
"Guru, Kertasura dari Iblis hitam ingin bertemu dengan anda". Tantri berdiri didepan pintu ruangan Wulan sari.
Wulan sari membuka matanya perlahan, aura putih yang menyelimuti tubuhnya perlahan menghilang.
"Iblis hitam? berani sekali mereka menginjakan kakinya di tempatku". Wulan sari segera beranjak menemui Kertasura, dia khawatir ada niat buruk dari Kertasura.
Saat memasuki ruang pertemuan Sekte teratai merah Wulan sari sudah merasakan tekanan yang luar biasa dari tubuh Kertasura.
Wulan sari membalas tekanan tenaga dalam itu dengan tenaga dalamnya.
Kertasura menundukan kepalanya saat melihat Wulan sari melangkah mendekatinya.
"Salam nona, maaf mengganggu anda".
"Ada perlu apa kau datang kemari?" Wulan sari berbicara ketus.
"Aku hanya ingin bicara pada anda dan tetua Suliwa". Kertasura tersenyum pada Wulansari.
"Kau ingin bicara dengan aura yang menekan seperti itu?" Ucap Wulan sari sambil tersenyum dingin.
"Ah maaf nona aku hanya berjaga jaga". Beberapa saat kemudian Kertasura menarik auranya kembali.
"Lebih baik kau pergi, tak ada yang perlu dibicarakan". Sikap Wulan sari yang tak bersahabat membuat Kertasura sedikit tersinggung.
"Nona, jika aku berniat buruk pada Teratai merah sudah dari kemarin aku menghancurkan sektemu. Aku berdiri disini berarti aku sudah tau letak sekte Teratai merah yang terkenal tersembunyi".
Wulan sari terdiam mendengar perkataan Kertasura. Apa yang dikatakan Kertasura ada benarnya jika dia ingin menghancurkan Teratai merah bukan hal sulit bagi Kertasura.
"Baiklah, ikuti aku". Wulansari berjalan menuju gua kegelapan diikuti Kertasura dibelakangnya.
***
"Lalu apa yang membawa ketua Iblis hitam sudi datang ke gua pengap seperti ini". Suliwa berbicara setelah Kertasura dan Wulan sari duduk.
"Kau sudah mendengar murid mu diserang oleh Lembah siluman?" Kertasura membuka pembicaraan.
"Sabrang di serang Lembah siluman?" Wulan sari terkejut mendengar perkataan Kertasura.
Suliwa hanya terdiam sambil memejamkan matanya sesaat, tak lama dia menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Anda tau artinya apa bukan?". Ucap Kertasura menatap Suliwa yang masih terdiam dihadapannya.
"Informasi apa yang kau ketahui tentang Dieng?". Suliwa berkata pelan.
"Aku yakin anda lebih tau tentang Dieng daripada aku. Lembah siluman mulai bergerak mengumpulkan 4 pusaka terkuat Dieng".
"Jadi kabar tentang keberadaan gerbang kegelapan itu benar?".
"Hanya itu alasan yang paling masuk akal saat ini tetua".
"Gerbang kegelapan?" Wulan sari mengernyitkan dahinya, dia menoleh ke arah Suliwa meminta penjelasan.
"Konon jauh di dalam Dieng terdapat sebuah lembah pelangi. Sebuah lembah yang dipenuhi bau belerang yang sangat menyengat itu kabarnya terdapat sebuah gerbang menuju dunia kekuatan tanpa batas. Gerbang itu hanya bisa dibuka jika menyatukan 4 pusaka terkuat dunia. Di sana konon terdapat sebuah pusaka yang dapat mengendalikan pikiran manusia. Kekuatan pusaka itu jauh lebih besar dari Naga api sekalipun.
Ku kira pusaka seperti itu tidak ada namun sepertinya semua kejadian ini semakin menguatkan jika tempat itu memang ada".
"Selain Pedang langitku dan Naga api dua pusaka lainnya tidak diketahui keberadaannya. Bisa jadi Pedang Pusaran angin dan keris penguasa kegelapan sudah berada ditangan mereka. Harapan kita agar gerbang itu tidak terbuka hanya padaku dan anak itu". Kertasura berkata penuh makna.
"Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?". Suliwa menatap tajam Kertasura.
"Aku ingin pedang itu diserahkan padaku".
"Itulah kenyataannya saat ini, anak itu bukan dirimu dia masih terlalu muda untuk memegang pedang itu. Hari ini dia berhasil mengalahkan pendekar Iblis pedang, siapa yang menjamin suatu saat pedang itu jatuh ke tangan Lembah siluman. Ku harap anda melupakan sementara permusuhan antara aliansi kita, jika pusaka itu bangkit kita semua akan berada dibawah pengaruh pusaka itu".
Suliwa tersenyum kecil sambil menarik nafas panjang.
"Kau meremehkan anak itu Kertasura, aku memiliki alasan memberikan pedang itu padanya. Bakatnya jauh diatasmu, jika dia telah mencapai tahap sempurna bahkan kau akan berlutut dihadapannya.
