Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Serangan balik Wardhana Sang Naga Tidur dari Malwageni


__ADS_3

Wardhana menghentikan langkahnya saat dia berada didalam gua gerbang pertama. Dia mengamati seluruh ruangan dalam gua itu tanpa terlewatkan satu inci pun. Beberapa kali hidungnya terlihat mengendus sesuatu.


"Apa yang sedang dilakukan tuan Adipati?". Ucap Nilam sari setengah berbisik pada Lembu sora. "Bukankah seharusnya kita harus cepat mencari tuan Sabrang?".


"Percayalah nona, jika ada orang yang paling khawatir tentang keselamatan Yang mulia Raja saat ini, tuan Adipati lah orangnya namun dia selalu bertindak dengan kepala dingin dalam situasi segenting apapun. Dia sedang berusaha menyelamatkan nyawa kita semua nona, sebentar lagi anda akan mengerti mengapa dia dijuluki Naga yang sedang tertidur. Mungkin Ilmu kanuragannya jauh dibawah yang lainnya namun dialah otak dibalik kekalahan terbesar Majasari beberapa saat lalu".


Pandangan Wardhana berhenti disebuah batu tulis yang ada disudut gua. Dia melangkah mendekati batu itu dan mengamatinya sebelum pandangan matanya mengarah ke kolam kecil yang berada tak jauh dari batu itu. Wardhana mendekati kolam itu dan mulai membaca tulisan di kolam itu.


Wardhana terlihat mengernyitkan dahinya dan sesekali menggeleng pelan. Wajah tenang Wardhana seolah menetralkan suasana tegang yang menyelimuti mereka semua. Mereka sadar jika tempat yang mereka masuki saat ini adalah tempat paling berbahaya di dunia namun kehadiran Wardhana bisa membuat mereka sedikit tenang.


"Sora". Suara pelan Wardhana mengagetkan Lembu sora. Dia bergegas mendekati Wardhana dengan sedikit menundukkan tubuhnya.


"Ada apa tuan?". Ucap Lembu sora pelan.


"Aku ingin membagi pasukan menjadi 3 tim, Tim pelacak akan dipimpin oleh tetua Bahadur. Tim kedua adalah tim penyelamat, aku ingin tuan patih yang memimpin. Yang terakhir tim Eksekusi, aku yang akan memimpinnya sendiri". Ucap Wardhana pelan. Dia memejamkan matanya sesaat sebelum memanggil mereka semua.


Wardhana kemudian menjelaskan mengenai rencananya dan pembagian tim yang telah disusunnya.


"Anda bisa membaca tulisan itu?". Tanya sora bingung.


Wardhana mengangguk pelan "Tulisan palawa biasa digunakan di kitab kitab seni perang jaman dulu. Aku mempelajari Aksara Palawa karena ingin membaca kitab seni perang". Ucap Wardhana.


"Apakah kalian mencium bau belerang?". Tanya Wardhana.


"Aku tidak yakin tuan namun sekilas saat masuk tadi memang aku memang merasa mencium bau belerang". Jawab Nilam sari.


"Benar, itu belerang". Wardhana mengambil batu dan menggambar sesuatu di tanah. "Kalau perkiraan ku tidak salah tempat ini berdekatan dengan gunung api bawah laut. Batu tulis ini memperingatkan tentang bangkitnya orang bermata biru muda dan aku yakin Yang mulia raja sedang mencegah kebangkitan mereka. Aku tidak tau siapa mereka namun yang jelas mereka sangat berbahaya, jadi hindari pertempuran langsung dengan mereka jika tidak terpaksa. Jika terpaksa harus berhadapan dengan mereka hindari bertarung ditempat yang sempit karena tempat ini telah melatih mereka bertempur ditempat sempit. Pancing mereka di tempat terbuka dan usahakan untuk tetap berkelompok".


"Orang bermata biru?". Wijaya mengernyitkan dahinya.


"Itu yang dijelaskan oleh seseorang yang bernama Ken Panca di batu ini tuan patih. Siapapun mereka aku yakin mereka adalah mahluk yang sangat pintar. Mereka membangun tempat ini dengan perhitungan yang sangat detail". Wardhana kembali menggambar sesuatu di tanah.


