
Kembali pada pasangan Axel dan Wilda yang sedang Hangat-hangat nya, mereka berdua sudah sampai di Efron grup, karena banyak orang Wilda menolak di gendong oleh Axel.
"Perlahan saja, jangan buru-buru," ucap Axel.
"Bukan nya tangan mu juga sakit," tanya Wilda.
"Sudah tidak tidak terasa sakit, aku masih kuat menggempur mu nanti malam," jawab Axel.
"Axel kenapa kau mesum, aku bukan bertanya tentang itu," ucap Wilda dengan wajah yang memerah karena menahan malu.
"Hahaha jangan malu, Wilda tubuh mu harum sekali, aku sangat suka."
"Jelas dong, aku kan habis perawatan," kata Wilda.
Di dalam ruangan nya, saat Wilda ingin menyiapkan semua nya, Tiba-tiba Axel menarik tangan Wilda sampai Wilda jatuh ke atas pangkuan nya. Dengan cepat Axel mencium bibir Wilda. Walaupun Wilda terkejut ia tetap menikmati ciuman dari Axel, pria dengan ciuman yang sangat mematikan.
"Ups maaf, aku menganggu ya," tanya Kenzo.
"Kau benar-benar mengganggu ku, ada apa," tanya Axel.
"Setelah ini ada rapat, aku hanya ingin memberitahu mu, maaf telat merusak momen ini," jawab Kenzo dan kembali menutup pintu ruangan itu.
"Sayang aku malu," ucap Wilda.
"Untuk apa kamu malu." Axel kembali mencium bibir Axel, kali ini ciuman nya membuat Wilda cepat kehabisan nafas.
"Sayang," ucap Wilda sambil mendorong tubuh Axel.
"Aku belum puas sayang," kata Axel.
"Kamu belum puas, aku mau mati, ya aku walaupun aku suka si" ucap Wilda.
Axel terkekeh mendengar ucapan dari Wilda, Axel memang sangat pandai membuat Wilda tersipu malu.
"Hahaha kamu sangat lucu sayang," kata Axel.
"Nanti malam apa kamu akan melakukan hal ini juga," tanya Wilda.
"Hehehe iya sayang, dari sini, sini dan sini Aku akan melahap nya semua," jawab Axel sambil menunjuk tempat yang akan ia cium.
__ADS_1
"Di situ juga, kamu tidak jijik," tanya Wilda.
"Hey hey, itu surga Dunia sayang, sudah jangan kamu pikirkan. Sekarang kita makan sebelum otak mu penuh dengan kemesuman," jawab Axel.
"Kamu yang membuat ku tidak jadi makan, sebelum kita makan, apa kamu masih berhubungan dengan Laura," tanya Wilda.
"Tidak sayang, terakhir aku bertemu dengan nya saat bersama kamu waktu itu, aku tidak akan selingkuh dari mu," jawab Axel.
"Aku percaya dengan mu, jangan rusak kepercayaan ku," ucap Wilda.
"Iya sayang," ucap Axel.
Axel tidak tau apa yang sedang menyelinap masuk ke dalam hati nya, ia seperti merasakan sesuatu yang berbeda ketikan dekat dengan istri nya. Apakah ini benih-benih cinta, Ntahlah hanya Axel yang dapat menterjemahkan perasaan ini.
"Sayang, ini sangat enak," ucap Wilda.
"Kau tau panggilan sayang yang aku ucap kan pada mu, tidak pernah aku sengaja, aku selalu dengan tidak sengaja mengucapkan kata itu, dan perasaan ku selalu berdebar," kata Axel.
"Berbeda dengan ku, aku sangat ingin membiasakan memanggil mu sayang, ntahlah aku sangat suka memakai panggilan itu," ucap Wilda.
"Hahaha kita berdua memang selalu berbeda," kata Axel.
"Tapi hati kita tetap sama," sambung Wilda.
"Untuk apa aku menggoda mu, aku hanya reflek saja," jawab Wilda.
