Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Sekte Gunung Batu Menyerang III


__ADS_3

Ketika salah satu pendekar berhasil mendesak Wardhana dan hampir melukainya tiba tiba tubuhnya seperti terhisap, bergerak cepat dan berakhir dicengraman Sabrang. Wajahnya tampak terkejut saat dia merasakan seluruh energi ditubuhnya terhisap oleh Sabrang.


Dia meronta sesaat sebelum tubuhnya lunglai dan tak bernyawa.


Nalm yang sedang bertarung dengannya terpaksa mengambil jarak karena dia yakin jurus apapun yang digunakan Sabrang jelas sangat mengerikan.


Lingga yang sudah sering bertarung bersama Sabrang juga ikut terkejut, jurus itu mirip dengan Cakra manggilingan namun lebih mematikan.


"Jurus ini?". Sabrang bahkan terkejut dengan apa yang dia lakukan.


"Itulah tahap sempurna dari Cakra manggilingan, jika kau sudah mencapai tingkat akhir maka kau bisa menyerap apapun yang ada disekitarmu. Aku cukup terkejut kau bisa mencapai tahap itu nak" ujar Anom menjelaskan.


"Begitu ya" ucap Sabrang sambil memeperhatikan sekitarnya.


Lingga dan yang lainnya mulai memukul mundur para pendekar Gunung batu, sementara Lenny pun mulai bisa mengimbangi walau korban jatuh dipihak Hutan dalam tidak sedikit.


Yang menjadi pusat perhatian jelas Lingga, dia mengamuk seperti biasanya. Walau sudah lama mengembara bersama Sabrang dan Wardhana, jelas sisi kejam Lingga tak bisa hilang begitu saja.


Lingga bagai iblis pencabut nyawa yang tak terlalu perduli dengan Kumari kandam ataupun gua emas, selama dia bisa bertarung maka itu sudah cukup.


Sabrang hanya menggeleng pelan saat melihat aksi Lingga sebelum dia kembali menatap Nalm. Dia tidak terlalu mempermasalahkannya selama Lingga tidak mengganggu misi mereka.


Sabrang memejamkan matanya sesaat sebelum merapal sebuah jurus.


"Aku tak tau apa tujuanmu datang kemari namun jika itu adalah gua emas sebaiknya lupakan". Sabrang kembali menggunakan Cakra manggilingan untuk menghisap salah satu tetua yang berdiri dibelakang Nalm.


Nalm mencoba menarik tubuh salah satu tetuanya yang mulai terhisap namun tenaganya tak mampu menghentikannya.


Tubuh tetua itu melesat cepat kearah Sabrang. Saat tubuhnya sudah sangat dekat, tiba tiba Sabrang menarik pedang naga api kedepan dan langsung menghujam tubuh tetua itu. Dalam hitungan detik tetua itu hangus menjadi abu.


Tindakan kejam Sabrang ini bahkan membuat takut Lenny walau dia berada dipihak Sabrang. Dia sangat bersyukur Sabrang tak mempermasalahkan penyerangan yang dilakukan anak buahnya atau mereka akan hancur dalam sekejap.


Bukan tanpa alasan Sabrang berbuat kejam seperti itu, dia ingin memancing pendekar langit merah yang menurut Wardhana sudah menyusup di sekte Gunung batu.


Sabrang melepaskan auranya kembali saat bergerak menyerang Nalm.


Nalm mengumpat dalam hati karena dua tetua yang tersisa tidak berusaha membantunya. Mereka tentu berhitung kekuatan, bukan tindakan pintar mencoba mencari masalah dengan pengguna Naga api.

__ADS_1


Nalm yang tidak punya pilihan lain terpaksa menyambut serangan Sabrang.


Ketika keduanya mulai bertukar jurus, dua tetua lainnya tampak bingung. Disatu sisi mereka tak mungkin diam saja saat ketuanya dalam bahaya namun disisi lain jika mereka bergerak maka sama saja mengantar nyawa.


"Apa kita tidak membantunya?" tanya salah satu tetua.


"Apa kau gila? jika ketua saja tak sanggup menghadapinya bagaimana kau akan melawannya?".


Dalam beberapa tarikan nafas mereka telah bertukar belasan jurus. Dalam waktu singkat Sabrang sudah berhasil melukai Nalm.


Terlihat jelas perbedaan kekuatan diantara keduanya, Sabrang unggul dalam segalanya. Ajian Cakra Manggilingan terus menyerap energi disekitarnya yang membuat Sabrang seperti memiliki tenaga dalam yang tak terbatas.


"Siapa kau sebenarnya? apa kau mengincar gua emas juga?" tanya Nalm yang sambil terus menghindari serangan serangan berbahaya Sabrang.


Yang membuat bingung Nalm adalah jurus Pedang perobek langit miliknya yang selama ini menjadi andalannya menaklukan tanah Swarnadwipa seperti tak berarti dihadapan Sabrang, semua gerakan pedangnya seolah terbaca oleh Sabrang.


