
"Hei anom dimana kau? cepat lepaskan segel terkutuk ini, bocah itu membutuhkan bantuanku". Naga api terlihat meronta mencoba melepaskan diri dari segel 4 unsur.
Sabrang kembali terpental setelah terkena jurus pendekar itu.
"Kau pikir dengan memegang Naga api di tanganmu bisa mengalahkanku?". Aura di tubuh pendekar itu semakin pekat, bahkan Kertapati tak dapat menggerakan tubuhnya.
"Bagaimana manusia bisa mempunyai kekuatan sebesar ini?".
Tubuh Sabrang mulai diselimuti kobaran api merah, nafasnya sedikit tersenggal karena menahan rasa sakit dikepalanya yang kembali datang.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhku".
"Anom! Aku tau kau ada di sini, cepat lepaskan segel ini atau tuanmu akan tewas ditangan pendekar itu". Suara Naga api meninggi memanggil Anom namun tidak ada yang menjawabnya.
"Kurang ajar kau Anom!" Suara Naga api mengerang keras.
Pendekar itu kembali menyerang Sabrang dengan cepat membuat Sabrang sedikit kewalahan.
Mereka bertukar puluhan jurus dengan cepat, gerakan Sabrang perlahan dapat mengimbangi kecepatan pendekar itu berkat energi bumi yang digunakannya. Tubuhnya diselimuti Api merah yang semakin pekat membuat pendekar misterius itu menjaga jarak karena efek panas dari kobaran api merah.
"Tenaga dalam apa yang digunakannya? Api itu lebih merepotkan dari es tadi". Pendekar itu menyelimuti tubuhnya dengan tenaga dalam untuk meredam efek panas Naga api.
"Jurus api abadi : Tarian pedang api".
Sabrang menyerang dengan cepat setelah merasakan kecepatan pendekar misterius itu sedikit berkurang.
"Gawat kecepatanku sedikit menurun karena aku mengalirkan sebagian tenaga dalam untuk melindungi tubuhku dari api itu".
Pendekar itu melompat mundur mengindari serangan jurus Api abadi.
"Ilmu apa yang dikuasai Pangeran sebenarnya". Kertapati perlahan mulai bisa bergerak, dia memutuskan sedikit menjauh karena merasakan panasnya api si tubuh Sabrang.
Pendekar itu terpental beberapa langkah setelah berhasil menangkis serangan Sabrang.
"Efek serangannya sangat besar". Sabrang kembali menyerang pendekar itu dengan sekuat tenaga. Kini sedikit terlihat perbedaannya kekuatan diantara keduanya.
Sabrang mulai menekan Pendekar itu dengan jurus Api abadi miliknya.
Tubuh Sabrang tiba tiba menghilang dari pandangan dan muncul tepat dibelakangnya.
"Gawat!". Pendekar itu mencoba menghindar namun tidak sempat. Dia memutuskan mengalirkan tenaga dalam keseluruh tubuhnya untuk melindungi dari serangan Sabrang.
"Jurus Api abadi....." Belum selesai Sabrang merapal jurusnya tiba tiba tubuhnya terhenti. Tangannya memegang kepalanya merasakan sakit yang teramat sangat.
"Tapak Lembah siluman". Merasa mendapatkan kesempatan saat Sabrang memegang kepalanya pendekar itu langsung menyerang membuat Sabrang terpental membentur pepohonan.
"Pangeran". Kertapati langsung melesat kearah Sabrang mencoba memeriksa lukanya namun urung dilakukan karena panasnya api yang menyelimuti tubuh Sabrang.
"Anda tidak apa apa Pangeran?". Kertapati mengalirkan tenaga dalam keseluruh tubuhnya untuk mencoba mendekati Sabrang namun tetap tidak bisa meredam panas Naga api.
__ADS_1
Sabrang mengarahkan tangannya pada Kertapati memberi tanda untuk tidak mendekatinya. Dia mencoba mengatur nafasnya yang mulai tersenggal akibat serangan tapak yang diterimanya.
Melihat Sabrang terluka pendekar misterius itu tak menyianyikan kesempatan di depan mata. Dia melesat kearah Sabrang dengan pedang yang dialiri tenaga dalam.
"Kini Naga api itu menjadi milikku".
"Gawat Pangeran dalam bahaya". Kertapati memutuskan melompat menangkis serangan yang terarah pada Sabrang.
"Dasar hama pengganggu". Pendekar itu melepaskan aura dalam tubuhnya membuat Kertapati terlempar beberapa langkah.
"Mati kau". Saat serangannya hampir mengenai Sabrang tiba tiba tubuhnya terlempar jauh seperti terkena energi tak terlihat.
"Energi Bumi? bagaiman kau bisa menguasainya?". Belum selesai rasa terkejutnya tiba tiba Sabrang mulai bangkit.
Rasa sakit dikepalanya telah menghilang namun matanya masih berwarna merah.
"Aku harus cepat atau rasa sakit ini akan muncul lagi".
Sabrang terlihat merapal sebuah jurus sesaat sebelum tubuhnya melesat cepat kearah pendekar itu.
"Jurus Pedang Pemusnah Raga".
