
"Bertengkar lagi, sudah lebih baik kalian masuk ke dalam kamar dan cepat nyusul, jangan sampai anak kita terlalu jauh jarak nya."
"Kau benar-benar gila, ayo kita masuk kamar," ucap Axel.
"Aku mau melakukan nya dengan mu, jangan mimpi Axel," kata Wilda sambil pergi meninggalkan Axel.
"Hahaha jika ada voting, pasangan terkocak adalah kalian berdua, selamat menikmati pernikahan ku Axel."
"Kalian berdua sangat puas menggoda ku," ucap Axel.
Wilda berjalan masuk ke dalam kamar sambil mengomel tidak jelas, ia sangat kesal dengan Axel yang selalu menggoda nya.
"Apa-apaan dia, dia mengatakan dada ku rata, padahal tidak rata-rata amat, masih ada isi nya kok, dan bisa untuk berpegangan. Awas saja aku tidak akan mau melayani nya," ucap Wilda.
Wilda mulai membuka gaun pengantin nya, gaun pengantin dadakan tanpa persiapan. Meskipun begitu Wilda tetap tampil sangat cantik karena memang diri nya sudah cantik sejak lahir.
"Berganti pakaian di dalam sana, jangan di sini," ucap Axel.
"Kenapa kau takut tergoda dengan ku, kata mu aku tidak menarik," tanya Wilda.
Axel mendekati Wilda dan menarik Wilda sampai wajah Wilda menatap wajah nya.
"Aku normal Wilda, setidak menarik nya wanita seperti mu, adik ku masih bisa berdiri dan membuat mu merintih," kata Axel.
"Jangan macam-macam pada ku, aku akan melaporkan mu ke polisi jika kau memaksa ku," ancam Wilda.
"Hahahaha kau lawak Wilda, atas apa kau melaporkan ku, meniduri istri ku sendiri, jika aku membuat laporan itu kau akan malu sendiri."
"Aku yang akan melaporkan mu, kau tidak bisa melayani suami mu dengan baik, kau menahan hak yang seharusnya aku dapatkan. Kau tau Wilda, mau akan tua di penjara," ucap Axel.
"Jika kau mau aku layani jadi lah suami yang baik, jangan menggoda dan selalu menghina ku," kata Wilda.
"Jadi jika aku baik pada mu, kau akan melayani ku," tanya Axel.
"Iya, tapi tidak ranjang, aku belum siap," jawab Wilda.
"Jadi kah tidak mau melayani ku di atas ranjang, padahal kita sudah melakukan nya. Tapi kau tenang saja aku juga tidak suka memaksa wanita untuk melakukan hal itu, jika kau tidak mau aku melaporkan mu ke polisi kau harus menuruti semua perintah ku, dan kau harus melayani ku seperti seorang raja.
"Iya iya aku akan melakukan nya, sekarang lepaskan aku."
"Dengan senang hati," ucap Axel.
"Ahkkkkkk kau gila," teriak Wilda yang terjatuh di atas lantai karena Axel melepaskan nya begitu saja.
__ADS_1
"Hahahaha, maaf aku tidak sengaja," kata Axel tanpa rasa bersalah sama sekali.
Dengan wajah yang kesal Wilda masuk ke dalam ruang ganti untuk mengganti pakaian nya.
"Axel hidup mu akan lebih baik, aku yakin akan hal itu," ucap Axel dengan sangat yakin.
Axel merebahkan diri nya di atas kasur sambil membuka handphone nya, betapa terkejutnya Axel saat tau nomor nya sudah di blockir oleh Laura. Axel tidak akan bisa menghubungi Laura lagi.
"Sial, aku masih suka dengan nya, aku yakin dia pasti akan melupakan ku," ucap Axel.
Wilda keluar dari ruang ganti dengan hanya memakai kaus oblong dengan celana pendek, rambut nya juga ia kucir ke atas yang membuat nya seperti seorang pria.
"Wilda berpenampilan sebaik mungkin, kau benar-benar membuat ku tidak berselera untuk menyentuh mu."
