
"Benar dit, kau ingin menikah dengan Fiona." tanya Agnes.
"Sebenarnya saya ingin mengatakan hal ini bukan saat ini, tetapi karena Fiona sudah mengatakan nya saya akan menjelaskan nya. Iya tan om, saya ingin menikahi Fiona. Saya ingin meminta restu dari kalian berdua agar merestui pernikahan kami." jelas Adit.
"Apa Fiona sudah hamil, kau hamil dek." tanya Alvaro.
"Tidak-tidak aku tidak hamil, mana mungkin aku hamil. Bagaimana aku bisa hamil berciuman saja baru sekali." jawab Fiona.
"Dit sebenarnya om kurang setuju jika kalian menikah secepat ini, Fiona masih 19 tahun dan dia masih terlalu kekanak-kanakan." ujar Alex.
"Ayah. Kak Angel saja sudah menikah baru berumur 18 tahun, ayolah ya." protes Fiona.
"Saya mengerti ke khawatiran om, tapi saya janji untuk selalu menjaga Fiona dan membimbing nya agar lebih baik lagi." ucap Adit.
"Bagaimana sayang, apa boleh Fiona menikah." tanya Alex.
"Aku setuju, Adit pasti bisa membimbing Fiona menjadi lebih baik lagi, dari pada mereka berbuat yang tidak-tidak lebih baik langsung menikah." jawab Agnes.
"Kau benar-benar mencintai adik ku dit." tanya Alvaro.
"Iya al, aku sangat mencintai nya." jawab Adit.
"Aku terserah mereka berdua saja bun, bunda tau Adit bagaimana walaupun di pendiam dan tidak banyak bicara tapi aku yakin kalau Adit yang terbaik untuk Fiona." ujar Alvaro.
"Bagaimana orang tua kamu dit, apa sudah tau rencana pernikahan mu ini." tanya Agnes.
"Sudah tan, mereka setuju saja asalkan itu yang terbaik untuk saya. Malahan mamah meminta lebih cepat karena ayah sedang sakit." jawab Adit.
__ADS_1
"Oh iya dit, bagaimana ayah mu. Apa tidak di pindah kan ke luar negeri saja." tanya Alex.
"Tidak om, ayah tidak akan mau." tolak Adit.
Setelah sarapan berakhir mereka langsung melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.
"Van tunggu." ucap Alvaro dengan menarik tangan Vano.
"Ada apa, aku ada kelas pagi." tanya Vano.
"Kau kenapa van, jangan seperti ini." ucap Alvaro.
"Maaf al, aku ada kelas pagi. Tidak ada waktu untuk membahas hal yang tuak penting." kata Vano dan langsung masuk kedalam mobil nya.
Sesampainya di kampus Alvaro yang berangkat sendirian langsung bergabung dengan dia sahabat nya, Jakson dan Sean.
"Al kenapa dengan mu, apa kau gagal tidur dengan gadis itu." tanya Sean.
"Berarti kau sudah meniduri nya al." tanya Jakson.
"Seperti yang kalian berdua pikiran." jawab Alvaro.
"Wah, apa gadis wanita gampangan, kenapa mudah sekali." ucap Sean.
"Aku yang pertama kali, jadi jangan sekali-kali kau mengatakan nya lagi." kata Alvaro.
"Kau yang mendapat kanya al, bagaimana bisa dia mau menyerahkannya pada mu." tanya Jakson.
__ADS_1
"Intinya tidak semudah yang kalian pikir kan, dan kalian berdua harus jaga pacar ku. Awas sampai dia terluka atau ada yang menyakiti nya. Terutama para wanita yang mengejar-ngejar ku mereka pasti bisa bertindak anarkis pada Angel." jawab Alvaro.
"Pacar kau sudah berpacaran dengan nya, bagaimana dengan Elena." tanya Sean.
"Elena? aku sudah memutuskan nya kemarin, apa aku sebodoh itu, berpacaran dengan wanita seperti nya, aku butuh wanita seperti Angel yang menjaga diri nya dari laki-laki lain." jawab Alvaro.
"Sayang." panggil Siska wanita yang tergila-gila pada Alvaro.
Alvaro menarik nafas nya dan melepas nya secara kasar.
"Sudah berapa kali aku bilang, aku bukan pacar mu dan jangan pernah memanggil ku dengan sebutan sayang.'
"Sayang kamu ko gitu si." Siska yang ingin mendekati Alvaro.
Alvaro melihat Angel yang ingin berjalan melewati nya dan teman-temannya, ia mengambil kesempatan ini sebaik mungkin. Saat sudah dekat Alvaro menarik tangan Angel dan memeluk nya dari belakang. Alvaro meletakkan dagu nya di pundak Angel, sontak saja momen itu membuat mereka semua terkejut.
"Sayang, apa kamu sangat merindukan ku, sampai-sampai kamu menghampiri ku." tanya Alvaro dengan memberikan kecupan di leher Angel.
"Mas, apa yang kamu lakukan." bisik Angel.
"Selamat kan aku dari perempuan siluman ini."
Angel melirik ke arah Siska yang wajah nya sedang merah, tentu saja Angel seperti wanita pada umumnya, ia tidak akan rela jika sesuatu yang sudah menjadi milik nya di ganggu oleh orang lain.
Angel membalik tubuh nya dan mencium bibir Alvaro, yang membuat mereka semua semakin terkejut.
"Iya aku sangat merindukan mu, jaga diri mu dari wanita lain. Jangan sampai ada yang mendekati mu." ucap Angel.
__ADS_1
"Pasti sayang, mana mungkin aku berpaling dari wanita secantik kamu. Hanya laki-laki bodoh yang melakukan nya." kata Alvaro.
Momen ini sangat cepat sekali tersebar hingga hampir satu kampus mengetahui nya. Semua wanita yang mengejar-ngejar Alvaro langsung patah hati. Begitu juga dengan Angel semenjak kejadian pagi tadi tidak ada satu laki-laki pun yang berani menggodanya lagi.