
Semua orang bekerja keras untuk cucu pertama dari generasi ke 4, mereka semua sama sekali tidak merasa keberatan untuk melakukan hal itu. Rasa kekeluargaan di keluarga ini memang sangat besar, hal itu selalu mereka jaga sampai kapan pun itu.
"Ahkhkk aku lelah," ucap Rakha.
"Kau pikir kau saja, sudah ayo hanya satu barang lagi," kata Axel.
"Iya iya demi 5 anak kucing ku," ucap Rakha.
Karena para istri mereka berdua sedang hamil. Mereka tidak memperbolehkan para istri mondar-mandir mencari barang yang di butuhkan. Vivi dan Wilda di beri tugas mencari barang-barang kecil seperti popok bayi di sebuah toko.
Setelah mendapatkan semua barang yang mereka mau. Mereka langsung menyusul para istri, para istri juga sudah selesai dan sedang bersantai di restoran dekat toko.
"Itu mereka, bagus lah mereka tidak banyak bergerak," kata Rakha.
"Ayo kita makan sebentar, setelah itu baru kita pulang," ucap Axel.
Satu persatu barang yang mereka beli di antar pihak toko ke rumah. Sekarang tugas Axel dan Kenzi untuk membantu petugas mengangkat barang itu dari halaman sampai ke lantai paling atas.
"Ahkkkk aku menyesal membeli rumah sebesar ini," kata Kenzi.
"Hahaha aku ingin naik lift saja," ucap Vero.
"Terus yang membantu kami siapa, jangan aneh-aneh paman," kata Kenzi.
Waktu terus berlalu Kenzi dan Vero dengan semangat melakukan tugas mereka, istri mereka di dalam kamar bayi juga menyusun barang-barang kecil yang para suami bawa.
Semuanya selesai pada Sore hari, kamar yang awak nya kosong dan kurang barang-barang bayi, sekarang sudah lebih penuh dan ramai, banyak hiasan dan mainan bayi yang membuat kamar ini lebih indah. Mereka semua sangat puas dengan hasil dari kerja keras yang mereka lakukan.
__ADS_1
"Akhirnya selesai aku sangat bangga," kata Rakha.
"Iya Rakha kerja keras kita tidak sia-sia," ucap Axel.
"Hanya ada satu hal yang kurang," kata Vero.
"Apa Paman," tanya Kenzi.
"Nama, ya kali ada papan nama tidak ada nama nya," jawab Vero.
"Itu urusan ku nanti, Terima kasih untuk semua nya, untuk paman, untuk Kenzi, untuk Axel, untuk Rakha dan untuk para istri kalian. Aku sangat bersyukur memiliki sepupu dan saudara kandung seperti kalian semua," ucap Kenzo.
"Iya Kenzo, yang terpenting kami bisa membantu merawat anak itu, ahkkk aku tidak sabar," kata Rakha.
"Tenang saja, kalian mendapatkan bagian masing-masing. Kenzi nanti temani aku ya," ucap Kenzo.
"Pukul 7 malam, dan untuk yang lainnya stanby handphone ya, mana tau aku memerlukan bantuan kalian," jawab Kenzo.
"Saat ini masih jam 3, masih ada waktu untuk beristirahat," kata Kenzi.
Mereka semua kembali masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat. Begitu pula Kenzo yang juga kembali ke lantai dasar untuk melihat istri nya yang sebenarnya baru saja ia tinggalkan.
"Ahhhkkhh," teriak Sonia.
Tiba-tiba Sonia merasakan rasa mules dan aneh pada perutnya. Rasa nya tidak konsisten kadang terasa sangat sakit, terkadang juga tidak terlalu sakit. Tetapi hal itu membuat Sonia panik, ia takut terjadi apa-apa pada anak nya.
"Sayang, mas," teriak Sonia.
__ADS_1
Kenzo dan Kenzi yang mendengar hal itu langsung berlari ke kamar. Hal yang Kenzo takutkan pun terjadi, belum sampai di jam yang ia tentukan Sonia sudah merasakan rasa sakit di perut nya.
"Sayang kamu kenapa," tanya Kenzo.
Pertanyaan itu sedikit membuat Sonia kesal, sudah tau ia sedang hamil sudah pasti perut nya yang terasa sakit dan tangan nya pun sedang memegang perut nya. Masih bisa-bisa nya Kenzo bertanya seperti itu.
"Perut ku," teriak Sonia.
Kenzi sudah tau apa yang harus di siapkan, ia berlari ke garasi untuk menyiapkan mobil. Sedangkan Kenzo menggendong Sonia sambil membawa tas kecil berisi hal-hal penting untuk di rumah sakit nanti.
Sesampainya di rumah sakit Sonia langsung di lari kan ke dokter yang memang khusus menangani Sonia. Dokter yang sama pada saat Kenzo dan Kenzi lahir dulu, Dokter memeriksa semuanya, hal yang takutkan juga terjadi bayi terlalu cepat ingin keluar.
Tetapi ada kabar yang baik juga, Dokter melihat Sonia bisa melahirkan secara normal. Semua nya sangat baik juga, Sonia tipe wanita yang mudah melahirkan secara normal, meskipun begitu Dokter harus bertanya pada Kenzo terlebih dahulu, semua keputusan ada di tangan Kenzo.
"Bagaimana dok," tanya Kenzo.
"Sebenarnya istri anda bisa melahirkan secara normal," jawab Dokter.
"Saya ingin melahirkan secara normal dok," ujar Sonia.
"Tidak dok, operasi secar saja, aku tidak mengambil resiko yang lebih tinggi. Jika satu dua bayi bisa saja, ini 5 bayi bukan nya akan memerlukan tenaga yang besar," kata Kenzo.
"Anda benar, pasti memerlukan tenaga yang lebih besar. Kalau begitu saya akan mempersiapkan semua nya, tidak sampai malam kita sudah melakukan operasi," ucap Dokter.
"Sayang aku mau melahirkan normal," rengek Sonia.
"Tidak sayang, aku tidak bisa mengizinkan mu. Pertama ini belum sampai ke 9 bulan usia kandungan kamu, bayi itu lahir lebih cepat beberapa minggu. Ke dua kamu mengandung 5 anak sekaligus, mungkin satu atau dua anai bisa kamu melahirkan normal, tapi untuk 5 anak itu sangat berat. Nanti kalau kamu ingin melahirkan normal kiya buat lagi ya," ucap Kenzo.
__ADS_1