
5 tahun kemudian. Mereka semua sudah memiliki kehidupan sendiri, geng yang mereka bentuk dulu sudah tidak ada lagi. Bisa di katakan Axel, Kenzi, Rakha dan Vero sudah menjadi kesatuan. Hanya saja mereka sedang sibuk menjalani kehidupan masing-masing, mulai dari kuliah, bekerja di Kantor dan yang lainnya.
Semua bahagia dengan kehidupan mereka kecuali Kenzo. Semangat nya untuk hidup sudah tidak ada, Kenzo harus di awasi 24 jam penuh karena ia sering melakukan percobaan bunuh diri, gangguan mental karena kerusakan otak nya sangat mempengaruhi kehidupan nya.
"Kau," teriak Kenzi.
"Sayang sudah," Novi menahan Kenzi agar tidak mengamuk menghancurkan tempat ini tapi hal itu percuma saja.
Dengan cepat Kenzi memukul orang yang telah menghina kakak nya, tangan nya dengan lihai menghabisi orang itu.
"Sayang sudah, berhenti atau kita putus," ancam Novi.
Kenzi melepaskan pria itu yang tak lain adalah teman nya sendiri. Ia tidak tau bagaimana identitas kakan nya bisa sampai bocor.
"Aku peringatkan pada mu, kehancuran keluarga mu ada di tangan mu sendiri." ucap Kenzi dan pergi meninggalkan teman itu.
"Sayang tunggu," Novi berlari mengejar Kenzi
Kenzi masuk ke dalam mobil nya untuk memenangkan emosi nya, emosi nya pasti tidak akan pernah bisa ke kontrol jika sudah menyangkut Kenzo.
"Aku sangat kesal dengan mu, kenapa kamu selalu tidak bisa mengontrol emosi mu," ucap Novi.
"Terus aku harus bagaimana sayang, aku diam saja saat ada yang menghina Kenzo, tidak bisa aku tidak bisa melakukan hal itu," kata Kenzi.
"Setidak nya kamu bisa menyelesaikan nya dengan baik-baik, semua teman mu pergi meninggalkan mu karena sikap arogan mu."
"Terus kamu mau meninggalkan ku juga, itu yang mau kamu lakukan," tanya Kenzi.
"Ya tidak aku tidak mungkin meninggalkan mu, sekasar apapun kamu aku tetap mencintai kamu," jawab Novi.
"Terima kasin selalu ada untuk ku sayang." Kenzi menarik tengkuk leher Novi lalu mencium bibir Novi dengan lembut. Bagi Novi ciuman Kenzi tidak ada yang bisa menandingi, bahkan diri nya sudah siap merelakan tubuh nya untuk Kenzi. Tapi sampai sekarang Kenzi masih belum berani melakukan lebih dari sekedar meraba dan mencium.
Di tempat lain Akifa dan Verrel sedang berada pada di panti asuhan, mereka ingin menambah pelayan di rumah mereka, dan satu pelayan akan di tugaskan secara khusus oleh mereka berdua.
"Perkenalkan tuan, nama saya Sonia, saya hanya lulusan SMP dan saya tidak pernah ada pengalaman bekerja, saya hanya membantu-bantu mengurus panti."
"Sonia, kamu bisa memasak kan," tanya Akifa.
"Kalau masalah memasak saya sangat bisa nyonya," jawab Sonia.
"Panggil saja saya tante atau mamah kalau mau," ucap Akifa.
__ADS_1
"Bagaimana sayang, kamu mau mengambil Sonia," tanya Verrel.
"Iya aku suka dengan nya, kamu saya terima bekerja di rumah saya," ucap Akifa.
"Terima kasih tante, Terima kasih." Sonia sangat senang akhirnya ia bisa bekerja, dengan demikian keperluan panti sikit sedikit bisa ia bantu.
Hari itu juga Sonia di bawa ke rumah Vino, sesampainya di rumah Akifa langsung memberikan penjelasan tentang tugas Sonia di rumah ini.
"Tuan muda Kenzi tante," tanya Sonia.
"Iya tuan muda Kenzi," jawab Akifa berbohong.
