
Rian dan Zyan sudah kembali pulang ke rumah, mereka berdua membawa berbagai bumbu dan stok makanan untuk beberapa hari ke depan. Seperti yang sudah di diskusikan setiap pagi Rian juga akan memasak untuk Zayn dan istri nya, sampai Nadya bisa memasak sendiri.
Di dalam Monica sudah tampil cantik dan seksi untuk menggoda suaminya. Ntah kenapa Rian sangat sulit untuk ia ajak tidur. Rian seperti Menghindari diri nya untuk melakukan itu.
Saat pintu terbuka mata Rian dan Zyan terbelalak saat melihat Monica duduk di sofa dengan pakaian yang sangat seksi. Monica tidak sadar jika Zyan ikut masuk bersama Rian.
"Monica," ucap Rian
"Ahkkkkkk," teriak Monica dan langsung berlari masuk ke dalam kamar.
Rian hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah laku istri nya. Ia sudah tau jika Monica sedang gencar menggodanya.
"Rian istri mu so hot," ucap Zyan.
"Diam, atau aku tutup mulut mu," kata Rian sambil berjalan masuk ke dalam dapur.
Zyan berjalan di belakang Rian, ia membayangkan jika Nadya seperti itu juga, ia pasti akan hidup dengan kebahagiaan.
"Rian apa kau sudah melakukan nya," tanya Zayn.
"Belum, tapi dia sudah memintanya. Kau lihat apa yang di lakukan tadi," jawab Rian.
"Dan kau tidak mau," tanya Zayn.
"Aku bukan tidak mau, aku dan diri nya masih menikah siri. Dan masih ada sesuatu yang harya aku selesai kan dulu," jawab Rian.
"Kalau aku jadi mu akan aku gasak langsung, Nadya saja masih tidak mau. Awal nya dia memilih pisah kamar dengan ku, setelah aku kompori akhirnya dia mau pindah ke kamar ku."
"Hahaha sabar saja. Nadya suka dengan kelembutan, kau tidak boleh kasar dengan nya, katakan kata kata cinta tak lama dia pasti luluh dengan mu," kata Rian.
"Kau banyak tau ya tentang Nadya," ucap Zayn.
"Kami berteman sudah lama," kata Rian.
"Pantas Nadya waktu itu memilihmu, kau sangat tenang, kalem dan sabar. Tidak seperti ku yang bar bar," ucap Zayn.
"Hahaha itu sudah bawaan lahir ku. Hmmm kau tenang saja akan ada masa nya kau dan Nadya bisa bersatu. Air dan minyak memang tidak bisa menyatu tetapi mereka masih bisa saling berdampingan."
"Siap pak bos, ya sudah aku pulang dulu. Mana tau saat aku pulang istri ku bertingkah sama dengan istri mu," kata Zayn.
__ADS_1
"Besok ambil makanan nya jam 6," ucap Rian.
"Siap, Terima kasih." Zayn keluar meninggalkan apartemen Rian.
Saat Rian masuk ke dalam kamar tiba-tiba Monica menyambar bibir nya. Monica terus mencium bibir Rian meskipun Rian masih tidak membalas ciuman dari nya. Tak lama insting seorang pria Rian datang, sekuat apapun dia menahan nya, pertahankan itu akhirnya lepas juga.
Mereka berdua saling Berciuman sampai Monica menggiring Rian ke atas ranjang. Di atas ranjang tangan Monica tida tinggal diam, ia mulai melepaskan satu persatu kancing baju suami nya.
"Kau yakin," tanya Rian.
"Aku yakin dengan apa yang kau lakukan," jawab Monica.
"Mantan istri ku sampai tidak bisa berjalan selama tiga hari, aku bermain sangat kasar tidak perduli kau menangis memohon ampun," bisik Rian sambil menelusuri leher jenjang istri nya.
Tubuh Monica merinding seketika, ia tidak tau jika Rian bisa sampai seperti ini. Tiba-tiba nyali yang Monica miliki tadi Hilang seketika.
