Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Kekuatan Iblis Pencabut Nyawa II


__ADS_3

"Melawan pengguna Tatar sukma memang selalu merepotkan, dia akan menyerap seranganmu dan menggukananya kembali untuk menyerangmu. Namun itu tidak berarti di hadapan kekuatanku, sayang suliwa menyegelku".


Sabrang melompat mundur beberapa langkah dan langsung membuat tameng Es, tubuh Asoka kini tepat berada dihadapannya.


"Tapak penghancur" serangan tapak Asoka kembali menghantam perisai es yang dibuat Sabrang.


"Mau sampai kapan kau berlari seperti tikus?". Asoka kembali menyerang tanpa memberi kesempatan Sabrang untuk bernafas.


"Apa tidak ada cara lain? bagaimana dengan Jurus pedang pemusnah raga?". Tubuh Sabrang terpental mundur dan jatuh ke tanah. serangan Tatar sukma hampir mengenainya jika dia terlambat membuat perisai tenaga dalam.


Sabrang batuk darah, walaupun dia sempat membuat perisai tenaga dalam namun efek serangan Tatar sukma benar benar dahsyat.


"Jika kau gunakan jurus pemusnah raga maka tubuhmu akan hancur karena efek pemusnah raga sangat besar dan dia akan memanfaatkannya untuk menyerang mu kembali".


""Tarian Rajawali" Sabrang kembali mencoba menyerang Asoka kali ini, jika dia terus tersudut maka cepat atau lambat tubuhnya akan tumbang.


"Percuma kau menyerangnya bocah" Suara naga api meninggi.


"Kalau aku terus bertahan hasilnya sama saja" Sabrang meningkatkan kecepatannya. Kobaran api ditubuhnya kembali membesar.


Asoka menahan serangan Sabrang dengan pedang yang dialiri tenaga dalamnya.


"Trang" benturan pedang terjadi di udara, Sabrang terpukul mundur namun dengan cepat kembali melesat menyerang.


"Jurus Pedang penghancur tulang" Serangannya mengenai pedang Asoka, namun kali ini serangannya berhasil membuat Asoka terpukul mundur.


"Tarian Iblis pedang" Sabrang tidak menyianyiakan kesempatan dihadapannya. dia melesat cepat dan muncul tepat didepan Asoka.


Pedangnya menghantam tubuh Asoka membuatnya terseret jauh.


Sabrang mengernyitkan dahinya dia menyadari sesuatu.


"Jurusku kali ini mengenainya?"

__ADS_1


Sabrang melompat mundur mengambil jarak dengan Asoka.


"Kau menyadarinya bocah?" Naga api kembali berbicara.


Sabrang mengangguk pelan.


"Jeda 5 detik setelah dia menyerap serangan ku tubuhnya tidak dilindungi Tatar sukma, artinya 5 detik itu tubuhnya tidak memiliki pelindung tenaga dalam".


"Benar kesempatanmu hanya 5 detik setelah serangan pertama untuk mengalahkannya".


Asoka bangkit memegang perutnya "Kecepatannya tidak berkurang sama sekali, seberapa besar sebenarnya dia memiliki tenaga dalam?".


Asoka mengatur nafasnya, serangan Sabrang tadi mampu melukainya.


"Gunakanlah Pedang pemusnah raga pada serangan kedua, aku akan meminjamkan kekuatanku".


"Baiklah kita coba".


Sabrang kembali melesat cepat, terlihat Pedang naga api mengeluarkan kobaran Api yang semakin besar.


"Jurus Pedang Penghancur tulang" Tiba tiba Sabrang muncul di sisi kiri Asoka.


"Sejak kapan?" Asoka melompat mundur namun pedang Naga api sempat menggores lengannya.


"Masih kurang" Sabrang kembali meningkatkan kecepatan dengan memanfaatkan kekuatan Naga api.


Tubuhnya melompat diudara "Tarian iblis Pedang" serangan cepat Sabrang tak mampu dihindari Asoka dan tepat mengenai tubuhnya.


"Dia melompat mundur beberapa langkah namun Sabrang telah muncul dibelakangnya.


"Tinju Kilat hitam" Tubuh Asoka terpental mundur. Darah segar mengalir ditubuhnya.


"Kau!!" Asoka menatap tajam Sabrang.

__ADS_1


"Aku sudah mengetahui kelemahan jurusmu" Sabrang tersenyum menatap Asoka.


"Lima detik setelah serangan pertama adalah kelemahan jurus Tatar sukma, tak kusangka anak itu menyadarinya" Ki Gandana bergumam dalam hati.


Sabrang kembali menyerang dengan kecepatan penuh. Asoka merapal sebuah jurus sebelum bergerak menyambut serangan Sabrang.


"Walaupun kau tau kelemahan jurus ini tapi tak akan merubah apapun".


"Tapak penghancur" Serangan cepat Asoka mengarah ke tubuh Sabrang, namun beberapa detik sebelum serangannya mengenai sasarannya tubuh Sabrang menghilang dari hadapannya.


"Bagaimana bisa dia memiliki kecepatan seperti ini".


"Hujan pisau Es utara" Serangan Sabrang menghantam tubuh Asoka, membuat Sabrang terpental beberapa langkah.


Tubuhnya kembali menghilang sebelum muncul di atas Asoka dengan pedang terhunus.


"Pedang Pemusnah Raga" Tak sampai satu detik Sabrang telah muncul dihadapan asoka dengan tebasan pedangnya membuat Asoka terlempar jauh.


"Inikah kehebatan Jurus Pemusnah Raga?, Efeknya benar benar menghancurkan Tatar sukma" Ki Gandana menggelengkan kepalanya.


"Gaya bertarungnya hampir mirip orang itu, siapa sebenarnya anak ini".


Asoka mencoba bangkit namun kembali terjatuh, tubuhnya telah hancur terkena serangan Sabrang.


"Pada akhirnya aku kalah oleh pemuda ini" Asoka tersenyum sinis.


Sabrang melangkah mendekati Asoka yang terluka parah. Dia mengaliri Pedangnya dengan tenaga dalam.


"Kau boleh menghinaku sesuka mu tapi tidak dengan Ayahku".


"Cakar besi Pheonix" tiba tiba sesosok tubuh bergerak cepat menyerang Sabrang sesaat sebelum dia mengayunkan pedangnya, namun serangannya mengenai perisai Es yang menyelimuti Sabrang.


"Aku tidak dapat menyadari kehadirannya, siapa dia?" Ki Gandana menajamkan matanya kearah sesosok yang menyerang Sabrang.

__ADS_1


"Tak kusangka kau pengguna jurus Es Utara" Seorang pria paruh baya berdiri dihadapan Sabrang.


"Singa emas?" Ki Gandana tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya.


__ADS_2