Dan siapa yang menjamin kau tidak akan menyerang aliansi aliran putih setelah mendapatkan Naga api. Kau tidak berfikir aku akan menyerahkan pedang itu bukan?".
"Anda terlalu berlebihan menilai anak itu, bahkan jika aku menginginkannya aku bisa merebut pedang itu sekarang". Suara kertasura sedikit meninggi setelah Suliwa meremehkannya.
"Kau mungkin pernah mendengar tubuh 7 bintang? Tubuh yang konon muncul setiap seribu tahun sekali itu dapat menerima semua efek jurus terlarang yang dipelajarinya dan kau tau ciri tubuh anak itu hampir sama dengan ciri tubuh 7 bintang. Jika benar perkiraanku anak itu memiliki tubuh 7 bintang maka ilmu kanuragannya akan berkembang tanpa batas.
Dia akan lebih menakutkan dari Lembah siluman sekalipun jika ilmunya sudah berkembang".
Kertasura terdiam mendengar perkataan Suliwa, dia memang pernah mendengar jika setiap seribu tahun akan lahir seorang pendekar tanpa tanding yang memiliki tubuh 7 bintang.
Tubuh 7 bintang adalah anugrah dari tuhan yang tidak bisa dipelajari dengan latihan apapun.
__ADS_1
"Ternyata kau telah mempersiapkan ini semua Suliwa, kini aku mengerti kenapa kau memberikan Naga api pada anak itu". Kertasura bergumam dalam hati.
"Jika kau mengatakan untuk melupakan sementara permusuhan kita itu dapat dilakukan dengan saling bertukar informasi mengenai Lembah siluman bukan dengan meyerahkan Naga api padamu". Suliwa tersenyum mengejek.
"Kau benar benar benar membuatku kagum sekaligus takut Suliwa, kau menceritakan semua ini padaku apakah kau tidak takut aku membunuh anak itu sebelum dia menjadi kuat?".
"Kau tak akan melakukannya Kertasura, kuakui saat ini kau adalah pendekar terkuat di dunia persilatan namun untuk menghadapi Lembah siluman kau membutuhkan bantuan semua orang termasuk anak itu".
Kertasura terdiam sesaat sebelum dia bangkit "Baiklah aku percaya padamu kuharap aliran putih akan baik baik saja". Kertasura tersenyum penuh makna.
"Kau mengancamku?" Suara Suliwa sedikit meninggi.
Kertasura yang sudah melangkah pergi berhenti sejenak dan menoleh kearah Suliwa.
"Karna kau telah menceritakan semuanya padaku akan kuberitahu sesuatu padamu sebagai imbalannya. Saat pertemuan di Sekte Tapak Es utara walaupun samar samar aku merasakan energi Ilmu terlarang Panca geni hadir disana. Kau tau siapa pemilik jurus itu? Berhati hatilah diantara sekte aliran putih yang hadir saat itu aku yakin Lembah siluman telah menyusup ke salah satu sekte aliran putih.
Panca geni hanya bisa dikuasai oleh pemilik tubuh 7 bintang dan anak pengguna naga api itu tidak menguasainya berarti diantara kalian ada seseorang yang menguasai Panca geni dengan tujuan tertentu namun dia belum mau menampakan diri karena suatu alasan. ". Kertasura tersenyum kecil kemudian menundukan kepalanya memberi hormat.
Suliwa terdiam menatap kepergian Kertasura, dia tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya.
"Tetua berhati hatilah, mungkin dia ingin mengadu domba aliran putih". Ucap Wulan sari sambil menatap suliwa.
"Tidak nona, aku tau kemampuan jurus pedang langit. Penggunanya dapat merasakan aura seseorang walaupun berusaha disembunyikannya. Jika saat ini ada yang bisa merasakan energi jurus terlarang itu maka Kertasuralah orangnya".
"Maksud tetua salah satu yang hadir dipertemuan Sekte tapak es utara saat itu adalah Lembah siluman?".
"Kecuali Teratai merah semua wajib kita curigai termasuk Sekte Pedang naga api milikku. Sepertinya kita akan memulai penyelidikan ini kembali dari awal nona. Aku berharap semoga Sabrang cepat berkembang menjadi kuat".
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
GIVE AWAY PEDANG NAGA API
TOTAL 100K PULSA ALL OPERATOR SETIAP BULAN BAGI PEMBACA SETIA PEDANG NAGA API DAN MANGATOON
PEMBACA YANG PALING AKTIF BERINTERAKSI PADA NOVEL PEDANG NAGA API BAIK DALAM BENTUK LIKE KOMEN SHARE DAN VOTE BERKESEMPATAN MENDAPATKAN PULSA SETIAP BULAN
Info lebih lanjut bisa dilihat di
@pedangnagaapi (Instagram)
__ADS_1
Pedang Naga Api (Fanspage)