Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 151 S4


__ADS_3

"Nadya kau tidak ke mall," tanya Aldy.


"Tumben ayah meminta ku untuk ke mall," jawab Nadya.


"Nanti malam kau akan pergi dengan ayah, apa kau lupa kita akan ke rumah keluarga Efron untuk bertemu dengan calon suami mu," ucap Aldy.


"Pantas saja ayah meminta ku ke mall ada mau mau nya, ya sudah mana uang untuk aku belanja dan perawatan," kata Nadya.


"Nanti ayah transfer, yang terpenting untuk saat ini kau mempercantik diri mu, jangan sampai calon suami mu memilih gadis lain," ucap Aldy.


"Iya iya." Nadya mengambil kesempatan ini untuk bertemu dengan Rian, ia yakin Rian sudah ada du kota saat ini.


"Iya sayang, aku sedang ada di cafe," ucap Rian.


"Oh di cafe itu, iya iya aku tau. Aku ke sana ya, tamani aku belanja dan perawatan," kata Nadya.


"Kamu bisa keluar rumah, tidak kena marah oleh ayah mu," tanya Rian.


"Iya aku bisa keluar, aku ke sana sekarang, see you," ucap Nadya dan langsung mematikan sambungan telepon itu.


Rian hanya tersenyum setelah Nadya memutuskan sambungan telepon nya. Ia tersenyum bukan karena ia senang tetapi karena hari ini hari terakhir mereka untuk berpacaran, bisa jadi untuk bertemu,tidak mungkin mereka bertemu setelah memiliki pasangan.


Setelah beberapa jam menunggu akhirnya Nadya sampai di cafe milik Rian. Nadya melihat Rian sedang duduk di salah satu kursi pengunjung, ia bisa melihat dari raut wajah Rian Nadya bisa menebak jika Rian sedang banyak pikiran.


"Sayang," ucap Nadya.


"Eh kamu sudah datang, maaf aku tidak memperhatikan mu," kata Rian.


"Kamu kenapa, apa ada masalah," tanya Nadya.


"Tidak ada sayang, sudah ayo kita pergi, aku tidak bisa lama-lama nanti malam aku harus pergi," jawab Rian.


"Iya aku juga tidak bisa berlama-lama," kata Nadya.


"Vivi kakak berangkat, jaga cafe dengan baik," teriak Rian agar Vivi mendengar suara nya.


"Iya kak, aku sedang mencuci piring," saut Vivi.


Rian membawa Nadya ke mall terdekat dari cafe nya, jika mall yang terletak nya lebih jauh takut kehabisan waktu di jalan.


"Apa aku harus mengatakan masalah ini sekarang, tidak nanti saja. Maafkan aku sayang, hubungan kita memang sudah tidak bisa di teruskan," batin Nadya.


"Sayang nanti setelah ini aku ingin membicarakan hal yang penting," ucap Nadya.


"Aku juga, ada beberapa hal penting yang ingin aku sampai kan," kata Rian


Sesampainya di mall, mereka berdua langsung masuk ke dalam butik. Nadya memilih dress untuk ia kenakan nanti malam sedangkan Rian memilih kemeja yang juga ia kenakan untuk nanti malam.


"Kamu membeli kemeja juga tumben sekali," tanya Nadya.


"Untuk acara nanti makan, tolong pilihkan aku kemeja yang cocok untuk ku," jawab Rian.

__ADS_1


"Kamu bilang kamu suka warna merah, ini ada yang berwarna merah," kata Nadya.


"Itu bukan warna kesukaan ku, tapi itu warna kesukaan mantan istri ku, dia sangat senang aku memakai pakaian berwarna merah," batin Rian.


"Iya sayang, bagaimana apa aku cocok memakai baju ini," tanya Rian.


"Sangat cocok sekali, kamu sangat tampan," jawab Nadya.


Nadya kembali mencari dress yang masih belum ia dapatkan. Ntah kenapa Nadya ingin membeli dress dengan warna yang berlawanan dengan milik Rian. Rian sudah biasa jika wanita berbelanja pasti sangat lama, untuk mengusir rasa bosan nya, ia memilih snickers yang juga terdapat di butik itu.


"Maaf," ucap Zayn.


"Kau mau mengambil nya, ambil lah," kata Rian.


"Tidak kau saja, aku tidak mencari yang lain," ucap Zayn.


"Aku hanya ingin melihat nya dulu, mungkin kau yang sudah pasti membeli nya," kata Rian.


