Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Ambisi Daniswara


__ADS_3

"Di mana Ciha?". Birawa bertanya setelah melihat Andaru tampak melangkah sendirian di belakang Daniswara. Andaru terbiasa bersama Ciha jika ada pertemuan pertemuan penting.


"Sejak pagi dia tidak terlihat ketua, mungkin sedang memeriksa segel udara karena pagi ini sudah dua kali segel itu kembali bereaksi". Andaru melirik kearah Daniswara yang duduk disampingnya.


Birawa hanya mengangguk pelan tak melanjutkan pertanyaannya karena ada hal penting yang harus dia sampaikan.


"Bicaralah Andaru". Ucap Birawa.


"Perkembangan akhir akhir ini sangat mengejutkan dan juga sedikit menakutkan. Apa yang ditakutkan tuan Panca sepertinya benar benar terjadi. Lembah siluman kembali bangkit dan aku yakin mereka kembali mengincar Suling Raja setan itu.


Aku ingin mengingatkan kembali tugas Bintang Langit saat kita sama sama membentuknya dulu dan perjanjian untuk mengharamkan mempelajari Ilmu kanuragan bagi Bintang langit".


"Kau menuduhku mempelajari Ilmu kanuragan?". Suara Daniswara meninggi.


"Apa aku menyebut namamu? aku hanya mengingatkan untuk semua anggota bintang langit".


"Kau...". Daniswara menatap tajam Andaru.


"Cukup". Birawa menggebrak meja sebelum kembali melanjutkan perkataannya.


"Ku harap kau menjaga emosimu Daniswara, semua orang diruangan ini mendengar jika Andaru tidak menyebut namamu!".


Daniswara terdiam dengan tangan mengepal, dia menatap tajam Andaru yang tak memperdulikan reaksinya.


"Kita semua tau jika Lembah siluman adalah sekte yang dibentuk oleh Mahendra, murid dari tuan Ken panca. Ribuan tahun lalu dia berkhianat dan membawa pergi kitab Panca geni. Tuan Panca akhirnya membunuhnya namun Mahendra ternyata telah menguasai ilmu panca geni dan meminum air kehidupan.


Saat itu tuan Panca meminta bantuan kita untuk tetap menyembunyikan Dieng dengan segel yang kita miliki. Apa yang ada didalam gerbang kegelapan lebih menakutkan dari Suling raja setan sekalipun.


Kini Lembah siluman telah muncul kembali ke dunia persilatan aku yakin cepat atau lambat Mahendra akan mencari kita karena saat itu dia tidak menguasai segel kehidupan. Mungkin Panca geni dapat menghambat efek air kehidupan namun tidak selamanya, dia membutuhkan segel kehidupan untuk menghilangkan efek itu. Jika dia bisa menghilangkan efek air kehidupan saat itu aku takut dia tidak akan terkalahkan".


"Jadi kita hanya perlu memusnahkan segel kehidupan? bukankah kau terlalu melebih lebihkan masalah Andaru". Ucap Daniswara ketus.


"Tidak sesederhana itu". Andaru menarik nafas perlahan sebelum kembali melanjutkan perkataannya "Tadi pagi segel udara ku merasakan kekuatan Dieng ada disekitar sini".


Birawa tersentak kaget mendengar ucapan Andaru.


"Kau yakin dengan ucapanmu?". Birawa menatap tajam Andaru.


Daniswara ikut terkejut mendengarnya namun dia berusaha terlihat biasa untuk mengindari kecurigaan.


"Aku sangat yakin ketua, segel udara selalu diperbaharui setiap hari tak mungkin segel itu salah mendeteksi".


"Lalu jika orang itu berasal dari Dieng bagaimana bisa dia masuk kemari tanpa terdeteksi oleh segelmu".


"Aku tidak tau ketua namun yang kutakutkan bukan orang luar yang masuk kemari tapi sekte bintang langit lah yang diam diam mempelajari ilmu kanuragan".


Sesaat setelah Andaru selesai bicara tiba tiba Daniswara bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Kau benar benar keterlaluan Andaru, menuduh salah satu dari kita sebagai pengkhianat. Bagaimana jika ternyata kau sang penkhianat itu dan mencoba melemparkan kesalahan pada kami". Daniswara berteriak pada Andaru.


"Kau tidak bisa bersikap tenang Daniswara?". Birawa menatap tajam Daniswara.


"Aku sudah muak dengan semua perkiraan perkiraan kalian yang belum tentu benar". Selesai berkata demikian Daniswara pergi meninggalkan pertemuan itu.


Saat Andaru ingin mencegah Daniswara pergi, Birawa melarangnya.


"Ketua...". Andaru mencoba meminta penjelasan atas tindakannya.


"Biarkan saja dia pergi, saat ini jika perkiraan mu benar orang yang paling mungkin berkhianat adalah Daniswara. Aku ingin kau dan Astaguna memikirkan cara menghadapinya jika dia benar benar mempelajari ilmu kanuragan Dieng. Orang penuh ambisi seperti Daniswara akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya".


"Satu satunya yang dapat membantu kita saat ini hanya Naga api, aku yakin siapapun yang dipilih Naga api sebagai tuannya dia bukan orang sembarangan. Yang kutakutkan hanya Segel 4 unsur milik Daniswara, dia bisa meredam kekuatan Naga api sementara waktu".


***


"Kita harus bertindak malam ini atau Andaru akan membongkar rencana kita, segel udara ini lama lama bisa mendeteksi ilmu kanuragan ku ". Daniswara berkata pada Arjanta.


