
Pagi hari nya, dua pasangan yang sedang bahagia ini tampak senyum-senyum sendiri saat mengingat apa yang mereka lakukan kemarin malam. Kenzo masih tampak memeluk istri nya yang sedang malu malu kucing.
"Sayang," ucap mereka berdua secara bersamaan.
"Kamu dulu, ada apa?"
"Aku ingin lagi," ucap Kenzo.
"Maaf sayang tapi milik ku masih perih, jadi jangan dulu ya karena sakit." tolak Sonia.
"Apa benar sakit sayang, kenapa ya, tapi kamu tidak menangis," tanya Kenzo.
"Aku tidak pernah menangis setelah 10 tahun lama nya, terharu mungkin pernah tapi untuk menangis bukan gaya ku," jawab Sonia.
"The power istri ku," Kenzo mengecup dahi istri nya.
"Sayang, aku masih penasaran kamu benar-benar sudah sembuh kan, buktikan kemarin malam kamu mengambil pakaian my sendiri," tanya Sonia.
"Hehehe iya sayang aku sudah mulai bisa berjalan," jawab Kenzo.
"Bagaimana bisa," tanya Sonia.
"Hmmmm aku juga tidak tau, saat akan melakukan nya aku merasa semua darah ku mengalir deras, semua urat di tubuh ku juga seperti mekar semua. Dan tiba-tiba aku bisa menggerakkan kali ku." jawab Kenzo.
"Coba kamu angkat satu kaki mu," ucap Sonia.
Kenzo menaikan satu kaki nya dengan sangat mudah, membuat Sonia terkejut sekaligus sangat senang akan hal ini.
"Sayang, kamu sudah sembuh," ucap Sonia dan langsung naik ke atas tubuh Kenzo.
Sonia memberikan banyak kecupan di wajah Kenzo, mata Kenzo sama sekali tidak fokus saat melihat sesuatu yang mengganjal.
"Sayang " Sonia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
"Bukan salah aku ya, kamu sendiri yang salah, jangan marah pada ku,"
"Dari mana kamu tau aku akan marah pada mu," tanya Sonia.
"Karena perempuan selalu benar, dan menganggap pria selalu salah." jawab Kenzo.
"Hahaha kamu benar wanita memang selalu benar, sudah sekarang kamu coba untuk berjalan." Sonia menyingkir dari atas tubuh Kenzo
Sebelum ia turun ke lantai, Sonia mengambil kain untuk menutupi tubuh nya, sedangkan Kenzo sama sekali tidak malu sama sekali walaupun sedang tidak memakai apapun.
Sonia membantu Kenzo berdiri karena kaki Kenzo masih gemetaran menopang beban tubuh nya.
"Pelan-pelan sayang," ucap Sonia.
"Iya sayang aku yakin aku bisa melakukan nya," kata Kenzo.
Setelah kurang lebih 10 menit berlatih berjalan akhirnya Kenzo bisa berjalan dengan sendirinya dengan langkah yang masih tertatih-tatih.
"Sayang lihat aku bisa berjoget," ucap Kenzo.
__ADS_1
"Jangan seperti anak kecil sayang, aku tau kamu sedang senang, tapi jangan seperti itu juga, malu pada umur."
"Hehehe aku terlalu senang sayang, akhirnya aku bisa berjalan juga," kata Kenzo.
"Ayo kita mandi sayang," ucap Sonia.
"Kami takut sayang, ayo sayang dia sudah bangun," kata Kenzo.
"Ayo aku bantu kamu ke kamar mandi." Sonia berusaha agar Kenzo tidak minta lagi.
Sementara itu di ruang makan karena hari ini weekand semua keluarga berkumpul sarapan pagi bersama-sama. Satu hal yang menjadi perbincangan hot di pagi hari ini yaitu Kenzo dan Sonia yang belum menampakkan batang hidung mereka.
"Daddy bagaimana nasib Sonia tadi malam, aku menyesal tidak mengintip mereka," bisik Kenzi.
"Hahahaha daddy juga tidak tau, walaupun kakak mu lumpuh milik nya tetap normal dan dia terlalu polos, daddy yakin mereka melewati malam yang sangat panjang."
"Kau kapan menikah Kenzi," tanya Rizky.
"Aku tidak tau paman, aku juga belum menemukan orang yang tepat untuk aku jadikan istri," jawab Kenzi.