"Oh begitu, ya sudah aku ambil ya." Zayn mengambil snickers itu karena ia memang sangat suka.


"Maaf aku seperti mengenal mu, aku seperti pernah melihat wajah mu," kata Zayn.


"Maaf mungkin hanya kebetulan, aku tidak pernah melihat mu," kata Rian.


"Ini aku mengingat nya, kau pria yang bersama dengan istri nya Kenzi, yang Kenzi menangis saat video call dengan istri nya," kata Zayn.


"Kau mengenal Kenzi, ya aku yang bersama istri nya waktu itu."


"Sayang ayo aku sudah selesai," ucap Nadya dari kejauhan.


"Pacar ku sudah selesai, aku permisi," kata Rian.


"Iya," ucap Zayn.


Setelah selesai membeli pakaian Rian mengantarkan Nadya ke salon perawatan. Karena Rian malas menunggu Nadya di salon, Rian memilih berjalan menuju tokoh perhiasan wanita. Ntah apa tujuan nya ke tokoh itu, ia hanya mengikuti apa yang terfikir di otak nya saat ini.


"Ada yang bisa saya bantu mas," tanya pelayan tokoh.


"Saya ingin melihat-lihat dulu," jawab Rian.


"Oh begitu mas, jika ada yang bisa saya bantu, tanyakan saja," kata pelayan toko.


Mata Rian melihat satu persatu perhiasan yang tersusun sangat rapi, dulu saat masih sedang bersama istri nya, Rian belum semampu saat ini, untuk membelikan perhiasan istri nya saja Rian belum mampu. Ia bisa sampai seorang ini karena Verrel yang membantu nya.


"Mbak saya ingin melihat cincin ini," ucap Rian.


"Ini mas," tanya pelayan tokoh.


"Apa ada kalung nya," tanya Rian.


"Kekuatan ada mas, malahan satu paket kalung, anting dan gelang."

__ADS_1


"Jika satu paket berapa mbak," tanya Rian.


"Tunggu sebentar, hmmm harga nya 150 juta mas," jawab pelayan tokoh.


"150 juta, gaji ku selama 3 bulan bekerja, apa aku gunakan gaji ku dari aku melayani Karla," batin Rian.


"Kalau hanya cincin dan kalung hanya 75 juta," kata pelayan tokoh.


"Saya ambil satu paket mbak," ucap Rian.


Tiba-tiba handphone Rian berdering, ia membuka handphone nya yang ternyata panggilan dari Verrel..


"Hallo tuan," ucap Rian.


"Rian kau bisa mencari perhiasan," tanya Verrel.


"Bisa tuan untuk apa," tanya Rian.


"Untuk acara nanti malam, kau hanya perlu mencari perhiasan yang saya kirim, setelah menemukan nya kembali kabari saya," jawab Verrel.


"Siap tuan," ucap Rian.


Rian membuka pesan gambar dari Verrel, Verrel mengirimkan gambar perhiasan yang sangat mewah, ia yakin harga nya sangat mahal.


"Mbak bisa mencari kan saya perhiasan ini," tanya Rian.


"Maaf mas, seperti nya itu perhiasan khusus, coba cari ke tokoh yang lebih besar."


Sebelum mencari perhiasan yang Verrel minta, terlebih dahulu Rian membayar perhiasan yang ia beli tadi, Rian tidak tau kenapa ia membeli perhiasan tadi, hati nya berkata jika ia harus membelinya.


Rian berjalan masuk ke dalam tokoh perhiasan yang lebih besar dari sebelum nya. Lagi dan lagi Rian seperti mengenal seseorang yang juga sedang membeli perhiasan.


"Hmm dia," ucap Rian sambil mendekati Zayn.


"Kita bertemu kembali," kata Rian.


"Oh iya, maaf siapa nama mu, aku Zayn."


"Aku Rian, sedang membeli perhiasan untuk istri mu," tanya Rian.


"Tidak hanya pesanan orang lain, aku belum menikah," jawab Zayn.


"Hahaha sama, aku juga belum menikah dan aku juga ingin memberikan titipan orang lain," kata Rian.


"Maaf mbak, apa ada perhiasan seperti ini," tanya Rian sambil memperlihatkan contoh gambar yang Verrel kirim.


"Tunggu sebentar mas, kami mencari nya."


"Dimana pacar mu tadi," tanya Zayn.


"Pacar ku sedang perawatan, dari pada aku menunggu nya dengan diam saja, lebih baik aku berjalan-jalan," jawab Rian.

__ADS_1


__ADS_2