Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Kebangkitan Kembali Lembah Siluman


__ADS_3

"Anda sudah akan pergi Pangeran?" Wijaya bersama Wardhana dan Lembu sora menghadap Sabrang yang akan berpamitan.


Sabrang mengangguk pelan "Aku harus pergi Paman, Jika demikian rencana paman Wardhana dua purnama lagi aku akan menemui paman di sini. Aku ingin paman Wijaya memimpin misi kali ini, berikan laporan setiap perkembangan padaku. Aku akan pergi ke arah selatan, paman bisa mencariku kearah sana".


"Baik Pangeran".


***


Sabrang melanjutkan pengembaraanya bersama Mentari ke arah selatan. Kali ini dia lebih banyak diam.


Setelah melalui beberapa masalah selama pengembaraannya terutama selama berurusan dengan Majasari dia menyadari jika kekuatah buka segalanya.


Taktik dan strategi tidak kalah penting dalam keberhasilan suatu peperangan.


Dia melihat bagaimana Wardhana bisa sangat lihai mempermainkan dan menjebak pasukan Majasari walaupun kalah jumlah.


Gerakannya sangat sulit di baca baik oleh kawan maupun lawan. Hari ini dia menyadari satu hal bahwa ilmu kanuragan saja tidak cukup untuk memimpin pasukannya merebut Malwageni. kekuatan Politik dan dukungan dari kerajaan lain diperlukan untuk menekan Majasari.


"Tuan baik baik saja?" Mentari membuyarkan lamunan Sabrang.


"ah iya aku baik baik saja nona hanya saja aku sedang banyak pikiran".


"Apa yang anda lakukan sudah benar tuan, anda tidak dapat menanggung beban ini sendirian. Semua punya beban dan peran masing masing yang harus dilakukan"


Sabrang menatap Mentari dan tersenyum lembut, entah sejak kapan gadis ini bisa berperan sebagai penasihatnya.


***


(Sekte Kelelawar Hijau)


Seorang pria muda keluar dari sebuah penjara diiringi beberapa pendekar berbadan tegap. Walaupun terlihat paling muda diantara lainnya namun pendekar mereka terlihat segan terhadap pemuda tersebut.


"Pastikan Ketua tidak melarikan diri, aku tidak ingin penobatanku sebagai Ketua Kelelawar Hijau berantakan". Pria muda tersebut berbicara pada salah satu pendekar yang berjalan disampingnya.


"Baik tuan, beberapa pendekar ahli telah aku tempatkan di sekitar penjara itu".

__ADS_1


Mereka memasuki sebuah ruangan yang telah disambut oleh seorang gadis.


"Selamat datang tuan Batara" Gadis tersebut menundukan kepalanya pada pemuda tersebut.


Batara mengangguk pelan kemudian duduk di tempat yang disediakan gadis tersebut diikuti beberapa pendekar yang ikut.


"Kau boleh pergi Harnum" Gadis tersebut mengangguk kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan.


"Ilmu kanuragannya telah kumusnahkan namun masih banyak anggota sekte yang masih setia pada ketua, akan sangat berbahaya jika dia melarikan diri sebelum penobatanku beberapa hari lagi".


"Baik tuan akan kami pastikan semua berjalan lancar sampai hari penobatan anda".


"Apakah ada kabar dari Iblis hitam?".


Semua yang hadir terdiam dan memandang Batara, Salah seorang pendekar yang bernama Mahasyura memberanikan diri bertanya.


"Apakah tuan yakin akan bergabung dengan aliansi Iblis hitam? Selama ini Kelelawar hijau merupakan salah satu simbol Sekte aliran putih di tanah Saung galah".


"Kau lupa jika ketua telah "menghilang" dan aku yang akan menggantikannya?, Siapapun yang menentang kebijakanku akan bernasib sama dengan si tua itu".


Tubuh Batara perlahan mengeluarkan aura aneh yang membuat seluruh yang ada di ruangan terdiam tak berani membantah satu katapun.


Mahasyura sebenarnya ingin membongkar kekejaman Batara pada tetua lainnya dan mengatakan jika Bahadur tidak menghilang melainkan di tahan dipenjara khusus namun dia tidak berani mencari masalah denga Batara.


