
"Kau gila, pergi sana," ucap Alvaro.
"Bagaimana aku bisa pergi aku di kunci oleh kaki mu," kata Verrel
"Sudah sana pergi, jangan ganggu aku dan bunda mu," ucap Alvaro yang melepaskan Verrel.
"Oh tidak mungkin, aku tidak akan membiarkan mu," Verrel memeluk Angel dengan sangat erat.
Alvaro semakin terbakar api cemburu saat Verrel memeluk istri nya, tangan nya langsung berusaha melepaskan pelukan itu.
"Verrel lepas, aku tidak akan membuat adik untuk mu, sudah sana pergi," ucap Alvaro.
"Tidak mau, aku sangat merindukan bunda ku, sudah biarkan aku memeluk nya," kata Verrel.
Alvaro menghela nafas panjang, percuma saja ia berusaha melepaskan pelukan itu, Verrel sama sekali tidak mau melepaskan nya.
"Sudahlah, aku mau tidur," ucap Alvaro.
"Kau marah yah, hahaha kau mau aku peluk juga." Verrel melepaskan pelukan nya dan berniat untuk menggoda ayah nya.
"Sudah kalian jangan bertengkar lagi, sudah tidur lah sudah malam," kata Angel.
Angel memejamkan mata nya sambil memeluk Verrel, Verrel sangat senang mendapatkan pelukan hangat dari bunda nya, tangan nya bergerak menarik ayah nya agar ayah nya juga memeluk nya.
__ADS_1
"Iya ya aku tau maksud mu," ucap Alvaro.
"Aku sangat menyayangi kalian berdua," kata Verrel yang mendapatkan pelukan dari kedua ayah nya.
"Sudah anak ku nanti bangun, kalian tidur lah, jangan bergadang, bunda jika ayah berulah lagi jangan lupa laporkan pada ku," ucap Verrel.
Verrel pergi meninggalkan kamar kedua orang tua nya, setelah Verrel pergi Alvaro tersenyum puas dan langsung naik ke atas tubuh Angel.
"Kamu pikir bisa lepas dari ku sayang, hahaha anak pengganggu itu sudah pergi," kata Alvaro dan langsung menyantap makan malam nya.
Verrel berjalan masuk ke dalam kamar nya, ia melihat si kembar masih tertidur dengan sangat lelap nya, Ia mengecup ke dua dahi anak nya sebelum ikut tidur bersama Akifa.
"Sayang merembes," ucap Verrel.
"Ini milik kamu merembes, apa si kembar belum minum," tanya Verrel.
"Sudah sebelum tidur tadi, ntah kenapa produksi asi ku cepat sekali," jawab Akifa.
"Aku harus membuang nya, bisa basah baju ku," ucap Akifa.
"Untuk apa kamu buang jika ada penampung nya di sini, hahaha malam ini aku puas," kata Verrel.
"Oh bayi besar ingin minum susu lagi, ya ampun kenapa suami ku tidak pernah berubah," ucap Akifa.
__ADS_1
Pagi hari nya, Verrel sedang membantu Akifa memandikan si kembar, mereka berdua benar-benar merawat Kenzo dan Kenzi secara mandiri, walaupun sangat merepotkan Verrel dan Akifa sama sekali tidak merasa terbebani akan hal itu. Malahan Verrel sangat senang karena menambah pengalaman baru untuk nya, apalagi terkadang ia mendapatkan jatah sisa dari ke dua anak nya.
Setelah selesai Verrel keluar dari kamar untuk mengambil sarapan untuk Akifa makan, pelayan sudah menyiapkan makanan sehat yang memang menjadi makanan Akifa sehari-hari selama hamil. Verrel pernah membaca jika rasa air asi sangat berpengaruh dari makanan yang seorang ibu makan, itu sebabnya air asi milik Akifa sangat enak menurut Verrel karena makanan yang Akifa makan benar-benar menyehatkan.
"Kamu tidak makan sayang," tanya Akifa.
"Nanti setelah aku memandikan kamu, menundukkan anak kita baru lah aku akan sarapan," jawab Verrel.
"Wah aku sangat beruntung memiliki hot daddy seperti mu, aku yakin anak kita sangat bangga pada daddy nya," ucap Akifa yang membuat kuping Verrel naik seketika.
"Apakah itu benar sayang, kamu tidak berbohong kan," tanya Verrel.
"Tentu tidak apalagi saat mereka tau kalau daddy nya juga membantu menghabiskan asi mereka," jawab Akifa.
"Hehehe kamu menyindir aku kan, kamu benar-benar ya, tapi tidak papa karena memang itu adalah kenyataan," kata Verrel.
"Ayo makan bersama ku, aku tidak habis," ucap Akifa.
"Suapi aku tapi dari bibir mu," kata Verrel.
"Bagaimana bisa, jangan aneh-aneh," ucap Akifa.
Verrel mendekati Akifa, ia meletakkan makanan yang Akifa makan ke atas ranjang lalu Verrel mulai mencium bibir mereka. Mereka berdua larut dalam ciuman itu, sampai-sampai mereka berdua tidak sadar jika bayi mereka sudah di bawa pergi oleh Alvaro.
__ADS_1
"Enak saja cucu ku di cuekin," ucap Alvaro.