
Malam itu Sonia benar-benar melakukan operasi secar. Ia sudah siap untuk masuk ke dalam ruang operasi bersama suami nya. Ya Kenzo ikut masuk ke dalam karena ia tidak ingin membiarkan Sonia berjuang sendiri.
Operasi sudah mau di mulai, Sonia masih bisa membuka mata nya karena ia hanya di bius separuh badan. Saat ini wajah tampan Kenzo yang menemani nya dalam berjuang melahirkan anak nya, secar maupun normal tetap saya memiliki resiko.
Suara gunting dan alat alat bedah mulai terdengar, suara itu membuat Kenzo merinding seluruh tubuh, perasaan nya gemetar apalagi saat melihat apa yang terjadi di bagian bawa sana. Setelah waktu cukup lama satu persatu tangisan bayi mulai terdengar, rasa takut yang Kenzo dan Sonia dengar menghilang seketika. Meskipun begitu Kenzo masih belum berani melihat anak nya, tatapan mata nya terus menatap ke arah Sonia.
Perlahan Sonia mulia memejamkan mata nya, ia tidak tau apa yang terjadi pada nya, suara tangisan terakhir juga belum terdengar, seharusnya Sonia tidak terpejam seperti itu. Perlahan suara alat-alat yang terpasang di tubuh istri nya berbunyi. Hal itu membuat Kenzo sangat panik, tetapi tiba-tiba suster menarik nya keluar.
"Ada apa sus," tanya Kenzo.
"Lebih baik anda di luar dulu, takutnya menggangu konsentrasi dokter," jawab suster sambil meninggalkan Kenzo begitu saja.
__ADS_1
Di luar sana perasaan Kenzo sangat panik, ia tidak tau harus apa, keluarga nya berada di ruang tunggu sedangkan ia di ruangan lain yang tidak tau dimana. Kenzo melihat ke arah Sonia dan melihat apa yang sedang terjadi di dalam.
Semua dokter tampak sibuk. Terlihat anak terkahir juga sudah keluar, Kenzo tersenyum melihat hal itu tetapi senyuman nya hilang seketika saat anak nya itu tidak menangis seperti sebelumnya. Ia benar-benar sangat takut dan bingung.
Setelah satu jam berada di ruangan itu, Kenzo di panggil oleh dokter yang menangani Sonia tadi, ternyata operasi sudah selesai. Kenzo tidak tau karena ia sejak tadi hanya duduk sambil menutup mata nya, ketakutan di dalam diri nya sangat besar.
"Bagaimana dok," tanya Kenzo.
"Kenapa dengan Sonia," tanya Kenzo.
"Kondisi istri anda cukup buruk. Kami akan melakukan yang terbaik untuk istri anda," jawab Dokter.
__ADS_1
Dengan air mata yang menetes Kenzo berjalan mendekati keluarga nya, ia sangat takut terjadi sesuatu pada Sonia. Air matanya itu membuat semua orang terkejut, mereka sudah merasa aneh sejak tadi karena dokter juga meminta beberapa kantong Darah pada mereka.
"Ada apa Kenzo," tanya Verrel sambil memeluk Kenzo.
Kenzo hanya menangis di dalam pelukan daddy nya, ia tidak bisa menjelaskan apapun lagi. Sampai tangisan Kenzo berhenti mereka masih tidak tau apa yang terjadi pada Sonia dan anak-anak nya. Menanyakan hal itu tidak seharusnya untuk mereka tanyakan saat ini.
Kenzo dan keluarga berjalan untuk melihat anak-anak nya. Hanya Kenzo yang diperoleh kan masuk kedalam ruangan itu, ada 4 bayi yang terlihat sehat, mereka semua terlihat mirip dengan nya. Satu bayi lagi tidak ia lihat, hal itu membuat Kenzo panik. Mata nya berkeliling mencari satu bayi nya.
"Dimana anak ku," ucap Kenzo sambil melihat ke arah dokter di depan sana.
Tangan Dokter memberikan isyarat agar Kenzo melihat ke ruang sebelah nya. Di sana ia melihat Sonia bersama dengan satu anak nya, mereka berdua terlihat tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Maaf ya up sedikit. Mungkin juga akan fokus ke sebelah dulu. Tapi kalian jangan kemana-mana. Di akhir cerita insyaallah awal bulan author akan bagi-bagi pulsa senilai 50 ribu untuk dua orang pemenang setiap pemenang mendapatkan pulsa 50 ribu yaa. Di tunggu ya...