Ilmu kanuragan Batara benar benar diluar akal sehatnya, bahkan Bahadur yang merupakan pendekar yang disegani dibuat tak berdaya olehnya.


"Aku tidak peduli terhadap aliran putih atau hitam kepentinganku hanya membawa kelelawar hijau menjadi sekte nomor satu di Nusantara. Setiap perubahan membutuhkan pengorbanan dan Bahadur akan dikenang sebagai titik awal kebangkitan Kelelawar hijau". Batara menatap para pendekar yang ada dihadapannya.


"Kita dibesarkan di Sekte ini, tentu kalian ingin melihat Kelelawar hijau maju pesat dan saat ini yang bisa memberi jalan pada kita adalah Iblis hitam. Kuharap kalian mendukungku".


Semua yang hadir hanya mengangguk tanpa berani menjawab Batara.


Batara melangkah ke sebuah ruangan kecil setelah para pendekar meninggalkan ruangan tersebut. Terlihat sebuah kotak kecil tersimpan rapi di sudut lemari penyimpanan.


Dia mengambil kotak tersebut dan membukanya, Sebuah kitab ilmu pedang tersimpan didalamnya. Batara melangkah dan duduk di kursi tak jauh dari lemari penyimpanan.

__ADS_1


"Ilmu pedang penghancur iblis memang mengerikan, bahkan sudah bertahun tahun aku belum bisa menguasai tahap akhir jurus ini".


"Jika aku bisa menguasainya dengan sempurna Bahkan Kertasura pun dapat aku kalahkan".


Batara meletakan kitab yang ada ditangannya kemudian duduk bersila dan mulai memejamkan matanya.


Tubuhnya tiba tiba melayang diudara kemudian mengeluarkan aura aneh berwarna ungu. Sebuah pedang muncul dari gumpalan aura ungu tersebut dan melayang mengelilingi Batara.


Beberapa kursi disekitarnya hancur tiba tiba seperti terkena tebasan pedang.


Namun tak lama sesosok bayangan masuk ke ruangan dan menyentuh tubuh Batara membuat aura ungu di tubuhnya menghilang dengan cepat. Seolah seluruh aura tersebut tersedot ke tubuh sosok tersebut.


Batara membuka matanya dan memberi hormat pada sosok yang tersenyum dihadapannya.


"Kau masih belum bisa menguasai tahap akhir jurus itu, bakatmu sungguh menyedihkan" Pria tersebut menatap tajam Batara.


"Aku mohon maaf guru, aku akan berusaha secepatnya menguasai jurus ini sehingga tidak mengecewakan guru".


Pria tersebut mengangguk pelan, "Lembah siluman meminjamkan kitab itu bukan cuma cuma, kau harus bisa menguasai ilmu itu secepatnya untuk mendukung rencana penaklukan dunia persilatan. Sejak pengguna Pedang Naga Api menghilang beberapa puluh tahun lalu, penghalang terbesar kita saat ini hanya sekte Iblis hitam dengan Jurus pedang langitnya".


"Bagaimana dengan aliran putih guru?" Batara bertanya pelan.


"Saat ini kekuatan mereka jauh melemah sejak Sekte Pedang naga api mengundurkan diri dari dunia persilatan, mereka tidak masuk perhitunganku".


"Aku mengerti guru, aku berusaha mendekati Iblis hitam dengan bergabung bersama aliansinya untuk mengukur seberapa besar kekuatannya".


"Kau harus berhati hati jangan sampai mereka menyadari kebangkitan kembali Lembah Siluman sampai Ketua dapat menyempurnakan ilmunya".


"Baik guru".


Tubuh pria tersebut perlahan menghilang dari pandangan Batara.


***Sekali lagi saya mengharapkan dukungan teman teman semua baik dalam bentuk like maupun Vote 🙏


Kunjungi juga novel ke dua Saya berjudul

__ADS_1


"Tentang kita (Komedi Romantis)"


Terima kasih dan semoga sukses selalu untuk kita semua***


__ADS_2