
"Aku sedang di apartemen, datang lah di sini," kata Zayn.
"Apa di sana ada apartemen yang kosong, aku ingin menyewa nya," tanya Rian.
"Aku tidak tau, ke sini saja nanti aku tanyakan pada Axel," jawab Zayn.
"Iya aku akan segera ke sana," ucap Rian.
Rian berjalan mendekati Monica dan Vivi yang sedang mengobrol, ntah apa yang mereka berdua bicarakan, saat Rian mendekat mereka berdua langsung saling diam.
"Monica ayo," kata Rian.
"Mau kemana lagi," tanya Monica.
"Kita mencari apartemen," jawab Rian.
"Oh iyalah, Vivi simpan nomor ku, senang berkenalan dengan mu," kata Monica.
Di dalam apartemen Zayn dan Nadya saling diam. Mereka berdua bingung harus membicarakan apa, suasana di antara mereka berdua mendadak canggung.
"Nadya," ucap Zayn.
"Iya ada apa," tanya Nadya.
"Apa kau setuju jika Rian dan Monica tinggal dengan kita, apartemen ini memiliki banyak kamar."
"Tidak, kita perlu waktu untuk membangun kedekatan. Jika ada mereka semuanya akan terasa sangat sulit," kata Nadya.
"Oh iyalah, kau benar. Aku akan menghubungi Axel," ucap Zayn.
Zayn mengeluarkan handphone nya dari dalam kantong celana, dan langsung menghubungi Axel.
"Halo Zayn, iya ada apa," tanya Axel.
"Apa di Gedung ini ada apartemen kosong. Rian ingin mencari apartemen," jawab Zayn.
"Rian siapa Rian," tanya Axel.
"Itu pria yang di jodohkan dengan Monica. Yang acaranya di rumah mu," jawab Zayn.
"Oh salah satu pria itu nama nya Rian. Aku rasa tidak ada yang kosong. Hmmm apartemen ku bersebelahan dengan Rakha, kau bisa menghubungi Rakha. Dia sepupu ku," kata Axel.
"Oh iya, kirimkan nomor nya ya, Terima kasih," ucap Zayn.
"Aku saja yang menghubungi nya, aku kenal dengan nya," ujar Nadya. Nadya lebih baik menghubungi Rakha dari pada harus satu apartemen dengan Rian.
"Rian aku akan membuat mu merasakan apa yang aku rasakan saat ini," batin Nadya.
"Hallo Rakha, kau dimana," tanya Nadya.
__ADS_1
"Aku sedang di jalan, ada apa," tanya Rakha.
"Jauh tidak dari apartemen milik Axel?"
"Tidak terlalu jauh, kau di sana. Kalau iya aku akan ke sana," kata Rakha
"Iya Rakha aku di sini, datang lah kita juga sudah lama tidak bertemu," ucap Nadya.
"Rakha kau masih belum mendapatkan jodoh mu di pinggir jalan, sudah lebih baik kau bertemu dengan Nadya, mana tau dia jodoh mu," batin Rakha.
Rakha dan Rian sampai secara bersama, mereka berdua sama-sama tidak saling kenal.Meskipun dalam satu arah yang sama mereka berdua saling tidak peduli. Rian mencari pintu apartemen Zayn yang Bernomor 41 satu, sesuai dengan alamat yang di kirim Zayn.
"Rian itu nomor 41," ucap Monica.
"Kalian berdua juga ke apartemen milik Axel," tanya Rakha.
"Tidak, apartemen ini milik Zayn," jawab Rian.
"Zayn siapa dia, apa aku salah alamat. Itu apartemen ku nomor 42 dan ini milik Axel," batin Rakha.
"Axel, oh iya ini apartemen milik Axel, Zayn hanya menyewa nya," kata Rian.
"Kau membuat ku bingung, jadi mereka juga meminta mu untuk datang," ucap Rakha.
"Iya, aku diminta datang oleh Zayn."
