Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 233 S4


__ADS_3

"Wow dia sangat seksi, tapi aku kasihan dengan nya. Semoga saja benih yang aku tanaman kemarin malam tubuh dengan baik di dalam sana," ucap Vano


Vano naik ke atas ranjang. Ia menarik Anita ke dalam pelukan nya, ia melakukan ini agar Anita terbangun dari tidur nya. Mata Vano kembali tertuju pada noda darah yang cukup banyak, ternyata benar istri nya masih seorang gadis. Ia sudah mengambil dua kali kesucian milik wanita.


"Sayang bangun, ini sudah siang," kata Vano.


"Hmmm aku masih ngantuk sayang, milik ky sangat perih," ucap Anita.


"Kalau begitu kita ke rumah sakit ya, nanti di periksa," kata Vano.


"Sayang ini memalukan nanti akan di tanya apa keluhannya, aku jawab anu ku sakit dok, karena milik suami saya terlalu besar dan berotot. Kita akan menjadi bahan ejekan sayang."


"Hahaha yang kamu katakan benar juga, ya sudah kalau begitu. Kita berendam aja yuk, nanti pasti tidak akan sakit lagi," kata Vano.


"Mau tapi gendong aku," rengek Anita.


Dengan cepat Vano langsung membawa istri nya masuk ke dalam kamar mandi. Mereka berdua berendam bersama di dalam badhup yang berisi air hangat. Air hangat itu membuat tubuh Anita yang awal nya menegang kembali rileks. Anu nya juga sudah tiap terlalu perih lagi.


Vano sudah berhasil menikah dan sudah berhasil mendapatkan hak nya. Berbeda dengan Rakha yang masih harus bersabar, ia yakin penantian yang cukup panjang akan membuahkan hasil yang memuaskan juga.


"Sayang," ucap Rakha.


"Hay kamu pagi-pagi sudah bermain gitar saja," kata Anita.


"Hmmm iya sayang aku sangat berlatih keras karena saat pesta pernikahan kita aku akan bernyanyi beberapa lagu," ucap Rakha.


"Iya lah sayang aku berdoa semua kamu menjadi penyanyi yang terkenal, aku sangat suka memiliki suami yang terkenal seperti Justin bieber atau Bruno mars," kata Vivi.


"Hahaha semoga saja aku bisa melakukan nya. Sayang kamu mau nyanyikan jadi apa," ucap Rakha.


"Lagu apa ya, lagu apa saja yang penting aku mendengar suara merdu mu," kata Vivi.


"Hmmm lagu apa ya, aku cukup bingung bernyanyi di depan mu," ucap Rakha.


Rakha mulai memetik senar gitar nya. Ia bernyanyi dengan sepenuh hati nya. Melihat wajah Vivi membuat Rakha semakin bersemangat.


Rakha bernyanyi sangat merdu, Vivi saja sampai terharu dan terpanah saat mendengar suara indah Rakha. Ia tidak menyangka memiliki suami yang sangat pintar bernyanyi seperti ini.


"Aku tidak pernah bosan mendengar suara mu," kata Vivi.


"Kau pun tidak pernah bosan melihat wajah cantik ku sayang," ucap Rakha.


"Iya kamu gombal terus, gombal terus sampai sukses," kata Vivi.


"Hahaha iya iya iya, kamu tidak suka aku gombali sayang," tanya Rakha.


"Iya suka si, tapi jangan sering-sering juga, nanti jadi garing," jawab Vivi.


"Tidak mungkin, kamu dan aku tidak pernah akan ada kegaringan. Aku sangat mencintaimu sayang, Vivi kamu tau apa benda nya kamu dengan Kakek," tanya Rakha.


"Tidak tau, dan tidak mau tau. Kamu benar-benar Rakha bermulut manis. Berhenti menggombal atau aku akan mematikan sambungan video call ini," ancam Vivi.


