Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Rahasia Lembah Merah


__ADS_3

"Kunci ilmu pengetahuan mereka ada disini". Ciha menunjuk tulisan di dinding sebelahnya.


(Penyatuan daratan yang kami lakukan menyibak tabir jika daratan indah ini dipenuhi gunung api bawah laut dan juga iblis terkuat bernama Banaspati yang tersegel di didasar bumi Nuswantoro. Rasa penasaran terhadap Banaspati membawa kami menemukan kitab paraton, sebuah kitab ilmu pengetahuan. Entah siapa yang menulis kitab itu namun kitab berisi semua ilmu pengetahuan itu membuat kehidupan Suku Hwuang ho berubah. Kami menciptakan peradaban tinggi disebuah dasar laut, sambil menyelidiki kebenaran Banaspati)." Jadi tempat ini dibangun menggunakan kitab paraton. Pantas saja Dieng dibangun dengan struktur yang sangat rumit". Ciha mengangguk anggukan kepalanya.


"Jika kitab paraton sehebat itu lalu siapa yang menulis kitab itu? bukankah di tulisan itu dijelaskan jika daratan ini tak berpenghuni saat mereka datang?". Tanya Lingga penasaran.


"Itu yang ingin aku cari tau, semoga batu tulis ini bisa menjelaskan semua misteri ini". Ciha kembali membaca tulisan itu.


"(Kitab paraton menjadi titik balik kemajuan sekaligus kemunduran Suku Hwuang ho karena di kitab itu terdapat banyak pengetahuan dan ramalan di masa depan. Kitab paraton menyebut sebuah tempat indah nan menakutkan bernama Telaga khayangan api. Sebuah tempat yang disebut akan menjadi saksi munculnya pusaka penakluk dunia bernama pedang Megantara. Sejak saat itulah, kami suku Hwuang ho terobsesi dengan telaga khayangan api. Entah tempat itu nyata atau tidak namun Kami mencoba membangun Dieng dengan gambaran deskripsi tentang Telaga khayangan api yang dijelaskan kitab paraton. Dieng adalah tiruan Telaga khayangan api. Kami yakin kitab keabadian langit dan bumi adalah kunci untuk menciptakan Pusaka Megantara. Ciha menarik nafasnya sebelum melanjutkan membaca.


"(*R**atusan pusaka telah kami ciptakan dengan memasukan roh roh suci namun belum ada yang mendekati kehebatan pedang Megantara yang digambarkan kitab paraton. Ratusan pertarungan kami lalui untuk menguji pusaka ciptaan kami , jutaan nyawa* suku lain yang mulai berdatangan ke Nuswantoro kami korbankan namun entah kenapa pusaka yang diciptakan di Dieng ini belum mampu mendekati kehebatan Pedang Megantara. Saat keputusasaan menghampiri, kami menemukan harapan baru. Sebuah petunjuk mengenai energi banaspati untuk membuat pedang Megantara)".


Madrim terdiam setelah terbukanya kenyataan kelam masa lalu mengenai suku Iblis petarung.


"Jadi Suku Iblis petarung menjadi liar dan kejam semua karena obsesi pada pusaka Pedang Megantara yang baru sebatas ramalan? Entah pedang itu benar benar akan muncul atau tidak". Ciha menggelengkan kepalanya, Dia benar benar tak mengerti dengan jalan pikiran Suku iblis petarung.


"Jadi pusaka pusaka yang sering muncul di sekitar Dieng dan kerap merasuki siapa saja yang memegangnya adalah milik mereka?". Tanya Madrim penasaran.


Ciha mengangguk pelan "Pusaka ciptaan mereka yang dianggap gagal menandingi pedang Megantara. Mereka tidak sadar jika pusaka pusaka itu yang selama ini menjadi sumber pertikaian di dunia persilatan".


"Bagaimana dengan 4 pusaka yang diciptakan Ken Panca?". Lingga kali ini ikut bicara.


"Sepertinya sama dengan pusaka lainnya, belum ada yang bisa menggambarkan kehebatan Pedang Megantara". Ucap Ciha pelan.


