bayi pengecut." Kata Rizky.


"Ehemmm." Verrel dan Dylan langsung keluar dari persembunyian mereka.

__ADS_1


"Sejak kapan kalian ada di sana." Tanya Rizky.


"Sejak, kau mengatakan kami bayi pengecut." Jawab Verrel dan langsung mengunci Rizky dengan tangannya.


"Aku tidak mengatakan itu aahhhh sakit Verrel."


"Candra apa yang dia katakan tadi." Tanya Dylan.


"Dia bilang, jangan takut dengan Verrel dan Dylan mereka hanya bayi pengecut." Kawan Candra sambil menirukan gaya bicara Rizky.


"Kembaran tidak guna, kenapa kau mengatakan hal sebenarnya." Ucap Rizky.


"Kau ya, pukul dia Dylan. Tunjukan kita bukan bayi pengecut." Kata Verrel.


Candra tertawa melihat tingkah laku mereka bertiga, ini pertama kali nya ia melihat persahabatan yang sangat dekat sekali. Bahkan diri nya yang saudara kembar Rizky tidak pernah sedekat itu dengan Rizky.


"Kenapa mereka membawa pedang itu kesini." Ucap Adit.


"Pedang siapa." Tanya Vano.


"Oh begini, mereka hanya ingin melihat Candra benar-benar berubah tidak, nanti setelah mereka bertiga keluar kita ospek dia." Ucap Vano.


"Aku setuju, kita buat dia tau jika berurusan dengan keluarga Efron adalah hal yang salah." Kata Adit.


"Aaaakkkk." Teriak Lia sambil berlari ke ruang keluarga.


"Sayang kenapa ada apa." Tanya Dylan.


"Sayang lihat ini." Lia memperlihatkan tes pack ke arah Dylan.


"Apa itu dua garis merah." Tanya Dylan.


"Dylan istri mu hamil." Ujar Anggi.

__ADS_1


"Aaaakkkkk, hamil." Dylan lemas seketika.


"Eh kenapa dengan nya." Ucap Rizky.


Verrel dan Rizky langsung membantu Dylan masuk ke dalam kamar.


"Eh kenapa dengan mu." Verrel menampar-nampar wajah Dylan.


"Aaaakkkkk istri ku hamil." Teriak Dylan.


"Ya terus kenapa kau lemas seperti itu." Tanya Rizky.


"Aku belum mendapatkan jatah." Rengek Dylan.


"Cih kurang ngajar." Verrel langsung meninggal kan kamar Dylan.


"Aku kira apaan, kau gila." Rizky juga melakukan hal yang sama.


"Sayang kamu hamil, aku belum mendapatkan jatah." Rengek Dylan.


"Sayang, aku hamil kamu tidak senang." Tanya Lia.


"Senang, aku sangat senang tapi jatah ku bagaimana." Tanya Dylan.


"Kamu akan mendapatkan jatah ketika kandungan ku sudah kuat." Jawab Lia.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih telah mau mengandung anak ku." Dylan memeluk Lia dengan erat.


"Maaf." Ucap Akifa.


"Untuk apa sayang." Tanya Verrel.


"Aku belum bisa memberikan mu anak." Jawab Akifa.

__ADS_1


"Tidak perlu meminta maaf sayang, kamu tidak salah. Bukan nya awal nya kita menunda nya, itu hal yang wajar." Verrel memeluk Akifa.


__ADS_2