"Ya sudah kamu lanjut kan makan saja, aku harus rapat bersama dengan yang lainnya. Jika kamu bosan kamu bisa masuk ke dalam kamar itu, di sana ada televisi," ucap Axel.
"Ruangan mu ada kamar pribadi," tanya Wilda.
"Iya ada, Rata-rata ruangan di lantai ini memiliki ruang pribadi. Para petinggi di perusahaan ini sangat bekerja keras, terkadang mereka tidak pulang dan memilih menginap di sini," jawab Axel.
"Sayang aku tadi melihat beberapa wanita seksi masuk ke dalam beberapa ruangan di lantai ini," kata Wilda.
"Itu biasa, mereka juga manusia, tapi mereka tidak boleh melakukan hal seperti itu di saat jak kerja, setelah selesai jam kerja, mereka akan pulang bersama para wanita mereka. Perusahaan ini tidak mengganggu privasi setiap petinggi perusahaan."
"Satu lagi, kenapa kamu tau semua nya, kamu kan baru saja masuk tadi pagi," tanya Wilda.
"Aku sudah di jelaskan semua nya sayang," jawab Axel.
__ADS_1
"Ya sudah pergi lah sana, aku akan menunggu mu," ucap Wilda.
"Iya istri ku yang banyak tanya." Seperti biasa nya Axel selalu mengecup dahi istri nya.
"Apa dia sudah mencintai mu Wilda, dia sudah sering memakai kata kamu sayang, dan selalu mengecup dahi ku, ahkkk kenapa aku jadi baper begini," batin Wilda.
Axel bergabung bersama yang lainnya di ruang rapat, untung saja Axel pintar dan dapat menerima semua penjelasan CEO mereka yaitu Verrel yang akan di gantikan Kenzo sebentar lagi.
"Gila Vero dan Kenzo benar-benar sangat luar biasa," ucap Axel.
"Mereka berdua jika di kombinasi kan memang menjadi sangat luar biasa," kata Adit.
Dari kecil sampai sekarang Kenzo memang sudah membuat Axel terkagum dengan kepintaran nya, Ia tau Kenzo tidak pernah belajar bertahun-tahun lama nya, tetapi Kenzo masih pintar saja.
"Aku iri dengan nya," ucap Axel.
"Kau iri apalagi papah, otak kita tidak akan sampai," kata Rizky.
Rapat perjalanan cukup lama, sekitar jam 5 sore mereka baru keluar dari ruang rapat. Axel dan yang lainnya langsung masuk ke dalam ruangan mereka masing-masing untuk bersiap-siap untuk pulang.
"Kau sangat bucin ya," ucap Kenzo.
"Diam lah, kau lebih bucin dari ku, kau dan kakak ipar pasti lebih parah dari ku," kata Axel sebelum berpisah masuk ke dalam ruangan masing-masing.
Semua makanan sudah tidak ada, Wilda juga tidak ada di dalam ruangan nya. Ia yakin Wilda berada di kamar yang ia katakan tadi.
"Sayang," ucap Axel sambil masuk ke dalam kamar itu.
"Sayang bangun sayang," ucap Axel sambil memeluk Wilda.
Bukannya bangun Wilda malah semakin nyaman dan membalas pelukan Axel.
"Hey nanti saja tidurnya, aku gendong pulang ya," ucap Axel.
"Sayang aku masih mengantuk," ucap Wilda.
"Sayang jangan sekarang, nanti saja tidur nya, nanti di rumah kamu bisa tidur dengan puas." Axel menggendong Wilda dan membawa nya keluar dari ruangan itu.
Sesampainya di rumah, Wilda dan Axel langsung masuk ke dalam kamar. Axel memilih untuk membersihkan diri nya sedangkan Wilda melanjutkan tidur nya yang terpotong tadi.
__ADS_1
Axel keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai kimono tanpa dalam. Sebenarnya ia ingin langsung memangsa Wilda tetapi karena melihat Wilda yang kembali tidur membuat Axel mengurangkan niat nya. Ia ikut tertidur di samping istri nya. Hitung-hitung menambah energi untuk nanti malam.
"Sabar Axel junior," ucap Axel.