Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Ilmu Rengkah Jiwa


__ADS_3

"Bagaimana kek Makannya enak?" Mentari tiba tiba duduk dihadapan Ki Gandana dengan wajah ceria.


"Kau memang paling bisa menyenangkan si tua ini. Ini pertama kalinya aku makan seenak ini". Ki Gandana tertawa puas dengan makanan masih penuh dimulutnya.


"Jadi kapan kakek akan mengangkat tuan muda menjadi murid" Mentari tersenyum licik.


Ki Gandana menghentikan makannya, dia menatap mentari.


"Kau harus bertanya dulu dengan si bodoh itu apa mau menjadi muridku".


"Kakek tenang saja klo dia tidak mau aku akan memaksanya".


Ki Gandana tersenyum kecil, kadang dia merasa jika gadis dihadapannya lebih menakutkan dari Sabrang. Bagaimana bisa anak keras kepala seperti Sabrang bisa mengikuti apa kemauan Mentari.


"Baiklah aku akan menyelesaikan makanku terlebih dahulu, beritahu dia untuk bersiap siap".


"Baik kek" dengan perasaan senang Mentari berlari mencari Sabrang.


"Hei tunggu dulu, aku ingin makanan ini dalam jumlah banyak setelah berlatih".


"Kakek jangan khawatir, aku akan memasak yang jauh lebih enak dari ini".


Ki Gandana tertawa melihat tingkah Mentari.


.............................


"Kemarilah, aku akan mengajarimu Ilmu yang kumiliki".


Sabrang melangkah ragu mendekati ki Gandana yang sedang duduk diatas batu.


"Kau tak perlu takut, aku tak akan memintamu lagi memusnahkan ilmu yang telah kau pelajari namun ku harap kau memegang kata kata yang kemarin kau ucapkan".


Sabrang mengangguk pelan, dia tidak memahami apa alasan Ki Gandana berubah pikiran namun dia melihat tidak ada niat jahat ki Gandana terhadapnya.


Sabrang duduk bersila dihadapan ki Gandana.


"Jurus Rengkah Jiwa*) adalah ilmu kanuragan tingat tinggi yang memiliki beberapa tingkatan" Ki Gandana menjelaskan beberapa tingkatan yang harus dilewati oleh Sabrang untuk mempelajari Jurus rengkah jiwa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**Jurus Rengkah Jiwa memiliki beberapa tingkatan untuk mencapai tingkat sempurna. Beberapa tingkatan itu adalah


Cakra Manggilingan

__ADS_1


Ilmu Brajawesi


Ilmu Langkah Dewa


Tinju Kilat hitam


Jurus Langit menekan Bumi


Rengkah Jiwa**


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Aku akan mengajari mu jurus dasar Rengkah Jiwa". Ki Gandana tiba tiba menotok beberapa bagian tubuh Sabrang membuat Sabrang sedikit terkejut.


"Kau tau nak sebenarnya semua manusia dianugrahi Tenaga dalam yang besar tersembunyi di bawah alam sadarnya. Dan itu bisa dibangkitkan dengan menggunakan ilmu Cakra manggilingan. Kau akan memiliki tenaga dalam yang berlipat jika mampu membangkitkannya".


"Empat letak pusat tenaga dalam terpendam yang mengatur seluruh fungsi tubuh dan metabolisme terletak di Puncak kepala, Kening, Daerah sekita jantung dan di dekat area pusarmu. Jika kau dapat memaksimalkannya maka tenaganya akan jauh lebih besar dari Naga Api".


Sabrang sedikit terkejut mendengar penjelasan Ki Gandana. Dia benar benar baru mengetahui bahwa ada tenaga dalam terpendam di bawah alam sadarnya.


"Sekarang pusatkan pikiranmu dan mulai belajar untuk menajamkan panca indramu, rasakan energi yang masih samar samar kau rasakan. Tarik perlahan dan alirkan keseluruh tubuhmu".


Ki Gandana mempraktekan apa yang dikatannya. Terlihat aura tenaga dalam mulai meluap dari tubuhnya bahkan Sabrang pun dapat merasakan tenaga dalam Ki Gandana yang meluap keluar melalui pori di tubuhnya.


Ki Gandana membuka matanya perlahan dan menatap Sabrang.


"Setiap manusia mempunyai Tenaga dalam yang berbeda. Cobalah, aku ingin melihat seberapa besar tenaga dalam mu".


Sabrang mulai menutup matanya kemudian dia berusaha berkonsentrasi dan mencoba menarik energi yang samar samar dapat dia rasakan di beberapa bagian tubuhnya.


Dia kemudian perlahan menarik energi tersebut dan mengalirkan keseluruh tubuhnya. Beberapa saat kemudian tubuhnya mulai merasakan ada energi besar yang mengalir.


Tiba tiba Ki Gandana terkejut melihat kobaran api perlahan mulai menyelimuti tubuh Sabrang. Dia mencoba mengambil jarak karena merasakan panas dari api tersebut.