"Hahaha iya sayang, Maafkan aku. Kamu tidak ingin membahas pernikahan kita," tanya Rakha.


"Sayang aku ingin pernikahan kita di percepat, aku sudah ingin hidup dengan mu berdua," kata Vivi.

__ADS_1


"Hahaha mana mungkin bisa sayang. Kamu ada-ada saja. Aku si mau nya aku langsung masuk ke hari pernikahan kita, sekarang malah kamu kam yang menggombal li ku" ucap Rakha.


"Itu lagi semakin tidak menyakinkan sayang, mana mungkin bisa seperti itu, hehehe sesekali tidak papa,"


"Kamu tidak ke rumah," tanya Rakha.


"Nanti aku akan ke rumah mu. Aku akan banyak bertanya dengan Anita tentang pernikahan nya," jawab Vivi.


"Oke aku tunggu kedatangan kamu," ucap Rakha.


Siang hari nya. Vivi sudah sampai di rumah Rakha, sebelum bertemu dengan Anita seperti biasa nya Vivi pacaran dengan Rakha terlebih dahulu. Mereka berdua juga membahas pernikahan mereka, semuanya harus perfect.


"Sayang kita bulan madu dimana," tanya Rakha.


"Di Bali saja lah, aku sangat ingin ke sana," jawab Vivi.


"Oh iya di Bali saja. Ada teman yang mau kamu Undang," tanya Rakha.


"Ada sayang, nanti kamu juga tau," jawab Vivi.


"Kamu mau mengundang siapa," tanya Rekha.


"Christian, Bella, Citra, Nila, Vira, mereka Teman-teman ku," jawab Vivi.


"Itu Christian bisa kamu hilangkan tidak. Jangan membuat aku marah," ucap Rakha.


"Sayang jangan begitu ah, dia sudah sangat baik. Kamu salah Kalau kamu cemburu dia datang seharusnya kamu senang karena kamu yang memenangkan hati ku. Dia datang sebagai tamu undangan yang tersakiti."


Rakha berpikir apa yang di katakan Vivi benar ada nya Christian akan datang sebagai tamu undangan yang tersakiti. Ia harus menjadi sombong karena diri nya lah yang memenangkan hati Vivi.


"Apa sudah," tanya Vivi.


"Sudah apa," tanya Anita.


"Sudah anu, apa sudah," tanya balik Vivi.


"Sudah lah, aku seperti dimakan hidup-hidup oleh nya. Rasa nya sangat sakit sekali, urat di tubuh ku seperti menegang secara bersamaan. Dan kamu harus tau saat benda besar panjang dan berotot itu memaksa masuk kedalam nyawa kamu terasa ikut tercabut," jawab Anita yang membuat Vivi sangat takut.


"Ahkkkk kamu membuat ku sangat takut Anita. Apa milik mereka berdua sama."


"Pasti sama lah, mereka satu genetik. Kau harus berhati-hati saja."" Anita semakin membuat Vivi ketakutan.


"Kamu tidak bohong kan," tanya Vivi.


"Untuk apa aku berbohong, sekarang aku masih sulit untuk berjalan," jawab Anita.


"Tapi Vivi bukan hanya rasa sakit, kau akan di bawa ke surga dunia. Rasanya benar-benar luar biasa. Kau akan seperti wonder momen," kata Anita.


"Aku sangat bersyukur setelah rasa takut yang kamu ceritakan ada juga rasa bahagia yang kamu cerita kan," ucap Vivi.


"Iya hehehe jangan takut semua rasa sakit yang kita rasakan akan terbayar kok, kau jangan khawatir akan," kata Anita.


Vivi membuka handphone nya. Ia mencari artikel malam pertama. Mata nya tertuju pada satu artikel yang sangat membuatnya penasaran.


"Foreplay juga bisa membantu menyiapkan tubuh sebelum penetrasi dilakukan, sehingga terhindar dari rasa nyer."