"Hmmm tunggu dulu," ucap Monica.
"Ada apa," tanya Rian.
"Aku takut," jawab Monica.
"Hey kau sudah memulai nya dan sekarang kau tidak berani. Kau rasakan ini," ucap Rian sambil mengarahkan tangan Monica ke arah adik nya yang memang sudah bangun.
"AHkkkk besar sekali," teriak Monica.
"Ssttt kau bisa diam, kau sudah ingin merasakan nya kan, sekarang bersiaplah," ucap Rian.
Monica benar-benar sangat ketakutan tidak seperti sebelumnya yang sangat bar bar. Dengan kuat Monica mendorong tubuh Rian dari atas tubuh nya.
"Ahkkkkkk," teriak Monica sambil berlari ke arah kamar mandi.
"Jika dia benar-benar meminta nya, aku benar-benar akan membuat nya tidak bisa berjalan," batin Rian.
Rian jadi terlihat saat malam pertama nya dengan istri nya dulu. Ia tidak tau apakah Monica akan menangis meminta ampun seperti istri nya dulu.
"Ini bukan yang pertama untuk ku, tapi aku juga sangat gugup," batin Rian.
Zayn keluar dari kamar mandi dengan hanya berbelanja dada, ia sengaja melakukan ini karena ingin menggoda istri nya yang sedang berada di dalam kamar juga.
__ADS_1
"Nadya mana pakaian ku," tanya Zayn.
"Maaf aku lupa," jawab Monica sambil berjalan mendekati Zayn.
Jantung Nadya terus saja berdetak dengan keras saat melihat suami nya selesai mandi. Tubuh yang indah membuat Nadya terkadang hampir lupa diri.
"Tahan Nadya, jangan dia tau kalau kau ingin sekali menyentuh dada bidang itu," batin Nadya.
Zayn tau jika Nadya sedang gugup, hal itu membuat Zayn ingin mengerjai Nadya agar Nadya semakin gugup. Saat Nadya sedang menyiapkan pakaian nya Zayn memeluk Nadya dari belakang. Tangan nya bergerak membuka kancing baju yang Nadya pakai.
"Zayn apa yang kau ingin lakukan," tanya Nadya.
"Apa ya, aku hanya ingin melakukan apa yang seharusnya pasangan suami istri lakukan," jawab Zayn.
"Apa," tanya Nadya yang semakin gugup.
"Memeluk mu sambil mengusap perut mu. Aku berharap anak ku cepat tumbuh di dalam sini," jawab Zayn.
Apa yang di katakan Zayn membuat Nadya tersindir. Ia tau maksud dari perkataan Zayn.
"Kenapa diam," tanya Zayn.
"Tidak papa," jawab Nadya.
Zayn membalik tubuh Nadya agar mereka berdua bisa saling menatap. Dulu ketika bersama mantan nya sangat mudah untuk melakukan hal yang ia inginkan tapi saat dengan Nadya Zayn tidak seperti bisa memaksa Nadya. Nadya benar-benar wanita @ menjaga kehormatan nya.
"Kau kenapa, kau tidak mau tidak papa, aku tidak masalah kok," ucap Zayn.
"Hahaha kau yakin tidak papa," kata Nadya.
"Ya tidak papa kalau aku paksakan," ucap Zayn.
"Kau membuat ku semakin merasa bersalah," kata Nadya.
"Nadya kau tidak tergoda dengan penampilan ku seperti ini. Dengan dada bidang ku, dengan roti sobek ku." Zayn mengusapkan tangan Nadya ke tubuh nya. Hal itu membuat Nadya merinding kembali, hawa tubuh nya terasa sangat panas dan tangan nya bergerak mengusap tubuh Zayn kembali.
"Sangat kokoh," ucap Nadya.
Zayn terkejut melihat apa yang Nadya lakukan jadi selama ini Nadya memiliki sesuatu yang terpendam.
__ADS_1
"Hahaha kau ingin," tanya Zayn sambil meletakan ke dua tangan Nadya.