"Saya akan memberikan kamu catatan makanan apa saja yang akan kamu masak setiap hari nya, setelah itu kamu antar kan ke kamar yang berada di lantai tiga, di depan kamar itu ada pintu yang memilih lubang tempat kamu meletakan makanan yang kamu masak." jelas Akifa.
"Baik tante," ucap Sonia.
Akifa berjalan masuk ke dalam kamar Kenzo, makanan yang ia masak belum di sentuh oleh Kenzo karena tidak sesuai dengan lidah Kenzo. Orang yang biasa memasakkan Kenzo sudah berhenti bekerja karena sedang hamil.
"Sayang," ucap Akifa yang sangat berhati-hati mendekati Kenzo. Akifa tidak tau Kenzo saat ini sedang mode normal, marah atau seperti anak usia 5 tahun.
"Mommy," ucap Kenzo.
"Sayang, kamu tidak makan," tanya Akifa.
"Makan ya, mommy suapi," bujuk Akifa.
Kenzo menganggukkan kepala nya, saat ini Kenzo sedang di mode anak Kecil yang berusia 5 tahun, terasa aneh memang tetapi ini terjadi karena gangguan mental yang Kenzo alami.
"Mommy pipis," ucap Kenzo.
Akifa menahan tawa nya saat melihat celana Kenzo yang sudah basah karena air kencingnya. Saat ia ingin menggantikan celana Kenzo, Verrel datang melarang Akifa melakukan nya.
"Kenapa sayang," tanya Akifa.
"Tidak boleh, kamu keluar saja sana, aku akan membersihkan semua nya," jawab Verrel.
Setelah Akifa pergi baru lah Verrel mulai membersihkan air seni Kenzo.
"Daddy ini," Kenzo memainkan junior nya yang berdiri.
"Wow kenapa bisa berdiri begini, kau membayangkan apa," tanya Verrel.
__ADS_1
Kenzo tidak menjawab pertanyaan Verrel ia asik memainkan milik nya yang semakin lama semakin membesar.
"Kenzo, kau masih normal ternyata," ucap Verrel.
Verrel memperhatikan junior anak nya, ia ingin memastikan tidak ada yang cacat dari milik Kenzo.
"Milik mu kenapa besar sekali Kenzo, kau mau lihat milik daddy," tanya Verrel.
"Lihat," jawab Kenzo.
Verrel menurunkan celana nya, Kenzo tertawa melihat miliK Verrel yang sedang tertidur.
"Kecil," ucap Kenzo.
"Hahaha kau mentertawakan milik daddy mu, kau berasal dari sini," kata Verrel sambil menaikan kembali celana nya.
Jika ada pilihan Verrel ingin Kenzo selalu seperti ini, bisa tertawa dan sangat manja pada nya. Setelah membersihkan dan menyuapi Kenzo, Verrel membawa Kenzo naik ke atas ranjang untuk tidur.
"Mimpi indah sayang," ucap Verrel.
Kenzo memeluk Verrel dan tak lama ia tertidur dengan lelap.
"Daddy sangat berharap kau sembuh Kenzo, daddy sayang menyayangi mu," ucap Verrel sebelum ikut tertidur bersama Kenzo.
Pukul 10 malam Kenzi membawa Novi pulang ke rumah nya, malam ini Novi akan tidur di rumah Kenzi. Hal ini sudah beberapa kali sering terjadi,
Verrel sudah beberapa kali memperingatkan Kenzi akan hal ini tapi Kenzi selalu melanggar dengan berbagai macam alasan.
"Sayang." Mereka berdua jatuh ke atas ranjang yang sama.
"Aku sangat mencintai mu, kapan kamu melamar ku," tanya Novi.
"Apa yang aku dapat saat melamar mu."
"Aku rela memberikan semua nya untuk mu," ucap Novi.
Tangan Novi mulai nakal merebah adik Kenzi yang awal nya tidur menjadi bangun.
"Ups maaf sayang," ucap Novi.
"Sayang aku tidak ingin melakukan nya sebelum kita ada ikatan, bukan karena aku tidak mencintai mu, tapi aku tidak ingin merusak ku," kata Kenzi.
__ADS_1
Novi mendengus kesal, ia langsung membelakangi tubuh Kenzi. Kenzi tersenyum dan memeluk Novi dari belakang.
"Kenapa tubuh semakin seksi sayang," bisik Kenzi.