Situasi menjadi semakin rumit kala puluhan keris yang bisa muncul dari mana saja ikut menyerangnya.


"Apa yang sebenarnya dilakukan tengkorak merah" ucap Nalm menahan emosi, dia merasa dikhinanati karena sampai detik ini mereka belum terlihat.


"Apa kalian mau diam saja saat aku terdesak?" bentak Nalm pada dua tetuanya.


Serangan tiga pendekar Gunung batu berhasil sedikit menahan Sabrang walau tidak bertahan lama. Sabrang memaksakan mata bulannya untuk mencari celah pendekar itu, bagaimanapun mereka adalah pendekar kelas tinggi dan akan sangat merepotkan jika terus menyerang bersama.


Sabrang menarik keris yang berputar diudara ketika melihat celah yang ditinggalkan salah satu tetua itu untuk memancingnya menjauh dari dua pendekar lainnya.


Ketika pendekar itu melompat mundur Sabrang bergerak kearahnya dengan kecepatan tinggi. Pendekar itu terus berusaha menjauh namun tiba tiba tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa.


Saat matanya terfokus pada gerakan Sabrang dia tidak menyadari jika sebuah keris muncul dibelakangnya.


Melihat salah satu tetuanya roboh Nalm menjadi panik, dia mendorong tetua lainnya maju agar memberi dia waktu melarikan diri.


Tetua itu hanya bisa melihat sebuah keris meluncur cepat menembus tubuhnya.


"Kau ingin melarikan diri?". Sabrang bergerak cepat sambil melemparkan puluhan energi keris untuk menghambat gerakan Nalm.


"Sebainya kau kejar dia atau dia akan membakar hutan ini" perintah Arung pada adik seperguruannya.

__ADS_1


Emmy mengangguk pelan sebelum memisahkan diri dan mengejar Sabrang.


Sabrang terus menciptakan energi keris diudara dan menyerangnya. Serangannya kali ini berhasil memperlambat Nalm yang berlari sambil menghindari serangan Anom.


Ketika jarak mereka sudah semakin dekat, Sabrang melemparkan pedang Naga api.


Nalm yang mencoba menghindar tidak menyadari Sabrang sudah berada didekatnya.


Sabrang berhasil mencengkram lengan Nalm dan menariknya. Nalm berusaha menebaskan pedangnya namun bongkahan es lebih dulu membuat tubuhnya kaku.


Nalm hanya bisa melihat dua buah keris melesat dengan kecepatan tinggi kearahnya. Dia mengalirkan tenaga dalam keseluruh tubuhnya untuk menahan keris itu namun wajahnya menjadi buruk ketika dua keris itu bertambah menjadi puluhan saat menyentuh tubuhnya.


Nalm meregang nyawa dengan tubuh penuh lubang.


Tak lama Emmy muncul dengan wajah lega saat melihat Sabrang baik baik saja. Dia menatap ngeri tubuh Nalm yang penuh dengan lubang.


"Kau baik baik saja" tanya Emmy pelan.


Sabrang mengangguk pelan "Ayo kita kembali, masih banyak yang harus kita kerjakan" ucap Sabrang pelan.


***


Lenny menarik nafasnya saat berhasil menghabisi pendekar terakhir yang menyerangnya. Dia menatap sekitarnya ngeri, puluhan mayat pendekar Gunung batu bercampur dengan mayat suku Hutan dalam membuat pemukiman suku Hutan dalam bagaikan tempat pembantaian.


Lenny berjalan mendekati Lingga yang masih mematung, dia mengatur nafasnya dan memulihkan tenaga dalamnya.


Saat semua sedang sibuk dengan dirinya masing masing, Lenny diam diam menyerang Lingga. Dia merasa Lingga sangat berbahaya setelah melihat kekejamannya.


Saat dia mengeluarkan pisau dari balik pakaiannya dan siap mengerang Lingga, tiba tiba sebuah energi keris muncul dan menghantam pisaunya sampai jatuh.


"Sebaiknya kau bisa menjelaskan apa yang kau lakukan tadi atau akan aku pastikan seluruh anggota sektemu hangus terbakar" Sabrang muncul bersama Emmy sambil menatap tajam Lenny.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari ini Author mohon maaf karena ada keterlambatan terbit. Untuk PNA hari ini hanya terbit 1 Chapter karena saya ada sedikit kerjaan...


Hari ini, untuk pertama kalinya Api Di Bumi Majapahit menyalip Pedang Naga Api di Ranking Novel global.

__ADS_1


Saya cukup terkejut dan senang karena ABM baru setengah bulan terbit namun sudah bisa mengimbangi PNA yang sudah ratusan Chapter...


Terima kasih atas segala dukungannya....


__ADS_2