"Bagaimana dengan tunangan mu, jangan membuat daddy malu dengan ulah mu Kenzi," ucap Verrel.
"Daddy aku mohon untuk masalah percintaan jangan ikut campur, aku tau mana yang terbaik untuk ku."
"Kenzi kau tidak sopan berkata seperti pada daddy," ucap Kenzo.
"Maaf dad, aku keterlaluan," Kenzi langsung menundukkan kepala nya.
Sonia membawa kursi roda Kenzo ke tempat nya, Walaupun ia agak kesulitan berjalan Sonia tetap mengikuti kemauan Kenzo yang ingin memberikan kejutan untuk keluarga nya.
"Sonia kaki kamu terluka," tanya Akifa.
"Tidak mah," jawab Sonia.
"Sayang kamu lupa anak kita ganas seperti ku, pasti itu ulah Kenzo," kata Verrel.
"Daddy jangan membahas nya lagi." ucap Kenzo.
"Hey kau langsung diam, aku hanya tidak ingin kau bersikap tidak sopan pada daddy," Kenzo menyenggol Kenzi.
"Iya kak aku tau, bagaimana malam pertama mu," tanya Kenzi.
"Kan sudah aku bilang, jangan membahas malam pertama, nanti kita bahas berdua," jawab Kenzo.
"Daddy ikut, jangan tinggalkan daddy," ujar Verrel.
"Sayang ambilkan itu," ucap Sonia.
"Yang itu, sebentar." Kenzo bangkit dari kursi roda nya dan berjalan secara perlahan untuk mengambil makanan yang Sonia minta.
"Kenzo," ucap mereka semua saat melihat Kenzo berjalan.
"Sayang kamu kenapa malah berjalan," kata Sonia.
__ADS_1
"Maaf aku lupa," ucap Kenzo sambil menggaruk kepala nya.
"Kenzo," Verrel langsung memeluk Kenzo begitu juga dengan Kenzi.
"Ahhh kalian lepaskan aku," rengek Kenzo.
"Kau bisa berjalan, kau sembuh Kenzo, bagaimana bisa Kenzo," tanya Verrel.
"Kak apa malam pertama mu membuat mu bisa berjalan."
"Kenzi benar, hahaha aku sudah bisa berjalan karena malam pertama yang hot itu," ucap Kenzo.
Mereka semua hanya bisa menggelengkan kepala, keluarga Efron benar-benar aneh bin ajaib.
"Aku nanti ingin mendengar semua cerita mu, sekarang aku pergi dulu," ucap Kenzi.
"Mau kemana," tanya Kenzo.
"Mau mencari wanita yang bisa menjadikan ku raja," jawab Kenzi.
Kenzi membawa mobil nya menuju tempat ia berjanjian dengan Sakura, dari kejauhan saja Kenzi dapat melihat kecantikan gadis Jepang itu.
"Masuk Sakura," ucap Kenzi.
"Iya tuan." Sakura langsung masuk ke dalam mobil mewah itu.
"Panggil nama ku saja, aku masih mudah," ucap Kenzi.
"Tapi itu tidak sopan," kata Sakura.
"Tidak lah, aku yang meminta nya atau mas saja," ucap Kenzi.
"Mas Kenzi, hmmm bagaimana pak saja."
"Terserah saja lah," ucap Kenzi.
Sesampainya di rumah sakit Kenzi dan Sakura langsung di bawa keliling oleh Malik, Kenzi sangat puas karena dana yang ia berikan di kelola dengan sangat baik.
"Oh iya bagaimana dengan Karla," tanya Kenzi.
"Setelah beberapa kali di terapi Karla banyak mengalami perubahan tuan, mungkin saat ini dia sudah mau berbicara dengan anda."
Ucapan Malik sukses membuat Kenzi semakin penasaran dengan sosok Karla, ia membawa Sakura masuk ke dalam ruangan Karla.
"Karla," ucap Kenzi dengan lembut.
"Iya." Karla memalingkan wajah nya ke arah Kenzi.
"Cantik sekali, apa kabar, kamu mengingat ku," tanya Kenzi.
Karla benar-benar sudah jauh mengalami banyak perubahan, tubuh nya tidak gemetar lagi dan Karla sudah hampir seperti manusia normal.
"Selain tampan dia sangat lembut," batin Sakura.
__ADS_1