
"Kau yakin dia anak mu," tanya Kenzi.
"Tidak," jawab Rakha.
"Lalu kenapa kau bangga begitu, oh nya jago mana Vivi atau Alice," tanya Kenzi.
"Jujur ya, aku tidak menarik, Alice memang sangat liar di ranjang, dia bisa mengimbangi ku. Tapi tetap saja Vivi nomor satu, aku tidak bisa menilai wanita baik dan seluar biasa Vivi. Dia memberikan ku apa yang aku mau, dan untuk agresif itu cukup aku saja, Vivi tidak perlu," jawab Rakha.
"Lalu bagaimana dengan mu, Sakura atau Karla," tanya Rakha.
"Hey aku dan Sakura tidak sampai ke sana, ya mana aku tau," jawab Kenzi.
"Oh kirain, ya sudah aku masuk ke dalam kamar dulu, Vivi pasti sudah menunggu ku," kata Rakha.
"Oh Iya, kau sudah membeli apa yang aku minta tadi," tanya Rakha.
"Aku tidak tau apa yang kau minta tadi, jadi aku tidak membeli nya," jawab Kenzi.
"Omong kosong, aku tadi melihat kau banyak membeli nya," kata Rakha sambil mengambil barang belanjaan Kenzi.
"Hey itu milik ku," ucap Kenzi.
"Ini aku minta satu kotak, banyak sekali stok mu," tanya Rakha.
"Ya istri ku hamil tua, dan aku harus rajin membuat jalan keluar," jawab Kenzi.
"Oh begitu, ini barang yang aku maksud tadi," kata Rakha.
"Hahaha katakan jika mau itu, kata mu tadi pelindung burung atau apa lah," ucap Kenzi.
"Ya kan ini apa jika tidak pelindung burung, kau bodoh." Rakha memberikan barang belanjaan Kenzi dan pergi meninggalkan Kenzi.
"Dasar." Kenzi juga berjalan ke arah kamar nya.
__ADS_1
Vivi melihat suaminya sudah kembali masuk ke dalam kamar, ia langsung tersenyum lebar saat Rakha membawa banyak makanan untuk nya.
"Sayang kamu sudah pulang," kata Vivi.
"Sudah tapi mood ku sedang buruk, kamu jangan mencari masalah pada ku."
"Kamu kenapa sayang, apa ada masalah," tanya Vivi.
"Tadi aku bertemu dengan Alice, dia langsung memeluk ku, aku tidak suka di peluk dengan nya, dan aku mengirimkan nya uang lagi."
"Sayang jangan begitu, mungkin saja Alice memang sedang ingin memeluk mu, anak mu juga ada dengan nya, kalau uang itu sudah menjadi tanggung jawab mu."
Rakha sudah menduga jika ia cerita pada Vivi pasti Vivi akan membela Alice. Ia tidak tau seberapa besar hati Vivi, padahal kalau wanita lain pasti sudah sangat marah.
Rakha merangkak mendekati Vivi dan langsung memeluk Vivi, rasa keberuntungan terbesar nya saat ini adalah memiliki istri seperti Vivi.
"Aku sangat mencintai, kamu masih 18 tahun tapi memiliki pemikiran yang luar biasa."
"Aku juga, aku sangat menyesal akan hal itu, seharusnya aku mengenal mu lebih dulu, mengenal wanita yang sangat luar biasa seperti mu," kata Rakha.
"Baby Rakha kamu yang baik ya di dalam sana, ayah sudah sangat tidak sabar mengunjungi kamu," ucap Rakha.
"Hehehe sabar sayang, kamu menanamkan benih saja tidak cukup satu dua menit, tidak cukup satu dua kali. Begitu juga dengan anak kamu, dia akan perkembangan dulu dengan baik di Rahim ku."
"Hahaha iya iya aku tau, kapan aku boleh menjenguk nya," tanya Rakha.
"Ah nanti saja, aku masih takut," jawab Vivi.
Di tempat lain, bukan hanya Rakha yang baru menghadapi istri nya yang sedang hamil muda, tetapi Vano mengalami hal yang sama. Anita juga sqedang membuat Vano sangat pusing dengan permintaan aneh nya.
"Kakek," kata Anita.
"Siapa kakek, aku bukan kakek mu," ucap Vano.
__ADS_1
"Hehehe maaf sayang, aku malah ingin memanggil kamu kakek, kamu itu hot daddy," kata Anita.
"Anita kamu hamil Kenapa malah menistakan suami mu, kamu mau apa lagi," tanya Vano.
"Mau bertemu dengan anak Kenzo, aku mendapatkan kiriman dari Vivi kalau anak-anak Kenzo sangat menggemaskan," jawab Anita.
"Iya kita ke sana yuk, Alvaro juga sedang berada di sana."
"Aku ingin itu," kata Anita.
"Tadi kata mau ke rumah Kenzo."
"Itu dulu," ucap Anita.
"Hahaha kamu tidak bosan," tanya Vano.
"Tidak, aku suka," jawab Anita.
"Suka karena apa," tanya Vano.
"Enak besar, dan tahan lama," jawab Anita.
"Aku saja bosan, kamu benar-benar sangat liar," kata Vano.
"Cepat mau sekarang."
"Iya aku ambil dulu, yang rasa apa sosis nya," tanya Kenzo.
"Rasa keju sayang, aku tunggu di sini."
Vano merasa beruntung karena ia sudah menyetok sosis yang banyak untuk Anita, ia sangat tau kalau Anita sedang ketagihan dengan sosis yang ia beli beberapa saat lalu.
"Makan yang banyak sayang, setelah puas kita langsung pergi ke rumah Kenzo," kata Vano.
__ADS_1