"Batu ini menjelaskan sesuatu mengenai kerasukan dan aura biru, jadi selama didalam sini gunakan kain atau apapun untuk menutup hidung dan mulut kalian agar tidak dirasuki oleh sesuatu. Tempat ini sepertinya dibangun didekat gunung api bawah laut untuk tujuan tertentu namun ini bisa menguntungkan kita. Aku berencana meledakkan tempat ini selamanya". Wardhana memberi tanda lingkaran pada beberapa gambarnya.


"Kantung kantung magma akan terus memproduksi lahar panas dan mendorongnya sampai meletus. Aku yakin yang membangun tempat ini sudah memperkirakan itu. Mereka pasti membuat lubang lubang kecil di setiap tempat yang dilalui urat urat magma untuk meredam agar tidak terjadi ledakan. Jika lubang lubang resapan itu tertutup aku yakin akan memicu ledakan besar. Kita akan memanfaatkan itu untuk meledakan tempat ini.


Aku akan membagi tim menjadi 3 kelompok, tim pertama adalah tim pelacak yang akan dipimpin tetua bahadur. Carilah lubang lubang resapan dan tutup rapat menggunakan batu atau sejenisnya. Carilah di tempat tempat yang terasa hangat dan tercium bau belerang yang pekat. Tim kedua akan dipimpin tuan patih sebagai tim penyelamat. Cari siapa saja yang selamat termasuk Yang mulia raja dan evakuasi melalui jalur ini". Wardhana menggaris panjang gambarnya.

__ADS_1


"Tim terakhir aku akan memimpinnya sendiri untuk masuk lembah merah. Batu tulis ini mengarahkan ke lembah merah untuk mengetahui rahasia tempat ini dan aku yakin Yang mulia berada di sana. Terakhir aku membutuhkan bantuan beberapa orang untuk berjaga di sini dan membuat jalur evakuasi darurat".


"Jalur evakuasi darurat?". Tanya Wijaya pelan.


Wardhana mengangguk pelan "Tempat ini berada dibawah laut, kita tidak tau kapan gerbang ini akan kembali tertutup jadi kita perlu rencana cadangan andai tempat ini tertutup. Buat jalur pendakian di tebing ini atau apapun untuk jalur evakuasi. Jangan lupa untuk menandai setiap tempat yang telah kalian datangi dengan tanda silang lingkaran agar tim pelacak mengetahui keberadaan kita. Kita akan berkumpul lagi disini besok malam jadi bergerak cepatlah. Jika tidak ada yang ditanyakan kita akan langsung bergerak sekarang. Berhati hatilah, tempat ini sangat mengerikan". Tutup Wardhana.


Nilam sari terdiam dan takjub melihat Wardhana bisa menganalisa dan membuat rencana ditempat yang baru pertama didatanginya.


"Dia bisa membuat rencana yang sangat detail dan memberi gambaran mengenai tempat ini hanya dalam waktu singkat? Malwageni mempunyai orang orang yang mengerikan". Gumam Nilam sari dalam hati.


Wardhana kemudian membagi beberapa orang dalam kelompok sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka.


"Ayo kita pergi dan ledakan tempat ini selamanya". Ucap Wardhana sambil melangkah pergi bersama timnya.


"Dia bahkan membagi kelompok sesuai dengan kriteria dan keahlian kita masing masing. Ternyata benar kabar yang kudengar jika Majasari mendapatkan kekalahan terbesar sepanjang sejarah berdirinya kerajaan itu oleh taktik seni perang milik Naga yang tertidur milik Malwageni". Nilam sari berdecak kagum.


Wardhana memimpin rombongan dengan perasaan campur aduk.


"Ku harap anda selamat Yang mulia, akan kupastikan tempat ini hancur selamanya". Dia mengepalkan tangannya.


Ditengah pertarungan sengit Kertasura, Madrim dengan Pendekar Iblis petarung, Ciha tersentak kaget saat kobaran api tiba tiba menyelimuti tubuh Sabrang. Ciha sudah berusaha sekuat tenaga untuk memberi pertolongan pada Sabrang termasuk meminumkan Air kehidupan yang dia bawa dari Danau kehidupan namun Sabrang belum juga pulih.