"Jika Naga api belum cukup kuat untuk menggambarkan kekuatan Megantara lalu sehebat apa pedang itu?". Madrim tampak terkejut mendengar ucapan Lingga. Dia tau betul seberapa kuat Pedang Naga Api.


"Aku tidak yakin karena pedang itu baru sebatas ramalan di kitab Paraton. Kita tidak tau apakah pedang itu akan benar benar muncul atau tidak namun ramalan ini mengatakan jika Pusaka itu akan muncul saat negeri Maja terbentuk". Ciha menunjuk gambar pohon maja dan beberapa gambar aneh lainnya yang dia belum bisa pahami.


"Negeri Maja?".


"Itu hanya perkiraanku karena pohon ini bentuknya sangat mirip dengan pohon Maja. Tulisan di Danau kehidupan juga sempat menyinggung tentang ramalan berdirinya Negeri Buah yang pahit. Jadi aku menyimpulkan nama negeri itu Majapahit. Namun seperti yang aku katakan itu baru sebatas ramalan, yang menbuatku sedikit takut adalah kalimat ini". Ciha membaca lanjutan tulisan di dinding gua.

__ADS_1


"(Kami tidak tau apakah membangkitkan kembali Banaspati suatu kesalahan atau tidak namun kita harus mengambil resiko demi Pusaka penakluk dunia Megantara karena pusaka itu harapan terakhir suku Hwuang ho. Hari ini sepertinya kami berhasil membangkitkan Banaspati jika Iblis api itu bisa ditaklukan maka tujuan kami hampir tercapai namun jika kami binasa tempat ini harus terus menjadi tempat penciptaan pedang Megantara kelak. Pusaka suling raja neraka berada di Gerbang kegelapan, siapapun yang menemukan tempat ini bukalah gerbang itu maka Pusaka Penakluk dunia akan menjadi miliknya". Ciha terlihat membuka kembali gulungan yang dibawanya.


"Sepertinya Suku Iblis petarung sudah tau jika kemungkinan mereka untuk mengalahkan Banaspati sangat kecil. Mereka membuat rencana cadangan dengan mengurung beberapa Pendekar terbaiknya di gerbang kegelapan agar suku mereka tidak punah. Tulisan ini dipersiapkan untuk mengarahkan siapapun yang menemukan Lembah merah ke gerbang kegelapan dengan iming iming Pusaka suling raja setan yang sebenarnya tidak pernah ada sejak awal. Kita diarahkan untuk membebaskan pendekar Iblis petarung yang terkurung disana. Jika mereka berhasil keluar dari gerbang kegelapan maka dunia persilata akan hancur". Ucap Ciha terbata bata.


"Dan akhirnya mereka tak mampu mengalahkan Banaspati?". Lingga menatap Ciha penasaran.


"Sepertinya begitu karena tulisan ini terputus sampai sini".


"Apa menurutmu Ajisaka juga dimanfaatkan oleh mereka?". Tanya Madrim.


"Bukan hanya Ajisaka tapi semua yang pernah mendapat perunjuk mimpi itu".


"Tapi apa mungkin orang yang terkurung di dalam gerbang kegelapan bisa mengirim petunjuk lewat mimpi?". Sabrang mengernyitkan dahinya.


"Jika melihat catatan ini, aku yakin jawabannya ada di kitab keabadian langit dan bumi namun yang jadi pertanyaan saat ini adalah dimana kitab itu berada".


"Mengabaikan pusaka pusaka terkuat demi pusaka dalam ramalan yang belum tentu ada. Sifat manusia memang aneh". Lingga tersenyum kecut. Kenyataan jika semua kekacauan yang terjadi didunia persilatan hanya karena ramalan tentang pusaka penakluk dunia membuat Lingga benar benar muak.


"Kita harus mengubur tempat ini selamanya namun sebelum itu aku masih ingin mencari petunjuk mengenai jurus rogo sukmo. Bagaimanapun kita harus mencari cara menghentikan Ajisaka. Jika kita tidak mengetahui mengenai rahasia ajian rogo sukmo berapa kalipun kalian membunuh Ajisaka dia akan terus hidup dengan berpindah pindah tubuh". Ciha terus membaca tulisan tulisan lain di dinding berharap menemukan sesuatu.


