Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 100 S4


__ADS_3

"Kau mau mengantarkan ku," tanya Wilda.


"Dari pada mobil ku rusak lebih baik aku pergi mengantarkan mu, aku juga ingin tau keluarga mu," jawab Axel.


"Kau baik juga, Terima kasih pria tampan," ucap Wilda sambil tersenyum pada Axel.


"Hahaha aku memang tampan, kau suka dengan ku kan," tanya Axel.


"jangan terlalu percaya diri pak, saya tidak suka dengan anda. Saya hanya mengatakan apa yang saya lihat," jawab Wilda.


"Kau benar mata mu tidak salah, aku memang sangat tampan," ucap Axel dengan tertawa lepas.


"Cih baru saja di puji seperti itu, sudah setinggi langit," batin Wilda.


"Bukan hanya wajah ku yang tampan, adik ku juga besar, di antara yang juara. Kau harus bersiap-siap merasakan Axel junior."


"Dasar mesum," ucap Wilda sambil memberikan tatapan tajam pada Axel.


"Sudah ayo kita berangkat." Axel menarik tangan Wilda keluar dari kamar.


Di perjalanan menuju rumah Wilda, mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing. Axel memiliki apa ia bisa hidup dengan Wilda atau tidak, perasaan nya pada Laura benar-benar sangat besar. Sedangkan Wilda memikirkan Axel junior yang rumor nya memiliki ukuran yang besar.


"Axel," ucap Wilda.


"Hmmm ada apa," tanya Axel.


"Apa adik mu itu benar-benar besar," tanya Wilda.


"Buat apa aku berbohong kau sudah pernah mencoba nya. Kau mau mencoba lagi, nanti di rumah mu ya, jangan sampai berteriak," jawab Axel.


"Apa sebesar ini," tanya Wilda.


"What dari mana kau mendapatkan foto itu," tanya Axel.

__ADS_1


"Dari internet, aku penasaran saja," jawab Wilda.


"Ya kurang lebih seperti itu, tapi milik ku bersih dan putih, itu kan hitam."


"Oh baiklah, aku sudah membuat keputusan kalau aku tidak akan melakukan hal itu dengan ku, pasti sakit sekali. Ukuran nya berlipat-lipat dari sangkar nya, bagaimana mungkin dia bisa masuk," ucap Wilda yang yang membuat Axel terkekeh.


"Kenapa tida mau, kau suka nonton film biru," tanya Axel.


"Lumayan," jawab Wilda.


"Kau tidak polos polos sekali, Di sana para wanita tidak menangis kan, jadi kau tidak perlu takut," kata Axel.


"Kau jangan membohongi ku, wajah mu tukang bohong."


"Ya sudah kalau tidak percaya, kau akan merasakan nya sendiri nanti," ucap Axel.


Sesampainya di rumah Wilda, mereka berdua di sambut dengan sangat baik. Ternyata keluarga Wilda mayoritas wanita. Axel menjadi pusat perhatian di sana.


"Wilda suami mu gagah sekali, wajah nya tampan."


Para sepupu Wilda mulai berbisik dengan nya, mereka semua benar-benar terpesona dengan wajah taman Axel.


"Axel lelah, dia akan istirahat," ucap Wilda sambil menarik Axel pergi dari tempat itu.


"Hahaha dia takut suami nya kalian ambil," ucap Mona mamah Wilda.


"Kau kenapa, aku suka menjadi pusat perhatian," tanya Axel.


"Aku tidak suka, kau seperti pria pajangan," jawab Wilda.


"Hahaha kau benar-benar lucu, kau cemburu aku di dekati para sepupu mu," tanya Axel.


"Itu hanya dalam mimpi mu." Wilda membuka pintu kamar nya dan mendorong masuk Axel ke dalam. Setelah itu Wilda mengunci Axel dari luar.

__ADS_1


"Enak saja mereka menjadikan suami ku pusat perhatian, mereka tidak tau jika Axel memiliki ciuman yang sangat dahsyat," ucap Wilda.


Wilda kembali berjalan mendekati keluarga nya, ia ingin protes pada semua orang karena telah menggoda suami nya.


"Dimana suami mu," tanya Mona.


"Mamah jangan tanya suami ku, dia ada di dalam kamar. Dan kalian semua jangan sekali-kali menggoda nya, dia memiliki iman yang lemah," kata Wilda.


"Hahaha kau secemburu itu, jangan begitu Wilda, berbagai suami itu tidak ada salah nya."


"Iya kakak, berbagai suami tampan seperti itu tidak ada salah nya, aku sangat suka dengan suami mu, siapa nama nya Axel bukan?"


"Tidak ada yang suka, dua suami ku. Aku saja tidak suka dengan nya," ucap Wilda.


"Kenapa kau tidak suka dengan nya, kau sudah ehem kan."


"Jangan tanya masalah itu, hal itu hak ku," ucap Wilda dan kembali pergi, ternyata melawan para sepupu nya sangat lah sulit, suami nya memang memiliki aura yang sangat kuat.


Axel sendiri tida tau kenapa Wilda menguncinya di dalam kamar, lama-lama Axel suka dengan sikap aneh istri nya.


"Aku akan menghukum mu Wilda," ucap Axel.


Axel melirik kearah gagang pintu, seperti nya Wilda sedang membuka pintu kamar itu. Axel bergerak bersembunyi di dekat pintu.


"Ahkkkkk," teriak Wilda saat Axel menarik nya.


"Kau mau apa," tanya Wilda.


"Kau sudah mengunci ku, kau harus mendapatkan hukuman dari ku."


"Apa itu ciuman lagi," batin Wilda.


Baru saja Wilda berpikir seperti itu, Axel sudah menyerang bibir nya, Axel sampai mendorong kepala Wilda agar ciuman itu semakin dalam. Wilda mulai suka dengan ciuman Axel, ia memejamkan mata nya dengan tangan mengalungkan di leher Axel.

__ADS_1


"Aku ingin Wilda," ucap Axel sambil membawa Wilda naik ke atas ranjang.


__ADS_2