
Kenzo mulai mencium bibir istri nya, ia tau bagaimana cara menjinakkan Sonia agar tidak menolak ajakan gila nya. Sonia benar-benar sudah terhipnotis oleh Kenzo, ia tidak marah sama sekali pada suaminya padahal ia tau Kenzo ingin apa dari nya.
Si Kenzo sudah berhasil membuat Sonia bertekuk lutut. Tidak dengan Kenzi yang malah di tinggal istri nya ke dalam kamar mandi karena mules, Kenzi memutuskan untuk berolahraga seperti biasa karena ia yakin Karla tidak akan kembali turun ke ruang Gym.
Waktu terus berlalu Kenzo membantu Sonia memakai pakaian nya kembali, setelah itu ia langsung membawa Sonia ke kamar untuk mengistirahatkan Sonia yang kelelahan. Sonia hanya bisa menggelengkan kepala nya, ia tidak habis pikir suami nya mengajak bercinta di tempat yang tidak seharusnya.
"Kamu menikmati nya sayang, bukan nya terasa sangat seru," ucap Kenzo.
"Seru si, tapi tidak di kebun juga, bagaimana kalau ada orang yang tau," kata Sonia.
"Hahaha tidak akan sayang, nanti jika aku memiliki tempat baru, aku akan mengajak mu lagi."
Kenzi hanya bisa memicingkan mata nya saat melihat Kenzo membawa istri nya naik ke lantai atas. Kenzi melihat pantat bohai Kenzo dari kejauhan yang berarti kembaran nya itu berhasil menuruti fantasi nya.
"Sayang kenapa kamu tidak kembali," rengek Kenzi.
Kenzi juga berjalan menuju kamar nya, di dalam kamar ia melihat Karla sudah tertidur dengan pakaian yang terbuka. Perut buncit Karla menandakan anak yang ia buat sedang berkembang.
"Sayang aku ingin melihat mu, apa anak daddy sehat di dalam sana," ucap Kenzi sambil mencium perut istri nya.
...***...
Pagi hari hari nya. Rian bangun lebih dulu dari istri nya. Ia melihat Monica masih tertidur dengan sangat lelap, Rian tidak membangunkan Monica karena ia pikir percuma membangunkan seorang Monica yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah.
Pertama-tama Rian masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya agar segar. Setelah itu Rian memilih memasak membuat sarapan pagi. Memasak adalah salah satu hobinya dan Rian tidak pernah keberatan jika harus memasak untuk siapapun. Itu sebabnya ia merasakan tetangga sebelah apartemen nya.
Pasangan sebelah mereka berdua masih terlelap di dalam kamar masing-masing. Nadya baru terbangun saat alarm yang ia atur berdering. Beberapa kali Nadya mengucek mata nya yang masih terasa sangat berat, ini pertama kali nya ia bangun sepagi ini.
"Aku tidak bisa masak, dan apa ada GrabFood pagi buta seperti ini," batin Nadya.
Dari pada banyak berpikir Nadya memutuskan melakukan hal yang bisa ia lakukan. Seperti menyiapkan pakaian kerja suami nya. Nadya berjalan masuk ke dalam kamar suami nya, untung saja kamar Zayn tidak di kunci yang membuat Nadya bisa masuk dengan bebas.
Jantung Nadya berdetak sangat cepat saat melihat Zayn tidur hanya memakai celana Boxer saja. Meskipun Zayn tengah tengkurap Nadya bisa melihat betapa kokoh nya punggung suami nya.
"Dia belum memasukkan semua baju nya ke dalam lemari," ucap Nadya.
__ADS_1
Nadya membuka satu koper yang masih tersisa, ia mulai memasukan baju Zayn ke dalam lemari baju. Nadya menahan tawa nya saat melihat celana d*lam Zayn yang ukuran nya sangat besar.
"Oh jadi ini celana d*lam pria, hahaha ada tempat burungnya," batin Nadya.
Nadya hampir menyelesaikan tugas nya, saat membalik badan nya, ia terkejut melihat Zayn yang sudah duduk di belakang nya dengan mata yang masih terpejam.
