
"Maafkan aku, seharusnya aku sudah hamil, kamu sudah cukup lama melepas pengaman bukan." Akifa memeluk Verrel.
"Sayang, kamu tidak salah. Malahan aku yang salah, aku yang menunda nya, jika aku tidak menunda nya pasti kamu sudah hamil. Tidak papa, jika dalam 3 bulan terakhir kamu belum hamil kita akan melakukan program." Verrel memeluk istri nya dengan erat.
"Sayang Lia sudah hamil, apa kamu sudah hamil juga." Tanya Rizky.
"Belum sayang, beberapa hari lalu aku baru saja selesai datang bulan." Jawab Alana.
"Berarti ini masa subur mu dong, kita tidak boleh menyianyiakan nya sayang, kita harus menggempur nya." Ucap Rizky.
"Sayang, kenapa kamu sangat suka melakukan nya, padahal aku sangat lelah melayani mu setiap hari." Tanya Alana.
"Semua laki-laki pasti menyukai nya sayang, tidak ada yang tidak suka. Kamu milih aku bersama wanita lain atau diri mu, laki-laki harus mempunyai tempat untuk melampiaskan hasrat nya." Jawab Rizky.
"Ya jelas bersama ku, ini milik ku." Ucap Alana.
"Sudah kamu istirahat lah, Verrel dan Dylan sudah menunggu ku, kami ingin membuktikan jika Candra benar-benar sudah normal atau belum." Ucap Rizky.
"Jangan lama-lama aku menginginkan mu." Alana mengecup bibir Rizky.
Rizky berjalan menuju markas mereka bertiga tempat dimana mereka bertiga sering berkumpul.
"Kau lama sekali." Ucap Dylan.
"Maaf, apa kalian sudah menemukan wanita nya." Tanya Rizky.
"Orang suruhan ku sudah membawa wanita itu ke dalam kamar Candra, aku tidak mau melihat wajah wanita itu, aku sangat tidak suka melihat jalang." Jawab Verrel.
"Aku melihat nya, dia berbeda. Dia sangat cantik." Ucap Dylan.
__ADS_1
"Sudah ayo kita lihat, apa Candra akan mengabaikan nya atau menerkam nya." Kata Rizky.
"Rizky." Ucap Candra yang mengira orang yang mendekati nya adalah Rizky.
"Maaf saya bukan Rizky." Kata Desy wanita yang di maksud Verrel dan Dylan.
"Desy." Ucap Candra saat melihat wajah wanita itu.
"Candra." Desy langsung memeluk Candra.
"Aku sangat bersyukur pria yang harus aku layani kamu." Ucap Desy sambil memeluk Candra dengan erat.
"Kamu mau melayani ku, maksud mu bagaimana." Tanya Candra.
"Aku di jual oleh papah ku sebuah bar, dan ada yang membeli ku dan aku harus melayani seseorang, orang itu kamu." Jawab Desy.
"Tapi aku orang yang merusak mu dulu, kamu tidak marah pada ku." Tanya Candra.
"Ini pasti ulah mereka, mereka ingin mengetes ku norma atau tidak." Batin Candra.
"Kamu tidak perlu, melakukan itu. Kita hanya perlu berciuman dan sedikit melakukan hal lebih." Ucap Candra.
"Tapi mereka sudah membeli ku, dengan melayani mu aku dapat bebas." Kata Desy.
"Tidak papa, kamu tetap akan bebas, jika kamu bebas kamu mau kemana." Tanya Candra.
"Pergi ke tempat yang sangat jauh, benar-benar jauh dari kota ini." Jawab Desy.
"Bisa kita pergi bersama, aku juga ingin pergi dari kota ini, aku ingin memulai hidup yang baru." Kata Candra.
__ADS_1
"Maksud mu kau ingin pergi bersama ku." Tanya Desy.
"Kita sudah saling kenal, aku ingin ikut dengan mu, kamu pergi sendiri bukan? aku akan menemani mu." Jawab Candra.
Candra mulai mendekati bibir Desy dan mencium nya, ini bukan pertama kali nya mereka berdua berciuman dulu mereka berdua sempat dekat, dan Candra yang merusak Desy karena sebuah tantangan.
"Sudah ini sudah cukup membuktikan semua nya." Ucap Verrel dan memilih pergi dari tempat pengintipan.
"Iya aku tidak sanggup melihat nya." Kata Rizky dan ikut pergi tak lama Dylan juga melakukan hal yang sama.
Candra memberikan tanda kepemilikan di leher Desy setelah itu ia bangkit dan berjalan mendekati pintu.
"Sudah tidak ada." Ucap Candra yang sadar jika Rizky dan yang lain nya suka mengintip di balik pintu kamar nya.
"Sudah aman." Candra mengunci pintu itu dan kembali mendekati Desy.
"Sudah kita tidak perlu melakukan nya." Ucap Candra.
"Terimakasih Candra." Desy kembali memeluk erat Candra.
"Kenapa orang tua mu sangat jahat, mereka menjual kamu." Tanya Candra.
"Mereka dari dulu memang sangat jahat pada ku, ayah ku sering mencabuli ku." Desy menundukkan kepala nya sambil menahan tangis nya.
"Apa, itu sangat keterlaluan."
"Apalagi saat tau aku bukan seorang gadis."
"Itu karena aku. Maaf Desy." Candra mengusap rambut Desy.
__ADS_1
"Tidak papa, aku lebih ikhlas memberikan nya pada orang lain di banding kan pada ayah ku sendiri."