Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 183 S4


__ADS_3

"No, kamu tidak mau," tanya Rakha.


Semua orang terkejut dengan jawaban Alice, Rakha mendapat penolakan untuk yang sekian kali nya. Begitu juga dengan Rakha yang hampir pingsan saat mendapatkan jawaban No dari Alice.


"Tidak menolak lagi Rakha, ya aku mau," jawab Alice.


Rakha langsung jatuh ke lantai seketika, jantung nya terasa meledak saat Alice menerima cinta nya. Alice menahan tawa nya saat melihat Rakha seperti manusia yang kehilangan tulang nya seketika.


"Rakha." Alice membantu Rakha berdiri dari atas lantai.


"Sayang jangan Rakha lagi," ucap nya sambil mendekati bibir Alice, tak lama mereka berdua mulai berciuman.


"Anak itu benar-benar ya," ucap Dylan.


"Aku kurang suka dengan pacar nya Rakha," kata Vano.


"Kenapa yah," tanya Dylan.


"Ntalah, aku kurang suka saja," jawab Vano.


"Ayah ini pilihan nya, jangan membuat nya sedih, dia sudah sangat lama menantikan momen ini," kata Dylan.


"Hmmm aku akan menyelidiki nya dulu."


"Aku mencintaimu sayang," ucap Alice.


"Aku sudah jatuh cinta sejak pertama kali bertemu dengan mu," kata Rakha.


"Sayang aku harus terbang, kita akan berpisah," tanya Alice.


"Iya seperti nya begitu aku sudah banyak menanggung kerugian Bandara karena aku sudah mengubah jam penerbangan," jawab Rakha.


"Aku masih ingin berdua dengan mu," kata Alice.


"Hahaha Lusa aku akan menjemput mu, aku sudah merencanakan pernikahan kita," ucap Rakha.


Alice hanya bisa mengangguk, ia tau jika menerima cinta Rakha berarti ia harus siap menikah.


"Kamu mau kan menikah dengan ku," tanya Rakha.


"Hmmm iya sayang, aku mau menikah dengan mu," jawab Alice.

__ADS_1


"Kita DP sekarang," tanya Rakha.


"Aku harus pergi sayang, tidak ada DP DP," jawab Alice.


Semua orang telah kembali pulang meninggalkan Rakha dan Alice. Rakha membawa Alice ke suatu ruangan sebelum ia melepaskan Alice terbang ke Belanda.


"Sayang maafkan aku," ucap Rakha.


"Untuk apa meminta maaf," tanya Alice.


"Pasti kamu kesal kan, malam itu aku langsung meninggalkan mu, aku tidak pernah menghubungi mu lagi dan langsung hilang tanpa kabar."


"Sebenarnya iya, aku sudah seperti kamu angkat naik tapi tiba-tiba kamu jatuhkan begitu saja," kata Alice.


"Hahaha ketika aku tau kamu akan ke Belanda. Aku langsung memikirkan bagaimana untuk menembak mu dengan cara yang luar biasa. Dah akhirnya semua yang aku rencana kan berjalan dengan lancar."


"Terima kasih sayang." Alice memeluk Rakha dengan erat.


"Alice sudah waktunya."


"Iya iya, aku pergi dulu, Terima kasih untuk semua nya. Aku menunggu mu di Belanda," kata Alice.


"Iya iya, seharusnya kau dengan ku, bukan dengan Alice."


"Malas kau pria bertulang lembek," kata Rakha.


...***...


Rian berjalan mendekati Monica yang sedang menjalani perawatan luka, mereka melakukan ini agar luka yang Monica alami tidak meninggalkan bekas luka yang berarti.


Sampai saat ini Monica masih belum sadar dari koma nya, sudah 3 hari berlalu tetapi tidak ada perubahan yang signifikan dari Monica. Dengan rasa penuh penyesalan Rian tidak pernah keluar dari ruangan tempat Monica di rawat. Ia beranjak pergi dari samping Monica jika hanya ingin mandi dan ke toilet saja.


"Sudah selesai dok," tanya Rian.


"Sudah selesai mas, doakan saja semoga istri anda segera sadar," jawab Dokter.


"Iya dok, Terima kasih," kata Rian.


"Sayang bangun lah, jangan seperti ini." Rian terus mencium tangan istri nya.


Sementara itu Zayn dan Nadya baru tau jika tetangga apartemen mereka terkena musibah. Sudah beberapa hari ini Zayn dan Nadya tinggal di rumah Aldy, itu sebabnya mereka berdua tidak tau apa yang terjadi pada Rian dan Monica.

__ADS_1


"Sayang kamu serius," tanya Nadya.


"Iya sayang, ini hari ke-tiga, kemarin Rian menghubungi ku kalau dia tidak bisa memasakkan kita. Aku pikir Rian sedang sibuk, ternyata istri nya kecelakaan. Aku baru tau dari Wilda," jawab Zayn.


"Kita akan datang ke sana," tanya Nadya.


"Pasti sayang, tapi ini sudah malam, besok saja setelah aku pulang kerja, aku akan langsung menjemput mu," jawab Zayn.


"Sekarang saja, aku hubungi Rian dulu, dia pasti belum tidur," kata Nadya.


"Hallo Nadya, maaf besok aku belum bisa memasakkan kalian," ucap Rian.


"Tidak Rian, aku hanya ingin bertanya apakah kalian bisa kami jenguk, maafkan kami yang baru tau kabar ini," kata Nadya.


"Oh iya, kalau ingin datang-datang saja. Aku akan mengirimkan alamat nya," ucap Rian.


"Iya Rian, kami akan berangkat malam ini," kata Nadya.


"Bagaimana sayang," tanya Zayn.


"Bisa, ayo bersiap-siap," jawab Nadya.


Zayn dan Nadya langsung berangkat setelah mereka bersiap-siap.


"Kalian mau kemana, bukan nya waktu untuk membuat cucu," tanya Aldy.


"Tidak yah, waktu nya besok. Kami ingin ke rumah sakit," jawab Zayn.


"Mau ke rumah sakit, untuk apa," tanya Aldy.


"Istri nya Rian kecelakaan, kami akan menjenguk mereka," jawab Zayn.


"Hati-hati, jangan pulang terlalu malam," kata Aldy.


Sesampainya di rumah sakit mereka berdua langsung menuju ke ruangan tempat Monica di rawat.


"Permisi," ucap Zayn.


"Masuk saja Zayn," kata Rian.


"Iya Rian." Mereka berdua sangat terkejut melihat kondisi Monica yang seperti itu. Mereka tidak menyangka Monica sampai seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2