
"Aaaakkkk." teriak jihan saat menabrak kevin, karena handuk yang menutupi tubuh nya terjatuh di lantai.
Kevin mendekap mulut jihan dan langsung menarik jihan masuk kedalam kamar, bahaya jika orang melihat mereka berdua. Apalagi dengan kondisi jihan yang tanpa mengenakan sehelai benang pun.
Nafas mereka berdua tampak terenga-enga dengan tangan kevin berada di tubuh mulus jihan, Mata mereka berdua saling menatap satu sama lainnya, perlahan kevin mendekati tubuh jihan dan jihan perlahan melangkah mundur ke belakang, sampai tubuh jihan menyentuh tembok.
Ntah keberanian dari mana kevin berani mendekati wajah jihan yang masih basah, pandangan mereka berdua saling bertemu dan saling menatap satu dengan lainnya.
Jihan memalingkan wajah nya ke arah samping tapi sebelum itu terjadi kevin sudah menyambar bibir jihan yang membuat jihan terkejut karena ini adalah ciuman pertama nya. Saat jihan ingin berbicara itu menjadi kesempatan manis untuk kevin agar ia bisa memperdalam ciuman itu.
Awal nya jihan tidak merespons ciuman itu tetapi karena ia merasakan sensasi yang sebelumnya belum pernah ia rasakan jihan mulai mengalungkan tangan nya keatas leher kevin dan membalas ciuman panas itu.
__ADS_1
Skip..🤤
Jihan tanpa menangis di atas ranjang sambil menutup mata nya, hidup nya saat ini benar-benar sudah hancur di usia nya yang masi mudah ia sudah kehilangan sesuatu yang selama ini di jaga nya. Kevin yang melihat jihan menangis menarik tubuh nya dan memeluk nya dengan erat, tubuh jihan yang terbilang kecil membuat kevin mudah mendekap tubuh jihan di dalam pelukan nya.
Jihan memukul-mukul tubuh kevin dengan tangan nya, tubuh yang telah menghancurkan hidup nya seketika.
"Aku akan bertanggung Jawab." ucap kevin sambil mengecup rambut jihan.
Jihan sedikit merasa tenang saat kevin mau bertanggung jawab, karena yang ia perlukan saat ini adalah pertanggung jawaban dari kevin, jika Sewaktu-waktu diri nya hamil.
"Air nya tidak keluar, seperti nya rusak." ucap jihan yang melihat kevin yang kebingungan.
__ADS_1
Mata jihan tertuju pada tubuh kekar kevin yang tanpa mengenakan sehelai benang pun, tubuh yang membuat nya tidak bisa melakukan apapun saat berada di dalam dekapan nya.
Kevin kembali menggendong tubuh jihan, ia meletakkan jihan ke atas ranjang dan menyuruh jihan untuk memakai pakaian nya, karena ia akan membawa jihan pergi ke apartemen nya, menurut nya itu lebih aman jika jihan berada di sini, bisa-bisa alex curiga dengan cara berjalan jihan yang sudah pasti berubah.
Mereka berdua masuk kedalam mobil dan langsung menuju ke apartemen kevin, sebelum itu jihan sudah mengirim pesan ke alex dan Abraham kalau ia akan keluar kota bersama teman-teman nya.
Kevin yang melihat jihan yang tampak diam dan murung semakin merasa sangat bersalah, ia menggenggam tangan jihan untuk menunjukkan kalau ia akan selalu berada di sisi nya.
Sesampainya di apartemen kevin kembali menggendong jihan masuk kedalam apartemen nya, awalnya jihan menolak nya tetapi kevin tidak menerima penolakan dari jihan.
"Mandi lah." ucap kevin yang menurunkan jihan di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Terimakasih." ucap jihan sambil masuk kedalam kamar mandi.
Kevin menghempas tubuh nya dengan kasar keatas kasur, ia memijat Kepala nya sambil berfikir bagaimana cara menghadapi alex jika tau ia merusak adil kesayangan itu. Sudah dapat di pastikan kevin dapat hancur seketika. Di sisi lain kevin tersenyum saat mengingat momen tadi, momen yang sangat luas biasa menurut nya, ia masih bisa mengingat jelas bagaimana ekspresi jihan saat ia berhasil membobol pertahanan yang sangat sulit itu