"Tapi tuan, apakah and tidak terlalu terburu buru?".


"Jika kita terus menunda maka Birawa akan mengetahui rencana kita".


Daniswara melangkah pergi bersama Arjanta kediaman Andaru.


***


"Ada apa?". Andaru bertanya dari balik pintu.


"Ketua tuan Daniswara ingin bertemu anda". Salah seorang muridnya berkata dari luar.


"Daniswara? ada perlu apa dia malam malam begini?". Andaru mengernyitkan dahinya.


"Antar dia ke aula pertemuan, aku akan segera menyusul". Andaru mengambil sebuah pedang kecil dan menyelipkan di dalam pakaiannya.


"Baik ketua".


Andaru melangkah masuk kedalam aula pertemuan dan menemukan Daniswara bersama Arjanta sedang membicarakan sesuatu sebelum menghentikan pembicaraannya saat melihat Andaru kendekati mereka.


"Ada perlu apa kau malam malam begini?". Andaru masih mencoba ramah setelah ketegangan pertemuan siang tadi.


"Ah aku hanya perlu meminta maaf padamu atas kejadian siang tadi". Daniswara tersenyum ramah.


"Malam malam begini?". Andaru menatap curiga.


"Sebenarnya selain minta maaf ada yang ingin aku bicarakan denganmu Andaru".


"Katakan". Andaru duduk disebuah kursi diruangan itu.

__ADS_1


"Kau tau kita semua sebenarnya dianugrahi bakat yang luar biasa ditambah tubuh abadi, aku merasa kita menyianyiakan semuanya jika hanya menjadi penjaga gerbang Dieng. Kita adalah orang orang terpilih Andaru tak sepantasnya kita hanya seperti ini. Sudah ribuan tahun kita menepati janji pada Panca, sudah saatnya kita ikut masuk dunia persilatan".


"Aku tau kemana arah pembicaraanmu, memanfaatkan bakat kita tak harus masuk dunia persilatan. Dengan menjaga Dieng tetap tersembunyi kita akan menyelamatkan dunia ini Daniswara. Bakat yang dimiliki Bintang langit memang ditakdirkan menjaga kedamaian dunia persilatan. Apa kau bisa bayangkan jika dunia persilatan tau keberadaan Dieng berapa nyawa akan melayang?. Tugas kita memastikan semua bergerak sesuai dengan jalurnya. Apa yang ada di Dieng akan membuat dunia ini hancur". Ucap Andaru pada Daniswara.


"Tapi jika kita menjadi kuat bukankah sama saja? Kita bisa menjaga Dieng dengan kekuatan kita?".


"Apa kau yakin sesuatu yang ada di Dieng tidak akan merasukimu?. Sudahlah Daniswara lupakan semua ambisimu sebelum kau melangkah terlalu jauh".


Daniswara menggeleng pelan "Kau seharusnya tidak keras kepala seperti muridmu".


"Kau tau dimana Ciha?". Raut wajah Andaru berubah setelah mendengar ucapan Daniswara.


"Tenang saja, kau akan segera menemuinya". Tiba tiba aura merah meluap dari tubuh Daniswara.


"Kau? Bagaimana bisa menguasai Panca geni?".


Saat Andaru hendak mengeluarkan pedang di pakaiannya tiba tiba Daniswara sudah berada didekatnya dan menghantam perutnya dengan keras.


"Ternyata memang kau yang membuat segel udaraku bereaksi tadi pagi".


"Aku sudah memberimu pilihan Andaru namun kau terlalu keras kepala". Daniswara menggeleng pelan.


"Apa kau pikir anak buahku akan diam saja melihatmu berbuat seenaknya?". Andaru mencoba menggerakan tubuhnya namun tidak bisa.


"Kau pikir sampai saat ini kenapa anak buahmu tidak ada yang datang kesini?". Daniswara terkekeh.


Andaru segera menyadari sesuatu, dengan teriakan mereka tadi seharusnya anak buahnya sudah datang.


"Kau bahkan menguasai segel kabut milik Astaguna, ternyata sudah lama kau merencanakan ini".


Segel kabut berfungsi untuk mengecoh penglihatan dan menyembunyikan suatu tempat. Daniswara menggunakan segel kabut untuk mengecoh anak buah Andaru sehingga mereka hanya melihat aula itu kosong.


"Ketua tidak ada diruangan?". Salah satu anak buah Andaru berlari masuk kedalam aula pertemuan.


"Aku yakin dia tadi bersama tuan Daniswara di sini". Anak buah lainnya menyahut.


"Mungkin ketua pergi mencari Ciha bersama tuan Daniswara".


Andaru dapat mendengar semua perkataan anak buahnya namun dia tidak bisa berbuat apa apa tubuhnya benar benar tidak dapat digerakan.


"Segel udaramu sangat merepotkan Andaru, sebenarnya kau orang pertama yang ingin aku ajak kerjasama namun kau terlalu keras kepala".


"Bawa dia ke ruang tahanan bawah tanah dan pastikan dia tidak bisa meloloskan diri. Aku akan menemui ketua dan mengabarkan jika Andaru dan Ciha melarikan diri dari Sekte bintang langit untuk bergabung dengan Lembah siluman".


"Baik ketua". Arjanta mengangguk pelan.


"Kau benar benar telah tersesat terlalu jauh Daniswara". Andaru berkata pelan sesaat sebelum kesadarannya mulai hilang.

__ADS_1


__ADS_2