__ADS_1


"Iya itu harus kamu lakukan kata mas Vano agar tidak terlalu sakit," kata Anita.


Hari yang Rakha dan Vivi Nantikan sudah datang. Hari ini mereka akan menikah dan menjalani pesta hangat sangat besar. Meskipun masih sangat pagi rumah sudah di penuhi banyak orang. Mereka semua sedang membuat dekorasi yang sangat indah untuk pernikahan ini.


Sejak pagi juga Rakha dan Vivi sudah bersama, mereka berdua sudah seperti satu pasangan yang tidak bisa terpisah kan. Jika bukan karena pengawalan yang ketat tadi malam Rakha sudah membawa Vivi tidur di kamar Rakha.


"Sayang kamu sudah tidak sabar untuk nanti malam," tanya Rakha.


"Iya aku sudah sangat tidak sabar sayang. Aku sudah tidak sabar untuk nanti malam," jawan Vivi.


"Hahaha kamu tidak sabar untuk malam. pertama kita," tanya Rakha.


"Tidak sayang aku tidak sabar memakai gaun yang sangat indah. Aku juga tidak sabar melihat penampilan mu. Kata kamu, kamu akan berkolaborasi dengan teman mu," tanya Vivi.


"Oh itu iya benar nama nya Kevin nama istri nya Vira," jawab Rakha.


"Kamu akan nyanyi lagu apa," tanya Vivi.


"Cantik," Ucap Rakha.


"Lagu itu lagi," tanya Vivi.


"Hahaha bukan gitu sayang, maksud aku saat aku ucapkan cantik kamu saut Iya sayang. Seperti kemarin itu," jawab Rakha.


"Hahaha sudah bosan aku, sayang aku ingin makan tapi aku tidak boleh gemuk nanti gaun yang aku pakai tidak muat," kata Vivi.


"Hahaha sabar ya, nanti setelah acara selesai kamu bisa makan sangat banyak. Kalau makan sedikit seperti nya tidak akan menambah berat badan mu," ucap Rakha.


"Ayo kita ke lantai dasar, aku ingin makan makanan saat acara nanti malam," kata Vivi.


Di lantai satu Anita sudah makan dengan sangat banyak. Ia sudah sejak tadi berada di sana. Istrinya asik makan, tapi suaminya malah muntah-muntah itu lah pasangan Vano dan Anita. Karena kelelahan sudah beberapa hari ini Vano tidak enak badan.


"Ayah kenapa si," tanya Dylan.


"Aku tidak badan sudah sejak kemarin aku muntah-muntah terus."


"Mau ke rumah sakit," tanya Dylan.


"Tidak ah besok saja kalau masih tidak enak badan. Sekarang kan acara nya rakha tidak enak pada nya. Nanti dia khawatir pada ku, kau tau sendiri kan anak itu overthinking," jawab Vano.


"Ya sudah istirahat saja. Jangan meminta jatah dulu. Jangan banyak pikiran. Sekarang dimana istri ayah."


"Dia aku lepaskan. Kata nya sangat lapar. Jadi aku biarkan dia makan di lantai dasar. Sudah beberapa hari ini setiap malam dia memperk*sa ku," kata Vano.


"Apa!! hahaha ayah ada ada saja. Jadi sekarang Anita yang ketagihan," tanya Dylan..


"Iya tapi aku suka bagaimana dong. Punya istri muda memang cukup merepotkan."


"Hahaha aneh tapi nyata. Mungkin istri ayah lagi mengagumi senjata laras panjang milik keluarga Efron yang tidak ada tandingan nya," kata R


Dylan.


"Hahaha kau benar sudah ya aku masuk ke kamat dulu. Nanti kalau istri ku mencari ku katakan aku sedang di kamar."


"Iya yah, sudah lah sana, aku ingin meninjau seberapa bagus dekorasi pesta acara ini." Dylan pergi turun ke lantai dasar.

__ADS_1


__ADS_2