Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 231 S3


__ADS_3

"Ayah jika aku mati apa ayah akan membuat anak seperti aku lagi." Tanya Verrel.


"Iya aku akan membuat 10 seperti mu." Jawab Alvaro.


"Itu jawaban yang tidak aku inginkan."


"Kau pun ada ada saja, yang ada aku dulu yang mati baru dari mu." Ucap Alvaro.


"Umur tidak ada yang tau yah."


"Kau ya, kenapa kau berbicara seperti itu. Kau satu-satu nya dalam hidup ku, mana mungkin aku bisa membuat seperti mu lagi. Verrel jangan berbicara sembarangan aku tidak suka."


"Kenapa kau terlihat emosi seperti itu yah, aku hanya bertanya saja."


"Aku tidak suka dengan pertanyaan mu, sudah aku mau pergi dulu." Ucap Alvaro.


"Ayah." Rengek Verrel karena diri nya belum siap makan.


"Sekarang aku tanya pada mu jika aku mati, bagaimana apa kau meminta bunda mu mencari suami baru untuk menjadi ayah tiri mu." Tanya Alvaro.


"Oh jelas, bunda masih mudah, masih membutuhkan seorang pria untuk memuaskan nya"


"Verrel." Bentak Alvaro.


"Aku bercanda ayah, mana mungkin aku melakukan itu, tidak ada yang bisa menggantikan posisi mu. Kau ayah yang terbaik, meskipun kau selalu marah pada ku saat aku sangat dekat dengan bunda tapi aku dapat mengerti itu."

__ADS_1


"Sudah habis, minum obat mu. Aku akan melihat mu lagi siang nanti, kau mau ku bawakan apa." Tanya Alvaro.


"Apa saja, yang penting tidak membuat sakit gigi ku bertambah parah."


"Aku pergi dulu." Alvaro mengusap wajah Verrel dan pergi meninggalkan Verrel.


Tak lama Akifa kembali masuk ke dalam kamar, ia sengaja tidak masuk saat ada Alvaro karena tidak ingin menganggu momen itu."


"Yang sangat manja pada ayah nya." Ucap Akifa.


"Apa anak kita nanti seperti ku, apa aku bisa menjadi ayah yang baik dan sabar seperti ayah ku." Tanya Verrel.


"Buah tidak akan jauh jatuh dari pohon nya, aku yakin sifat kalian nanti sebelas dua belas. Dan aku yakin kamu pasti bisa menjadi ayah yang terbaik seperti ayah mu." Jawab Akifa.


"Semoga saja aku bisa." Ucap Verrel.


"Nanti sore saja aku sudah telat, kalau kau mau melihat nya duluan tidak papa, aku nanti sore saja." Jawab Dylan.


"Aku bersama mu saja nanti, jika sekarang pasti dia akan memarahi ku karena aku yang memberikan nya banyak permen."


"Ya sudah nanti sore saja. Aku berangkat dulu. Nanti kita janjian saja melalui wa." Ucap Dylan dan pergi berlalu dari hadapan Rizky.


Rizky juga langsung berjalan ke arah mobil nya karena diri nya juga harus bekerja. Verrel baru sempat membuka HP nya, ada pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal, Verrel membaca pesan itu dan langsung tau siapa yang mengirim pesan itu.


"Kau salah aku tidak berolahraga malam gigi ku sedang sakit." Verrel membalas pesan dari Candra tak lupa ia menyimpan nomor Candra di kontak nya.

__ADS_1


Siang hari nya setelah menyelesaikan tugas nya Alvaro langsung ingin pulang ke rumah nya. Alex menaikan satu alis nya saat melihat Alvaro bersiap-siap.


"Mau kemana aku al." Tanya Alex.


"Pulang yah, anak ku sedang sakit." Jawab Alvaro.


"Anak mu yang mana? "


"Siapa lagi jika bukan Verrel, apa aku memiliki anak selain diri nya." Ucap Alvaro.


"Dia sudah besar kenapa kau sangat memanjakan nya."


"Ayah, dulu aku selalu sibuk dengan urusan kantor sampai aku lupa memberikan rasa kasih sayang ku pada nya. Sekarang aku ingin menunjukkan itu walaupun sudah telat." Kata Alvaro.


"Pergi lah, anak mu juga tidak akan bisa hidup tanpa mu, kau memang ayah yang baik tidak seperti ku."


"Ayah.. Kau ayah ku, aku sangat menyayangi mu. Kau ayah terbaik yang pernah aku kenal. Kau memberikan ku kasih sayang pada ku sejak kecil sampai sekarang. Berbeda dengan Verrel yang tidak mendapat kan hal itu. Jangan salah sangka yah, kau tetap ayah terbaik mu." Sebelum pergi Alvaro memeluk Alex. Sesuatu yang sudah sangat jarang terjadi.


"Iya iya aku mengerti, sudah cepat pulang sana. Anak manja itu pasti sudah menunggu mu." Ucap Alex.


Sebelum sampai rumah Alvaro berkeliling kota untuk mencari sesuatu untuk Verrel, ia bingung harus membeli apa karena Verrel sedang sakit gigi.


"Boneka." Ucap Alvaro sambil menahan tawa nya. Karena mengingat Verrel pernah merengek sambil menangis saat menginginkan boneka beruang. Karena diri nya terlalu sibuk Alvaro tidak membelikan boneka itu dan malah membentak Verrel.


"Tidak ada salahnya, aku membeli nya sekarang." Ucap Alvaro.

__ADS_1


(Note : Kenapa author membuat Verrel sangat dekat dengan ayah nya, hmm karena author sama seperti Verrel hehehe, beda nya Verrel tidak mendapat nya karena kesibukan ayah nya, kalau author karena hmmm biar author saja yang tau🤣🤣, Author ingin berada di posisi Verrel makannya Author membuat cerita itu. Biar bisa menghalu🤣. Maaf author lebay 😂)


__ADS_2