"Bagaimana jika kitab ajian rogo sukmo ikut terkubur di gerbang kegelapan?".


Ciha menggeleng pelan "Tidak mungkin. Jika Ajisaka mampu menguasai jurus itu aku yakin kitab ajian rogo sukmo berada di luar gerbang kegelapan".


"Beristirahatlah sejenak, kau terlalu memaksakan diri". Sabrang menepuk punggung Ciha. Dia merasa kali ini Ciha terlalu memaksakan diri.


Semua terdiam setelah mendengar ucapan Sabrang. Mereka akhirnya sadar, Sejak berhasil masuk Dieng belum sekalipun mereka beristirahat.


"Tempat ini sepertinya aneh". Sabrang bicara tiba tiba. "Kau tadi mengatakan jika tempat ini dipersiapkan untuk membuat pusaka bukan?".


Ciha mengangguk lemas, dia tidak terlalu menanggapi pertanyaan Sabrang.

__ADS_1


"Bagaimana mereka membuat pusaka diantara tumpukan mayat? sepertinya Iblis petarung memang suku yang aneh". Sabrang terlihat terkekeh membayangkan mereka membuat pusaka sambil menatap tumpukan mayat.


"Benar itu kuncinya!". Ciha kembali bersemangat.


Sabrang menggeleng pelan saat Lingga menatapnya dingin. Dia merasa kali ini tidak melakukan kesalahan apa apa.


"Membuat pusaka membutuhkan api yang panas, mereka tidak mungkin membuat pusaka di tempat kedap udara".


"Lalu?". Sabrang masih tak mengerti arah pembicaraan Ciha.


"Jika sejak awal tempat ini dipersiapkan untuk membuat pusaka, mereka membutuhkan sesuatu yang panas untuk menempa besi menjadi pusaka. Kantung kantung Magma dibawah kaki kita ini yang digunakan untuk menempa besi. Aku yakin ada ruang rahasia menuju kantung magma dibawah, kita harus mencari jalan ke kantung magma itu karena aku yakin rahasia ajian rogo sukmo ada di ruang pusaka". Ciha berjalan cepat ke dinding gua dan mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk.


"Sepertinya alam mengirimu untuk membimbing Ciha membongkar semua rahasia Dieng". Madrim tertawa puas.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Catatan Author :


Author cukup kaget Pedang Naga api bisa menembus 10 besar (Jika tidak kembali bergeser). Tidak pernah terpikir sedikitpun saat dua bulan lalu Author mulai menulis Pedang Naga api. Sebagai tanda terima kasih atas dukungan kalian, Malam minggu ini Author janji akan melakukan Crazy up. Di tunggu ya malem minggu.


Sebagai Ucapan terima kasih yang kedua Author akan membuka sedikit rahasia tentang Novel Api di Bumi Majapahit.


Pedang Megantara sebenernya Author ambil dari nama sebuah keris pusaka ciptaan Mpu Gandawisesa. Kesaktian keris ini membuat saya cukup kagum. Arti Megantara sendiri adalah Menyibak Surga. Akhirnya nama Megantara Author gunakan untuk menamai pusaka yang konon jauh lebih kuat dan liat dari Pedang Naga api. Dan....... Pedang Megantara akan menjadi salah satu pusaka yang muncul di Novel Api di Bumi Majapahit.


Pusaka ini akan muncul ditandai dengan berhasilnya Raden Wijaya menaklukan Jayakatwang dan mendirikan kerajaan Majapahit.


Selanjutnya akan ada kepingan kepingan petunjuk yang Author tabur di Novel PNA mengenai Api dibumi Majapahit. Tenang saja petunjuk petunjuk itu Author jamin tidak akan mengganggu jalan cerita PNA.


Apakah Telaga Khayangan Api benar benar ada? Jawabannya di Api di Bumi Majapahit (Iklan dikit hehe)


Terakhir mari nikmati misteri misteri lainnya yang perlahan mulai terbuka..

__ADS_1


Tetap jaga Kesehatan.


__ADS_2