Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 86


__ADS_3

"Awww sakit." ucap Angel sambil memegang rambut nya.


"Kau pelakor." teriak Elena.


Alvaro melepaskan tangan Elena dari rambut Angel dengan kasar nya sampai Elena hampir terjatuh ke lantai.


"Kau tidak papa, apa masih terasa sakit." tanya Alvaro sambil kembali merapikan rambut Angel.


"Sayang kau membela nya, kau khawatir dengan perempuan pelakor itu." teriak Elena.


"Jaga ucapan mu Elena, dia bukan pelakor atau perempuan seperti mu." ucap Alvaro.


"Kau kau membela nya, aku pacar dan dia hanya pemuas nafsu mu." kata Elena.


"Kau pacar ku dan dia istri ku, jadi bisa kau simpul kan siapa yang pelakor di sini." ucap Alvaro.


"Istri, kau menghianati ku." tanya Elena.


"Tidak Elena aku tidak merasa menghianati mu, kau hanya pacar ku dan aku juga tidak pernah menganggap mu, orang tua ku tidak pernah merestui kita buat apa aku menunggu mu." jawab Alvaro.


"Sekarang aku tanya pada mu, kau memilih ku yang telah lama bersama mu atau perempuan ini yang hanya mengincar harta mu, ku yakin juga dia sudah bekas para lelaki." tanya Elena.


Alvaro mengecup bibir Angel untuk menjawab pertanyaan dari Elena.

__ADS_1


"Apa kau sudah mengerti jawaban ku, apa perlu aku jelaskan lagi. Sudah pasti aku memilih istri ku Elena, tidak sama sekali tidak seperti mu sangat jauh bila di banding kan diri mu. Yang hanya mengincar harta ku bukan nya diri mu dan yang pasti dia tidak wanita gampang yang bisa tidur dengan siapa pun seperti diri mu." ucap Alvaro.


Elena diam seketika ia tidak menyangka jika Alvaro akan memilih Angel dengan memberikan kata-kata pedas di perkataan nya. Alvaro mendekati Elena dan membisikkan sesuatu pada nya.


"Dan kau tau yang membuat dia lebih dari diri mu. Dia masih virgin dan aku laki-laki pertama yang mendapat nya. Tidak seperti mu yang semua laki-laki dapat menikmati diri mu. Oh iya, ingat lah satu hal istri ku lebih dari segala nya bila di banding kan diri mu. Dan mulai sekarang kita sudah tidak mempunyai hubungan apapun." bisik Alvaro yang membuat Elena terkejut.


Mood Alvaro langsung rusak seketika ia kembali membawa Angel masuk kedalam mobil nya dan langsung pulang ke rumah dengan wajah yang sangat kesal.


Alvaro berdiri di depan cermin untuk memperhatikan diri nya lebih intens, ketika mood nya tenga rusak Alvaro suka berdiri di depan cermin dengan memperhatikan wajah nya, itu bisa membuat mood nya sedikit membaik.


Angel memeluk Alvaro dari belakang, ia sangat terharu karena Alvaro memilih nya.


"Terimakasih telah memilih ku." ucap Angel.


"Jika kau masih memeluk ku dalam hitungan ke tiga aku anggap kau bersedia menerima ku." ucap Alvaro.


Setelah berciuman cukup lama mereka berdua saling menatap, Angel meletakkan tangan nya di dada dan perlahan turun ke perut Alvaro merasakan setiap otot tubuh Alvaro.


"Kau yang memulai nya, apa kau bersedia." tanya Alvaro.


"Aku milik mu dan tubuh mu sepenuhnya berasa di kendali mu." jawab Angel.


Tanpa pikir panjang Alvaro langsung mengoyak pakaian Angel bukan hanya pakaian nya saja kaca mata dan celana dalam nya juga tidak luput dari kepanasan Alvaro. Angel mencengkram tubuh Alvaro saat Alvaro mulai berani bermain di area sensitif nya. Ia benar-benar merasakan sesuatu yang amat luas biasa.

__ADS_1


Skip.


"Sakit." ucap Angel saat junior Alvaro mulai mencari jalan masuk.


Rasanya benar-benar sakit sekali, Angel sampai beberapa kali menancap kan kuku nya di punggung Alvaro. Dan tentu saja air mata nya sudah jatuh.


"Sial, kenapa sulit sekali." batin Alvaro.


"Aaakkkk." teriak Angel saat Alvaro benar-benar sudah merebut mahkota nya.


Alvaro berdiam beberapa saat sambil mengusap air mata Angel, sebenarnya ia merasa tidak tega tetapi apa boleh buat cepat atau lambat Angel akan merasakan rasa sakit itu juga.


"Jangan bergerak, sakit." ucap Angel.


"Aku akan melakukan nya secara perlahan, maaf telah menyakiti mu, tapi ini hanya sesaat." jelas Alvaro.


Angel kembali memejamkan mata nya, tubuh nya sudah sangat tidak bertenaga, dan tentu saja rasa sakit di pangkal paha nya membuat nya ingin melepaskan benda milik Alvaro hanya sudah menancap sepenuhnya.


Perlahan Alvaro mulai melanjutkan nya, walaupun ia tau Angel pasti merasakan sakit yang liar biasa, ia bisa mengetahui nya dari raut wajah Angel. Bagaimana tidak sesakit itu Angel melakukan nya baru menginjak usia 18 tahun.


10 menit berlalu rasa sakit yang Angel rasakan perlahan menghilang, kini hanya erahan yang keluar dari bibir Angel.


"Sayang aku ingin pipis." ucap Angel.

__ADS_1


"Lepas kan saja. Jangan menahan nya." kata Alvaro.


Angel benar-benar melepaskan nya, ia merasakan sesuatu yang berbeda yang membuat nya semakin lemas tak berdaya.


__ADS_2