Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 69 S2


__ADS_3

Setelah sarapan pagi, Agnes meminta Alvaro untuk mengantarkan Angel untuk membeli keperluan nya. Awalnya Alvaro menolak nya tetapi karena sudah menyangkut bunda nya sulit untuk Alvaro menghindar, mau tidak mau ia harus melakukan nya.


Angel yang tidak tau harus membeli apa, di beri catatan oleh Agnes padahal yang di beli adalah keperluan nya sendiri tetapi ia tidak tau harus membeli apa.


"Apa yang mau kau beli." tanya Alvaro.


"Make up." jawab Angel saat membaca catatan yang di beri Agnes tadi.


Di toko make up Angel benar-benar bingung harus membeli apa, terlalu banyak jenis make up yang sangat asing menurut nya.


"Apa yang mau kau beli." tanya Alvaro yang melihat Angel kebingungan.


"Aku tidak tau, aku tidak pernah membeli barang seperti ini." jawab Angel.


Alvaro menarik nafas nya dengan berat, wanita di depan nya sangat lah aneh. Padahal yang mereka cari barang yang wajib ada bagi para wanita tetapi Angel sama sekali tidak mengetahui nya.


"Satu set make up lengkap." ucap Alvaro pada pemilik toko.


"Iya mas, tunggu sebenar." kata pemilik toko.


"Aku harus membuang uang ku untuk nya, tapi mau bagaimana lagi dia istri ku seharusnya aku memberikan nya uang." batin Alvaro.


"Ini mas." ucap pemilik toko.


"Tuan biar saya saja yang membayar nya." ujar Angel.

__ADS_1


"Membayarnya apa kau punya uang." tanya Alvaro.


"Mamah memberi ku ini." jawab Angel sambil menunjukkan kartu yang di berikan Agnes.


"Simpan kartu itu, aku yang membayar nya." ucap Alvaro, ia tidak ingin harga diri nya sebagai laki-laki jatuh karena hanya membayar make up yang harga nya tidak seberapa.


Setelah dari toko make up, mereka menuju ke butik, Agnes menulis kan kalau Angel memerlukan pakaian tidur dan berpergian. Terlalu banyak pakaian tidur yang tersedia di butik ini yang membuat Angel pusing. Apalagi dengan model nya yang sangat seksi.


"Apa yang mau kau beli? apa kau mau beli pakaian seksi itu? aku tidak yakin kau cocok memakainya." ucap Alvaro.


Angel menunjukkan kertas yang berada di tangannya agar Alvaro dapat melihat nya. Mata Alvaro terbelalak saat membaca pakaian yang di minta Agnes bunda nya.


"Bunda ingin membuat ku memakan nya." batin Alvaro.


"Ambil satu saja, tapi jangan pernah menggunakan nya." ucap Alvaro sambil berjalan untuk mencari kan pakaian yang tertutup untuk Angel.


"Coba lah beberapa gaun ini." perintah Alvaro.


"Baik tuan." ucap Angel.


Angel masuk kedalam ruang ganti untuk memakai gaun yang Alvaro cari kan untuk nya. Saat memakai gaun itu ia cukup kesulitan untuk mengancing bagian belakang tubuh nya. Dengan terpaksa ia meminta bantuan pada suaminya.


"Tuan, bisa bantu saya." tanya Angel.


"Kenapa kau selalu merepotkan ku." ucap Alvaro sambil mendekat ke arah Angel.

__ADS_1


Alvaro masuk kedalam ruang ganti yang ukuran nya tidak begitu lebar, Mata nya langsung tertuju pada punggung mulus yang berada di hadapan nya.


"Bisakah tuan mengancingkan nya." tanya Angel.


Tanpa menjawab Alvaro menggerakkan tangan nya, ia sedikit menyentuh kulit mulus Angel. Rasa nya ingin sekali ia menulusuri kulit mulus itu dengan lida nya. Angel menaikan rambut panjang nya agar Alvaro lebih mudah mengancingkan gaun itu, tapi perbuatan nya membuat Alvaro semakin sulit menelan air liur nya.


"Jangan pernah menunjukkan ini pada orang lain." ucap Alvaro sambil menyentuh leher jenjang Angel.


"Iya tuan saya mengerti." kata Angel.


Sudah lepas gaun mu, kau terlalu jelek. Tidak ada gaun yang cocok untuk mu, tapi karena bunda yang meminta nya kita harus membelinya." ucap Alvaro sambil melangkah pergi.


Angel keluar dari ruang ganti dan langsung membawa gaun dan pakaian tidur yang Alvaro dan diri nya pilih ke kasir. Alvaro sedikit keringat dingin ketika ingin membayar pakaian itu, sudah pasti harga nya mahal dan memerlukan uang yang cukup banyak sedangkan saldo ATM nya sudah menipis.


"Biar saya saya yang membayar nya tuan." ucap Angel.


"Jangan membuat ku malu, aku masih mampu hanya untuk membayar ini." kata Alvaro.


Mereka berdua berhenti sejenak di cafe karena merasa lelah. Alvaro memesan dua Lemon tea untuk mereka minum.


"Apa lagi yang bunda tulis." tanya Alvaro.


"Perhiasan, dan barang yang ingin ku beli sendiri." jawab Angel.


"Perhiasan, itu memerlukan uang yang banyak." batin Alvaro.

__ADS_1


Setelah beristirahat sejenak mereka kembali berjalan menuju toko perhiasan, Lagi dan lagi Angel merasa bingung harus memilih mana perhiasan yang cocok untuk nya, di mata nya semua perhiasan terlihat bagus.


__ADS_2