Ciha semakin khawatir karena tubuh Sabrang tiba tiba diselimuti kobaran api.


"Tak perlu cemas, Naga api sedang berusaha menyelamatkannya". Suliwa muncul sambil memapah Lingga Maheswara.


"Anda?". Ciha tidak mengenali pria tua yang bicara padanya.


"Namaku Suliwa, bisa dikatakan anak ini adalah muridku". Ucap Suliwa pelan.


"Pulihkan luka dan tenaga dalammu segera, kita tidak punya banyak waktu". Suliwa meletakkan tubuh Lingga di tanah.


"Aku tau". Jawab Lingga singkat sambil terus memperhatikan Sabrang. "Mau sampai kapan kau seperti itu terus bodoh!". Umpat Lingga dalam hati.


"Bagaimana keadaannya?". Suliwa mendekati Sabrang, dia menggeleng pelan melihat luka bekas tusukan ditubuh Sabrang yang menembus sampai punggung.


"Kesadarannya terus menurun tuan, semua gara gara kesalahanku". Ciha masih merasa bersalah pada Sabrang.

__ADS_1


"Dengarlah, semua kejadian ini bukan kesalahanmu. Apa yang terjadi disini tidak ada yang bisa memperkirakannya. Jika kau merasa bersalah padanya maka lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan hidupnya bukan meratapi seperti ini".


Ciha terdiam mendengar nasihat Suliwa. Dia kembali tersadar dari rasa frustasinya selama ini. Apa yang dikatakan Suliwa benar, jika ingin menebus kesalahan maka selamatkan Sabrang.


"Apa tuan punya cara untuk menyelamatkannya?".


Suliwa menarik nafas panjang "Aku tidak tau ini akan menyelamatkannya atau malah membunuhnya namun kita harus mencoba semua kemungkinan".


Suliwa mencoba menyentuh kobaran api ditubuh Sabrang. "Tuan, itu akan sangat panas". Ciha memperingatkan Suliwa.


"Aku beberapa kali berurusan dengan api ini". Ucap Suliwa sambil menyentuh kobaran api.


Awal tangannya menyentuh kobaran api, Tangan Suliwa terasa sangat panas dan terbakar. Dia mengalirkan tenaga dalamnya untuk menekan rasa panasnya. Namun tak lama sesuatu terjadi, tiba tiba panas kobaran api itu perlahan menghilang. Suliwa tidak merasakan panas sama sekali walau tangannya berada dikobaran api.


"Aku sedang sibuk tua bangka! jika kau tidak mempunyai solusi untuk anak ini sebaiknya kau pergi atau akan kubakar kau sampai habis". Tiba tiba terdengar suara dipikiran Suliwa.


"Lama tak jumpa Naga api, kau banyak berubah sejak bersama anak ini".


"Tak usah basa basi, Jiwa anak ini seperti hilang, aku tidak merasakan energinya lagi. Anom sedang berusaha menjaga energi kehidupannya tetap ada ditubuhnya atau anak ini akan tewas".


"Tidak ada jiwanya? Jangan jangan...". Suliwa segera memeriksa tubuh Sabrang.


"Apa kau punya cara menyelamatkan anak ini?". Tanya Naga api.


"Ada satu cara untuk menyelamatkan anak ini namun aku harus bicara padanya?".


"Bicara padanya, sepertinya aku tidak bisa mengabulkannya?". Naga api tersentak kaget.


"Kita tak punya banyak waktu Naga api". Ucap Suliwa serius. Naga api terlihat terdiam. Dia bukan tidak bisa membantu Suliwa bertemu dengan jiwa Sabrang namun tidak mau karena akan membahayakan Sabrang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sesuai janji hari ini akan ada 3 Chapter rilis PNA.. 2 Chapter sisa akan Author up habis buka puasa seperti biasa....


Terima kasih atas dukungannya dan tetap dukung PNA lewat Like, komen dan Vote...


Selamat bermalam minggu....

__ADS_1


__ADS_2