"Ahkkkkk," teriak Nadya sambil melemparkan celana d*lam milik Zayn yang sudah koyak.
"Nadya," ucap Zayn.
"Eh maaf, kau mengejutkan," kata Nadya sambil mengambil celana d*lam itu.
"Kau memegang celana d*lam ku untuk apa," tanya Zayn.
"Kau lihat ini sudah koyak dengan besar," jawab Nadya sambil menunjukan nya pada Zayn.
"Mungkin aku salah membawa nya, buang saja," kata Zayn.
"Tidak mau kau simpan, kau gantung," ucap Nadya.
"Jangan aneh-aneh, buang saja. Aku ingin mandi siapkan pakaian kerja ku," kata Zayn.
"Mata dan otak mu sedang berpikir kotor," ucap Zayn sambil berlalu pergi meninggalkan Nadya.
"Kotor bagaimana, orang aku berpikir lucu," batin Nadya.
Waktu semakin siang, Zayn sudah hanya tinggal menunggu roti bakat yang ia panggang matang. Pagi ini ia hanya bisa sarapan roti bakara karena di antara mereka berdua tidak ada yang bisa memasak.
"Ting tong." Suara bel apartemen mereka berbunyi.
Zayn berjalan mendekati pintu untuk melihat siapa tamu yang datang pagi-pagi begini.
"Lama sekali," ucap Rian.
"Kau wah kau membawa kan kami makanan," tanya Zayn.
__ADS_1
"Beruntung memiliki tetangga seperti ku, ini sarapan untuk mu dan istri mu," jawab Rian sambil memberikan makanan yang ia bawa pada Zayn.
"Oh iya, kau bekerja di Efron grup kan," tanya Zayn.
"Iya aku akan segera berangkat," jawab Rian.
"Oke kita berangkat bersama saja, tunggu aku selesai sarapan," kata Zayn.
"Ide bagus, aku akan menghubungi mu jika aku,sudah selesai sarapan," ucap Rian.
Zayn membawa makanan yang Rian beri ke dapur, dengan cepat ia mengambil piring dan langsung memakan makanan itu. Zayn tidak tau siapa yang memasak makanan ini, yang ia tau sekarang rada nya benar-benar sangat enak.
"Wah ada makanan," ucap Nadya sambil mencoba makanan itu.
"Iya dari Rian," kata Zayn yang membuat Nadya tersedak.
"Apa dari Rian," ucap Nadya. Nadya ingin mengeluarkan makanan itu kembali tetapi makanan itu sudah terlanjur masuk ke dalam perutnya.
"Kau kenapa si, semenjak kita menikah kau seperti sangat membenci Rian," tanya Zayn.
"Aku memang membenci nya, sudah lah aku malas membiarkan nya," jawab Nadya sambil mengambil piring untuk makan.
"Kata nya benci tapi tetap makan masakan nya," kata Zayn.
"Anggap saja kau yang memasak, jadi hanya kau yang ada di dalam otak ku," ucap Nadya.
Monica hidup sudah seperti seorang ratu yang mendapat semua apa yang ia mau, bangun pagi semua sudah rapi, makanan sudah ada dan ia hanya menikmati hidup. Ia tidak tau jika Rian sudah menyiapkan catatan khusus agar Monica bisa belajar menjadi istri yang baik.
"Rian masakan mu enak sekali," ucap Monica.
"Monica jika adik ku tinggal di sini bagaimana? aku tidak tega meninggalkan nya sendiri di rumah," tanya Rian.
"Iya tidak papa, aku jadi ada teman nya," jawab Monica.
"Ya sudah nanti aku akan menjemput nya. Ini catatan yang harus kau kerjakan hari ini. Sebelum aku pulang semua nya sudah harus siap. Jangan merokok atau membeli alkohol aku sudah menghubungkan semua CCTV di apartemen ku ke Handphone ku," ucap Rian.
__ADS_1
Monica mengambil catatan yang di berikan Rian, ia sangat kesal mendapatkan tugas yang sama sekali tidak pernah ia kerjakan.
"Mencuci piring, memasak nasi, mengantarkan pakaian kotor ke tempat laundry dan menyapu lantai," ucap Monica yang membuat nya lemas seketika.