
"Sayang maaf, aku salah." Ucap Alana.
"Tidak ini bukan salah mu, sudah aku malas membahas nya." Kata Rizky.
Rizky menarik Alana dan memeluk nya dengan sangat erat.
"Hanya kamu yang aku cintai." Ucap Rizky.
"Apa buaya ini akan menggombal lagi." Kata Alana.
"Sayang kata siapa aku buaya, aku tidak buaya. Jika aku buaya aku adalah buaya yang jinak."
"Mana ada buaya jinak sayang."
"Ada aku buaya nya, kamu tidak percaya aku buaya." Tanya Rizky.
"Iya iya aku percaya dengan mu sayang." Jawab Alana.
"Sayang bagaimana kita bertemu mantan mu di rumah sakit." Ucap Alana.
"Bertemu dengan nya, buat apa sayang aku tidak mau bertemu dengan nya." Kata Rizky.
"Agar dia tidak menganggu mu lagi."
"Kami yakin dengan kita datang dia tidak menganggu ku lagi." Tanya Rizky.
"Tidak yakin si, tapi apa salah nya jika kita mencoba nya dulu sayang, apa itu sulit." Jawab Alana.
"Baik lah besok kita akan datang ke rumah sakit untuk menyelesaikan ini semua." Ucap Rizky.
Sementara itu dengan wajah yang sangat kesal Dylan masuk ke dalam rumah. Ia berjalan melewati ruang makan tanpa menoleh sedikit pun pada Verrel dan Alvaro.
"Hey apa kau tidak melihat kami berdua." Ucap Verrel.
__ADS_1
"Aku sedang kesal, jangan ganggu aku." Kata Dylan.
"Bicara dengan kami, apa yang membuat mu kesal." Ucap Verrel.
Dylan membalik tubuh nya dan berjalan mendekati Verrel.
"Ada yang menghancurkan restoran ku." Ucap Dylan.
"Apa!! bagaimana bisa? siapa yang melakukan nya?" Tanya Verrel.
"Aku tidak tau, dan lagi dia hampir membunuh ku dengan menabrak mobil ku."
"Dylan ini bukan masalah sepele, coba kau bicarakan dengan papah mu." Ujar Alvaro.
"Dia mana mungkin ada waktu untuk ku, dia hanya sibuk dengan bisnis nya, paman bantu aku ya."
"Apa yang bisa aku bantu." Tanya Alvaro.
"Aku akan membantu mu, kau tenang saja." Ucap Alvaro.
Keesokan harinya Rizky dan Alana sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Sebenarnya Rizky benar-benar malas menemui mantan nya tapi ia tidak ada pilihan lain, semua ini agar Fina berhenti menganggu nya.
"Sudah tidak papa, apa yang kamu pikirkan." Ucap Alana.
"Tidak ada ayo berangkat." Kata Rizky.
Sesampainya di rumah sakit Rizky dan Alana langsung berjalan menuju ruangan dimana Fina di rawat. Tetapi di ruangan itu sudah tidak ada orang lagi.
"Kamu yakin ini ruangan nya." Tanya Alana.
"Iya sayang aku yakin, aku sudah dua kali ke sini." Jawab Rizky.
"Hmmm kita tanya ke meja resepsionis saja." Kata Alana.
__ADS_1
"ICU." Ucap Rizky yang terkejut karena Fina di pindah kan ke ruang ICU.
Mereka berdua kembali berjalan ke ruangan ICU tempat Fina di rawat sekarang.
"Buk Aminah." Ucap Rizky.
"Rizky, kamu kembali lagi." Kata Aminah.
"Oh iya buk, perkenalkan ini istri saya Alana."
"Cantik sangat cocok dengan mu." Ucap Aminah.
"Buk bagaimana bisa Fina di pindah kan ke ruang ICU." Tanya Rizky.
"Kanker usus nya sudah semakin parah dan semenjak kamu pergi dari nya saat itu Fina semakin drop, tenang ibu tidak menyalahkan kamu."
"Maaf buk, tapi memang saya tidak bisa berhubungan dengan Fina lagi, ada istri dan calon anak saya yang harus saja jaga." Ucap Rizky.
"Iya ibu mengerti, terimakasih telah mau datang melihat Fina lagi." Kata Aminah.
"Apa saya boleh masuk buk." Tanya Rizky.
Aminah menggelengkan kepala nya, ia saja tidak boleh di perbolehkan masuk ke dalam melihat anak nya.
"Rizky ibu mohon maaf jika Fina banyak bersalah pada mu, dan Alana maafkan Fina telah menyakiti hati mu, ibu perempuan dan ibu tau persis perasaan mu." Ucap Aminah.
"Iya buk, kamu berdua sudah memaafkan Fina, semoga Fina dapat di berikan kesembuhan." Kata Rizky.
Karena tidak di perbolehkan masuk Alana dan Rizky kembali pulang. Kini tidak ada yang menganggu mereka berdua lagi karena kondisi Fina yang tidak memungkinkan.
"Aku kasihan dengan Fina." Ucap Alana.
"Ini sudah takdir sayang." Kata Rizky.
__ADS_1