"Ya sudah kalau tidak selera, tidak usah di sentuh, aku bukan wanita yang suka di sentuh," ucap Wilda.
"Perintah pertama ku, berpakaian seperti seorang wanita. Buang semua pakaian jelek mu itu."
"Tidak mau, ini memang jelek tapi sangat nyaman," kata Wilda.
"Kau mau membantah ku, oh oke aku akan membuat surat laporan," ucap Axel.
"Iya aku akan membeli pakaian wanita, tapi tidak sekarang daddy belum memberikan ku uang," kata Wilda.
"Wow kau baik juga," ucap Wilda.
"Gunakan semau mu, tapi jangan berlebihan juga, untuk pin setiap kartu nya, aku akan mengirim ke nomor hp mu," kata Axel.
"Boleh aku belanja sekarang," tanya Wilda.
"Aku malas mengantarkan mu," jawab Axel.
"Aku tidak berharap di antar oleh mu, aku bisa pergi sendiri," ucap Wilda dan langsung kembali masuk ke dalam ruang ganti, ia ingin mengganti pakaian nya dengan yang lebih baik lagi.
"Aku pergi dulu," ucap Wilda.
"Hmmmm," gumam Axel.
***
Sore hari nya, Axel terbangun dari tidur nya saat mendengar Notifikasi yang cukup banyak dari handphone nya. Dengan malas Axel membuka handphone nya untuk melihat apa yang terjadi.
"Wanita gila, apa yang dia beli 10 M, aku bisa bangkrut," ucap Axel.
__ADS_1
Axel mencari nomor handphone Wilda untuk menghubungi nya, sial nya nomor handphone nya tidak aktif sama sekali. Notifikasi terus saja muncul yang membuat Axel ingin bunuh diri sekarang juga.
Setelah cukup lama menunggu akhirnya Wilda menampakkan batang hidungnya dengan wajah yang sangat senang. Ia juga membawa berbagai macam belanjaan nya.
"Wilda, kau membeli apa saja, kau mau menghabiskan uang ku," tanya Axel.
"Uang mu tidak akan habis, ini untuk mu. Berterimakasih lah pada ku, karena aku masih mengingat mu," ucap Wilda sambil memberikan paperback pada Axel.
"Terima kasih, kau cukup baik." Axel tidak menyangka Wilda masih mengingat nya. Ia membuka paperback itu dengan sangat semangat.
"Apa ini, pakaian d*lam," tanya Axel.
"Hahaha iya, aku yakin milik mu sudah bauk jadi aku membelikan mu," jawab Wilda.
"Tidak berguna, apa tidak ada barang lebih baik lagi dari ini, aku sudah sangat berekspektasi," tanya Axel.
"Tidak ada Axel, aku sudah terlalu banyak belanja. Cantik tidak aku membeli jam tangan," kata Wilda.
"Tidak," ucap Axel tanpa melihat ke arah jam tangan itu, ia sangat kesal karena hanya mendapatkan pakaian d*lam.
"Hahaha kau marah pada mu, aku hanya bercanda tadi."
"Bercanda bagaimana," tanya Axel.
"Itu ada jam tangan di tumpukan pakaian d*lam itu," jawab Wilda.
"Kau serius," tanya Axel.
"Lihat saja sendiri." Wilda berjalan masuk ke dalam ruang ganti.
"Wah dia baik juga, aku menyesal marah-marah pada nya," ucap Axel.
Tiba-tiba Axel mendapatkan panggilan dari Kenzi, dan meminta nya untuk turun ke bagasi mobil.
"Kenapa perasaan ku tidak enak,x batin Axel.
Axel langsung berlari ke arah bagasi, di sana ia melihat Kenzi dan Kenzo sedang membicarakan sesuatu.
"Ada apa," tanya Axel.
"Lihat mobil mu, siapa yang memakainya," tanya Kenzi.
"Wilda," teriak Axel.
__ADS_1
"Hehehe semoga dengan aku belikan jam tangan dia tidak marah mobil nya aku hancurkan," ucap Wilda.