Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 164 S4


__ADS_3

Zayn sudah melepaskan atas nya, hanya tinggal bagian bawah yang belum terlepas. Nadya mulai merasa panik ketika Zayn malai membuka ikat pinggang nya. Nadya merasa ia belum sanggup untuk melihat semuanya.


"Tunggu sudah aku percaya dengan mu," ucap Nadya.


"Kau yakin percaya dengan ku," tanya Zayn.


"Iya aku percaya dengan mu, sudah jangan di lanjutan," jawab Nadya.


"Begitu dong, aku juga malu kalau di suruh melanjutkan nya," kata Zayn.


"Kau malu juga ya, aku kira kau benar-benar mau melakukan nya," ucap Nadya. by


"Hahaha jadi bagaimana," tanya Zayn.


"Aku akan melakukan nya dengan mu, tapi seperti yang aku katakan tadi aku tidak akan langsung melakukan nya. Aku harus terbiasa," jawab Nadya.


"Ya ya ya, aku dapat mengerti, sudah aku harus kembali ke kantor. Bereskan semua nya jangan sampai ada yang kotor," ucap Zayn.


Kenzo sudah mengemasi semua barang-barang nya. Hampir 5 koper baru semua barang nya bisa terangkut, Sonia dan Kenzo sampai merebahkan mereka ke atas kasur karena kelelahan.


"Aku sangat lelah," kata Sonia.


"Iya sayang, aku sangat lelah," ucap Kenzo.

__ADS_1


"Aku yakin satu hari kita tidak bisa membereskan semua nya di dalam rumah baru kita."


"Iya sayang, bagaimana kalau semua barang-barang kita di bereskan pelayan," kata Kenzo.


"Hmmm seperti nya tidak perlu, aku saja yang akan membereskan nya. Aku kurang percaya dengan orang lain. Kamar adalah privasi untuk kita berdua."


"Iya sayang kamu benar, nanti akan aku bantu," kata Kenzo.


Verrel dan yang lainnya sedang tertawa melihat hasil USG kelima anak Kenzo. Verrel tidak menyangka jika Kenzo bisa memberikan lima cucu yang sangat menggemaskan.


"Kata siapa mirip anak kucing, dia mirip dengan ku," kata Alvaro.


"Ayah dia mirip dengan kakek nya, bukan Buyut nya," kata Verrel.


"Hahaha iya yah, semua akan pensiun pada masa nya. Seperti kakek Alex yang sudah pensiun," kata Verrel.


"Iya sudah lah, sudah nasib ku," ucap Alvaro.


"Mana calon keponakan ku, aku ingin melihat nya." Vero berlari mendekati Alvaro dan yang lainnya.


"Lihat ini 5 keponakan mu, dan ini keponakan mu dari Kenzi," kata Verrel.


"Wah anak nya Kenzo sangat lucu, mirip hamster kalau anak nya Kenzi juga tidak kalah lucu mirip kucing."

__ADS_1


"Hahaha kau sama saja dengan Kenzi dan Kenzo, anak sendiri kau nistakan," kata Alvaro.


Vero melompat ke atas sofa dan langsung memeluk ayah nya. Ia mencium wajah Alvaro karena ia sudah sangat merindukan ayah nya ini, padahal hampir setiap hari ia bertemu dengan Alvaro. Hanya saja Vero jarang bermanja-manja lagi pada Alvaro.


"Ayah kau semakin tua saja," kata Vero.


"Hey kau tidak sopan, aku memang sudah tua, tapi aku masih hebat."


"Iya ayah kau benar, aku sangat merindukanmu yah. Malam ini aku tidur dengan mu," kata Vero.


"Hey bagaimana dengan istri mu, dia tidur dimana," tanya Alvaro.


"Ayah dia bisa tidur dengan mamah, ayah aku sudah sangat merindukan aroma ketiak mu, ayah aku mohon," jawab Vero.


"Ya sudah, malam ini kau tidur dengan ku." Sebenarnya Alvaro juga sangat merindukan anak manja nya itu.


Hari sudah semakin Sore. Si kembar memutuskan untuk membawa istri mereka pulang ke rumah. Barang-barang yang mereka kemasi tadi akan di antar oleh orang suruhan Verrel.


"Lain kali daddy akan berkunjung ke rumah mu."


"Iya dad, datang lah. Rumah ku sudah lunas kan?"


"Sudah aku lunasi, rumah nya tidak terlalu besar tapi harga nya sama dengan rumah ini," kata Verrel.

__ADS_1


"Hahaha interior dan isi nya mahal dad, ya sudah kami pulang dulu dad," kata Kenzi.


__ADS_2