"Bagaimana gerakannya bisa secepat ini". Pendekar itu hanya mematung melihat sesosok tubuh yang diselimuti kobaran api merah mendekatinya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Namun tiba tiba seseorang dengan aura merah pekat bergerak cepat kearahnya dan menyergap tubuhnya dan membawanya pergi tepat sebelum jurus pemusnah raga mengenai tubuhnya.
Sabrang berusaha mengejarnya namun Naga api menghentikannya.
"Panca geni?". Sabrang mengernyitkan dahinya.
"Kau akan mengerti suatu saat namun untuk saat ini kau harus segara meningkatkan Ilmu kanuraganmu, munculnya pengguna Panca geni semakin menguatkan dugaanku akan bangkitnya Pedang pusaran angin".
Sabrang tidak memahami apa yang dikatakan Naga api namun dia tidak memutuskan bertanya lebih lanjut. Dia melangkah ke arah Kertapati yang tak sadarkan diri terkena jurus pendekar misterius itu.
***
"Tuan Maruta". Pendekar itu menundukan kepalanya tak berani menatap Maruta.
"Aku tau, kita tidak menyangka pengguna Naga api itu telah berkembang pesat". Ucap Maruta sambil mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh Jorda.
"Tapi bukankah ketua memerintahkan pada kita untuk memgumpulkan 4 pusaka Dieng untuk membuka gerbang kegelapan?".
"Untuk sementara kita mundur dulu, aku yang akan bicara pada ketua. Lembah siluman sedang berusaha membangun kembali kekuatan, aku tidak mau salah satu pendekar terbaik Lembah siluman tewas".
Saat sedang mengalirkan tenaga dalamnya tiba tiba darah mengalir dari hidungnya.
"Tuan anda terluka?". Jorda tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya.
"Pemusnah raga memang mengerikan bahkan Perisai Siluman pun tak dapat menahannya".
__ADS_1
"Sekuat itukah jurus yang digunakan anak itu?".
"Jurus itulah yang mengalahkan ketua ratusan tahun lalu namun sepertinya dia belum bisa menggunakan secara sempurna. Kita harus menyampaikan ini pada Ketua".
***
"Mentari perlahan membuka matanya, Aura di tubuhnya mulai terlihat walau masih samar. Kini wajahnya mulai nampak segar tidak seperti saat dia tiba di dikediaman Sumbi.
"Beristirahatlah sebentar untuk memulihkan tenagamu". Ucap Sumbi sambil duduk dihadapan Mentari.
"Ada yang harus kubicarakan denganmu". Sumbi menatap Mentari lembut.
"Kau yakin berkorban begitu besar demi pemuda pengguna Naga api itu?".
Mentari mengangguk pelan "Pangeran telah menyelamatkanku hidupku nek, sejak saat itu kuputuskan untuk mengabdi padanya".
Sumbi menggeleng pelan "Apakah kau tau betapa mengerikannya pedang yang dibawa anak itu?".
"Maksud nenek?".
"Naga api adalah salah satu dari 4 pusaka terkuat yang berasal dari Dieng. Pedang itu memiliki roh api didalamnya. Walaupun Pusaka itu jauh lebih muda dari 3 pusaka lainnya namun kekuatannya jauh diatas yang lainnya.
Konon ada sejarah kelam mengapa Pedang itu diciptakan. Naga api akan selalu berusaha merasuki siapapun penggunannya. Dia akan memanfaatkan amarah setiap manusia untuk bangkit dan membuat kekacauan. Jika anak itu berhasil dirasukinya bahkan dirimu pun tak akan segan dibunuhnya. Kau harus berhati hati dengannya, dia akan menipu penggunanya dengan mengakuinya sebagai tuannya.
Namun dibalik itu dia akan berusaha memakan jiwa penggunannya dan jika dia berhasil merasuki penggunanya dia tidak akan berhenti untuk membunuh sampai tubuhnya hancur.
Sebenarnya aku ingin mengubur Ajian lebur sukma bersamaku namun melihat tekadmu saat datang kemari aku ingin bertaruh padamu. Semoga kau bisa membuat anak itu sadar dan membuang pedang terkutuk itu. Semua belum terlambat selama Naga api belum merasukinya.
Jika dia tidak mau mendengarkanmu aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku".
Mentari mengernyitkan dahinya.
Sumbi menarik nafas dalam sebelum melanjutkan perkataannya "Aku ingin kau membunuhnya jika ada kesempatan".
Raut wajah Mentari berubah seketika mendengar permintaan Sumbi.
"Jika kau mencintainya maka kau harus mencegah tubuhnya dikuasai Naga api".
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
GIVE AWAY PEDANG NAGA API
TOTAL 100K PULSA ALL OPERATOR SETIAP BULAN BAGI PEMBACA SETIA PEDANG NAGA API DAN MANGATOON
PEMBACA YANG PALING AKTIF BERINTERAKSI PADA NOVEL PEDANG NAGA API BAIK DALAM BENTUK LIKE KOMEN SHARE DAN VOTE BERKESEMPATAN MENDAPATKAN PULSA SETIAP BULAN
Info lebih lanjut bisa dilihat di
@pedangnagaapi (Instagram)
__ADS_1
Pedang Naga Api (Fanspage)