"Bagaimana bisa ada Energi Naga api dalam tubuhnya? Bukankah pedang itu tidak ada dalam genggamannya? ".


Semakin lama tenaga dalam bercampur api semakin besar menyelimuti tubuh Sabrang, bahkan ki Gandana merasakan tekanan yang selama ini tidak pernah dia rasakan selama bertarung dengan pendekar kelas ahli lainnya.


"Tubuhku sampai terasa lemas mendapat tekanan ini, anak ini benar benar mengerikan. Gabungan tenaga dalam tersembunyi dan energi Naga api benar benar menghasilkan tenaga dalam yang luar biasa. Apa yang terjadi jika anak ini menguasai Jurus cakra manggilingan secara sempurna?".


Ki Gandana menggeleng pelan, dia mulai sedikit ragu mengajarkan ilmunya.


"Bagaimana jika anak ini menggunakan kekuatannya untuk hal yang tidak baik".

__ADS_1


Sabrang perlahan membuka matanya, tak lama kobaran api ditubuhnya perlahan menghilang.


"Kakek benar, aku merasakan tenaga dalam tak terbatas ada ditubuhku".


Ki Gandana masih mematung memandang Sabrang, dia merasa ada sesuatu dalam diri Sabrang yang entah apa namun sangat menakutkan.


"Kau sudah merasakannya? Itulah tenaga dalam tersembunyi yang selama ini ada didalam tubuh setiap manusia. Jika kau terus berlatih maka kau akan dapat mengendalikannya dengan sempurna".


"Aku cukup terkejut melihatmu berkeliaran di dunia persilatan dengan jurus tiruan. Kau bahkan belum menguasai jurus apapun selama ini. Jika bukan karena bantuan Naga api kau sudah lama tewas".


ki Gandana menggeleng pelan, dia tidak habis pikir bagaimana Suliwa membiarkan anak ini membawa pedang Naga api tanpa mengajarinya ilmu apapun.


"Apakah tenaga ini ada batasnya kek?".


"Tubuhmu yang mempunyai batas nak, jika kau memaksakan mengalirkan energi itu dalam jumlah besar maka tubuhmu tak kan mampu menerimanya. Perlahan urat nadimu akan putus dan tubuhmu akan hancur. Itulah kenapa semakin tinggi ilmu yang kau pelajari maka semakin besar efek yang akan diterima tubuhmu".


Sabrang mengangguk pelan, dia memang merasakan sendiri setelah menggunakan Jurus Pedang pemusnah raga, seluruh tubuhnya terasa sakit.


"Baiklah kini aku ingin kau melakukan sesuatu, pusatkan semua tenaga dalam di bagian perutmu. Lalu alirkan keseluruh tubuhmu dalam jumlah besar, usahakan menyelimuti seluruh tubuhmu hingga tubuhmu terasa sesak".


Sabrang mulai melakukan apa yang diperintah Ki Gandana. Dia mengalirkan tenaga dalam keseluruh tubuhnya. Kobaran api kembali menyelimuti tubuh Sabrang.


Ki Gandana berdiri dan tersenyum sesaat sebelum merapal sebuah jurus "Tinju Kilat Hitam".


Serangannya tepat mengenai Sabrang membuat tubuhnya terpental.


"Apa yang kakek lakukan?? Apa kakek ingin membunuhku?" Wajah Sabrang bersingut kesal.


"Inti dari jurus Rengkah Jiwa tingkat II Jurus Brajawesi adalah alirkan tenaga dalammu membentuk perisai yang melindungi seluruh tubuhmu. Jurus Brajawesi berkali kali lipat lebih kuat dari mainan es mu kemarin". Ki Gandana menatap Sabrang yang sudah dapat menguasai keterkejutannya.


"Bahkan tinju kilat hitamku tak mampu menembus perisai tenaga dalamnya padahal sudah kugunakan 30 persen tenagaku, sejauh mana kau akan berkembang nak?" gumam Ki Gandana dalam hati.


"Itu adalah jurus tingkat II Rengkah jiwa, aku hanya akan mengajarimu inti dari jurusku sisanya tergantung latihanmu. Seorang pendekar tak akan mampu menjadi yang terkuat jika selalu "disuapi" oleh gurunya, kau paham?".


Sabrang mengangguk pelan sambil menggaruk kepalanya. Dia memang tidak merasakan sakit terkena jurus Ki Gandana, dia merasakan tenaga dalamnya meredam efek serangan Tinju Kilat hitam.


"Pantas saja serangan Hujan pisau es utara ku kemarin tidak melukainya sama sekali".


"Kini saatnya menguji kemampuanmu dalam pertarungan sesungguhnya, percuma kau berlatih dengan keras jika tidak bisa menggunakannya di pertarungan sesungguhnya. Majulah" Ki Gandana telah bersiap dengan kuda kudanya.


Sabrang tersenyum kecut, dia merasa Ki Gandana selalu menyerangnya denga kata kata yang tajam.


"Baik kek, murid mohon petunjuk" Sabrang pun mulai merapal sebuah jurus.

__ADS_1


__ADS_2