Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 94 S2


__ADS_3

Fiona seperti nya benar-benar menguji iman Adit, ia tidak melepaskan pelukan nya dari tubuh Adit. Adit menarik nafas panjang seperti ia akan memberikan beberapa pelajaran kecil untuk Fiona.


"Ini salah mu, aku sudah mengingat kan mu." ucap Adit dengan mendorong tubuh Fiona sampai mentok di dinding.


"Kak kau ingin apa." tanya Fiona yang mulai khawatir.


Adit tidak menjawab ucapan dari Fiona, ia menatap wajah Fiona dengan mata tajam nya. Perlahan Adit mendekati leher Fiona dan bermain di tempat yang membuat nafsu Adit naik seketika. Bukan nya kapok atau meras takut Fiona malah mengalunkan tangan nya di leher Adit.


"Kak geli." ucap Adit.


Adit turun ke bagian bawah leher Fiona tangan nya mulai membuka beberapa kancing baju Fiona, mata Adit terbelalak saat melihat benda indah di hadapan nya. Tanpa pikir panjang Adit melahap nya dengan rakus nya. Fiona mulai merasakan sesuatu yang berbeda dari dalam tubuh nya, Fiona menekan leher Adit agar Adit lebih dalam lagi tenggelam dalam benda milik nya.


Adit menghentikan aksi nya, ia sadar jika terus melakukan nya bisa jadi malam ini akan terdengar suara tangisan dari Fiona. Adit merapikan lagi pakaian Fiona yang sudah berantakan. Sementara itu Fiona sudah lemas dengan nafas yang tidak teratur.


"Jika aku memakan mu sekarang, aku yakin kau akan menangis sepanjang malam." ucap Adit dan langsung menggendong tubuh Fiona.


Adit membawa Fiona masuk kedalam kamar, ia tidak ingin ada orang yang melihat Fiona dengan kondisi seperti ini.


Alvaro terbangun dari tidur nya karena tidak merasakan keberadaan Angel di samping nya, ia mengenakan celana boxer nya dan langsung berjalan keluar kamar mencari istri nya.

__ADS_1


Alvaro melihat Angel sedang berada di depan kulkas dengan tubuh yang hampir separuh masuk kedalam kulkas. Angel menutup kulkas itu dan membawa beberapa potong makanan untuk dia santap.


"Ternyata dia menyiapkan tenaga untuk pertempuran selanjutnya." ucap Alvaro.


Alvaro berjalan mendekati Angel dan memeluk nya dari belakang yang membuat Angel terkejut. Apalagi saat merasakan ada tonjolan yang menyentuh bagian belakang tubuh nya.


"Apa kau ingin bermain di dapur." tanya Alvaro.


"Sayang, ada apa dengan mu, kita baru melakukan nya tadi." tanya Angel.


"Aku ingin lagi." jawab Alvaro.


Alvaro berjalan mematikan lampu dapur, dan dapur saat ini benar-benar gelap, Alvaro meraba. sesuatu agar bisa berjalan sampai ke Angel yang sedang mematung. Lagi dan lagi mereka berdua bermain di dalam dapur yang gelap. Alvaro menutup mulut Angel dengan tangannya agar suara desahan Angel tidak terlalu keras.


"Tubuh mu benar-benar kecil, bagaimana aku bisa mendapatkan sesuatu yang aku mau jik tubuh mu sekecil ini." ucap Adit.


"Kenapa kakak sekarang banyak bicara diam lah, aku suka kakak yang pendiam dan melakukan hal secara tiba-tiba." kata Fiona.


"Seperti nya kau benar-benar ingin menangis malam ini." ucap Adit dan langsung menerkam Fiona.

__ADS_1


Beberapa saat Fiona menikmati apa yang Adit berikan di tubuh nya, Dan Adit satu persatu membuka pakaian nya. Fiona menelan air liur nya secara kasar saat melihat tubuh Adit yang benar-benar sempurna. Fiona memberanikan diri memegang otot-otot perut dan dada Adit.


"Apa kau suka." tanya Adit.


"Bagaimana bisa seperti ini." ucap Fiona.


Saat Adit ingin membuka celana nya. Tiba-tiba otak Fiona menuju pada ucapan dari Agnes bunda nya. Kalau ia harus menjaga sesuatu yang dimiliki setiap wanita dan memberikan nya pada suaminya sah nya.


Fiona menahan tangan Adit, ia meminta Adit membuka pakaian nya semua terlebih dahulu karena ia penasaran dengan benda milik Adit. Apakah sama seperti yang ia tonton di film bersama teman-teman nya.


"Aaahhh." teriak Fiona dan langsung berlari masuk kedalam kamar mandi.


Jantung Fiona berdetak sangat kencang saat melihat benda milik Adit, benda itu lebih besar dari film yang pernah ia tonton. Di film itu saja si wanita sudah menangis.


"Tidak-tidak, aku tidak sanggup." ucap Fiona.


Adit berjalan menuju kamar mandi, ia mengetuk pintu kamar mandi agar Fiona segera keluar.


"Fiona keluar, apa kau mau lari begitu saja." ucap Adit.

__ADS_1


"Tidak kak, kakak keluar lah dari kamar ku. Aku lupa jika aku sedang datang bulan." ucap Fiona.


Note : konten dewasa di novel ini tidak salam nya ada, dan akan di revisi setelah beberapa hari kedepan menjadi tidak fulgar.


__ADS_2