"Oh mungkin Zayn teman nya Nadya, aku teman dekat nya Nadya," kata Rakha.
Mereka bertiga langsung masuk ke dalam karena memang pintu tidak terkunci. Betapa terkejut nya mereka bertiga sedang berciuman.
"Kalian," ucap Rakha.
Sontak Nadya dan Zayn langsung melepaskan ciuman panas itu. Hati Rian terasa sangat terbakar, ia benar-benar tidak tahan melihat Nadya dan Zayn berciuman.
"Anu kalian sudah datang," ucap Nadya.
"Oh jadi ini Zayn, pacar ku Nadya," tanya Rakha.
"Calon suami ku," jawab Nadya dengan suara yang tegas.
"Kau kenapa," tanya Monica.
"Hmmmm tidak papa," jawab Rian yang berusaha mengontrol perasaan nya.
Nadya langsung menyampaikan maksud diri nya memanggil Rakha ke sini. Rian cukup terkejut ketika tau ternyata Nadya lah yang berusaha mencari kan apartemen untuk nya.
"Bagaimana kau mau," tanya Nadya.
"Aku mau, dari pada apartemen ku tidak aku pakai lebih baik di pakai oleh Rian," jawab Rakha.
__ADS_1
"Berapa biaya sewa nya," tanya Rian.
"Sama kan saja seperti Zayn ke Axel, aku tidak tau, apartemen ini juga pemberian Axel," jawab Rakha.
"Terima kasih Rakha, senang berkenalan dengan mu," kata Rian.
"Ya sudah aku masih harus melanjutkan misi ku, Ku pergi dulu. Ini Kartu nya," kata Rakha.
"Terima kasih Rakha," ucap mereka semua.
Rian masih fokus melihat kedekatan Nadya dengan Zayn. Mereka berdua tampak sangat dekat, tidak seperti dirinya dengan Monica.
"Aku ingin melihat apartemen nya dulu, ayo Monica," ucap Rian dan pergi meninggalkan Zayn dan Nadya.
Setelah semua orang pergi, baru lah Zayn menanyakan apa maksud Nadya mencium nya secara mendadak.
"Kau gila, kau ingin memancing singa yang sedang tidur," ucap Zayn.
"Maaf aku tersandung, aku tidak sengaja mencium ku, kau saja yang langsung memakan bibir ku," kata Nadya.
"Ya karena kau memancing ku, kucing mana yang tidak mau di berikan ikan asin," ucap Zayn.
"Hahaha kau saja suka, tapi jangan harap kau bisa mencium bibir ku lagi," kata Nadya.
Nadya merasa Zayn orang nya cukup asik juga. Ia telah salah menilai Zayn yang ia pikir memiliki sifat keras.
"Tidak papa Rian, ini keputusan mu, jangan gila," batin Rian.
Rian dan Monica berjalan-jalan di dalam apartemen itu, apartemen itu memiliki luas yang sama dengan milik Zayn. Dan dengan harga 20 juta perbulan sudah sangat murah.
"Aku suka apartemen ini sangat luas," kata Monica.
"Aku juga suka, semua nya sudah lengkap," ucap Rian.
"Rian aku tau kau cemburu kan dengan Nadya," kata Monica.
"Apa yang kau bicarakan, untuk apa aku cemburu pada nya," ucap Rian.
"Hahaha kau suka dengan nya. Katakan dengan jujur, aku bisa melihat rasa cemburu di mata mu," kata Monica.
"Monica jangan memancing ku, malam ini hari pernikahan kita, jadi persiapkan mental mu."
"Mental ku baik-baik saja. Karena aku tidak suka pada siapapun. Tapi bagaimana dengan mu rian," ucap Monica.
"Monica diam lah, aku ingin bertanya sesuatu pada mu," kata Rian.
"Tanyakan saja, kau ingin menanyakan apa?"
"Apa kau mempunyai adik yang mirip dengan mu," tanya Rian.
__ADS_1
"Iya dia sudah meninggal," jawab Monica yang membuat Rian terkejut