Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Ajian Ulat Sutra Abadi


__ADS_3

Seorang pria berusia sekitar tiga puluh tahun tampak duduk bersila di pinggir sungai sambil memejamkan matanya. Sekilas tak ada yang aneh dengan sungai yang berada tepat ditengah hutan nan indah itu namun jika diperhatikan lebih jelas, ada aura aneh yang melindungi sungai itu.


Tak jauh dari tempat pria itu bersemedi, sebuah pedang yang berwarna kemerahan terlihat menancap pada batu besar.


Pria itu tiba tiba membuka matanya saat pedang dihadapannya bergetar sebelum terbang dan berputar di udara seolah terusik oleh sesuatu.


"Mendekat lah, dia hanya sedikit terusik dengan kehadiranmu," ucap pria itu pelan sambil mengarahkan tangannya ke udara dan menarik pedang itu kembali ke batu besar yang ada di hadapannya.


"Ratih memberi hormat pada Ketua, maaf jika menganggu latihan anda tapi ada yang hal penting yang harus aku sampaikan," ucap seorang wanita sopan sambil berjalan mendekat.


"Apa dia sudah sadar?" tanya pria itu lembut.


Perempuan itu mengangguk pelan, "Seperti yang aku sampaikan kemarin, walau tubuhnya masih cukup lemah tapi lukanya sudah mulai membaik," jawab Ratih pelan.


"Begitu ya... bahkan pendekar medis terbaik kita pun membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka dalamnya, kemampuan anak itu benar benar mengejutkanku," pria itu menggeleng pelan sambil memegang bahunya yang masih sedikit terasa sakit akibat menahan serangan Sabrang.


"Tuan..." Ratih menghentikan ucapannya seolah sedang mengumpulkan keberanian untuk bertanya.


"Aku tau banyak pertanyaan didalam kepalamu tentang keputusanku untuk muncul lebih cepat di dunia persilatan dan menyelamatkan pendekar itu, tapi untuk saat ini itulah yang terbaik," jawab pria itu sambil tersenyum.


"Apa anda sengaja memberi peringatan pada dunia persilatan jika kelompok Latimojong masih hidup?"


"Kau semakin pintar Ratih, tak salah aku memilihmu sebagai ketua kelompok Dewi Latimojong," balas pria itu lembut.


"Tapi ketua, anda baru saja keluar dari dimensi ruang waktu dan tubuh anda belum benar benar pulih, bukankah ini justru akan membahayakan diri anda sendiri andai mereka benar benar bangkit kembali?" balas Ratih khawatir.


"Dia sudah bangkit, aku bisa merasakan energinya walau dia berusaha menyembunyikannya."


"Tapi, bukankah ibu anda dulu sudah menyegelnya di dimensi ruang dan waktu? tidak mungkin dimensi itu dibuka kecuali oleh..."


"Bukan dia yang dikurung Ibu di dimensi ruang dan waktu tapi aku," potong pria itu.


"Tidak mungkin.. nyonya Purwati tidak mungkin melakukan itu..." balas Ratih tak percaya.


"Ibuku memang tidak akan melakukan itu tapi kau lupa jika dia menguasai ilmu Ulat Sutra Abadi yang bisa leluasa mengambil alih tubuh orang lain. Kesalahan terbesar ayah adalah terlalu percaya dan mengajarkan kitab itu pada mereka."


"Jadi maksud anda mereka berhasil mengambil alih tubuh nyonya Purwati?"


Pria itu mengangguk pelan, "Dan ibu jugalah yang mengurungku di dimensi ruang dan Waktu."


"Maaf ketua, aku masih belum mengerti, jadi tulisan di batu yang ada di puncak Suroloyo juga perbuatan suku Atlantis?" Ratih tak melanjutkan ucapannya karena takut salah bicara.


"Atlantis? Banyak hal yang belum kalian ketahui karena saat itu ibu meminta kita semua pergi dari puncak Suroloyo untuk menyelamatkan diri saat Atlantis menyerang dan sepertinya sudah saatnya kalian semua tau apa yang terjadi saat itu," pria itu mengeluarkan sebuah gulungan lusuh yang selalu dibawanya kemana mana.

__ADS_1


"Ini adalah catatan yang ibu titipkan padaku sebelum kita pergi," Pria itu memberikan gulungan kecil peninggalan ibunya pada Ratih.


"Ayahmu adalah seorang pemuda baik yang ceria dan menjunjung tinggi kebenaran, itulah yang membuat ibu jatuh cinta padanya. Dia adalah seorang pemimpin terbaik yang pernah dimiliki Lemuria. Ayahmu bahkan menyambut dengan tangan terbuka belasan kapal yang datang dari Negeri Seberang bernama Sungai Kuning jauh Sebelum kau lahir.


*Saat itu, ibu sudah memperingatkan untuk tidak menerima mereka terlebih dahulu karena kita tidak tau siapa dan apa tujuan mereka sebenarnya tapi ayahmu selalu mengatakan jika semua akan baik baik saja karena mereka adalah orang baik yang sedang tersesat dan butuh bantu**an. Ibu semakin takut saat ayahmu semakin dekat dengan mereka dan mengajari ajian ulat sutra abadi yang merupakan jurus tertinggi warisan leluhur kita*.


"Semua seolah baik baik saja setelah mereka pergi walau ada sedikit keanehan karena salah satu pemimpin tertinggi mereka bernama Li Yau Fei tiba tiba menghilang entah kemana. Ketakutan ibu seolah menjadi kenyataan saat ayahmu mulai menunjukkan gelagat aneh, sifatnya berubah dan sering mengurung diri setelah kelahiranmu.


"Diantara kebingungan dan rasa takut itu, ibu akhirnya meminta bantuan pada suku Atlantis untuk menyelidiki keanehan yang terjadi pada ayahmu sampai akhirnya kami mengetahui jika itu bukan lagi ayahmu, seseorang telah mengambil alih tubuhnya sejak lama. Setelah mengetahui kenyataan itu, ibu sangat marah dan berniat membunuhnya bersama suku Atlantis, namun seseorang didalam tubuh ayahmu ternyata jauh lebih pintar.


"Dia menghasut semua suku Lemuria dan mengatakan jika ibu bekerja sama dengan Atlantis untuk menghancurkan puncak Suroloyo. Itulah alasan ibu meminta semua orang yang masih percaya pada ibu untuk pergi dan membawamu ke Alas Purwo karena ibu tidak mungkin membunuh suku ibu sendiri. Jika ibu tidak menjemputmu, kau harus berlatih dan menjadi kuat untuk menghentikan ayahmu menguasai harta terbesar Latimojong yang merupakan leluhur kita."


Bagai tersambar petir, Ratih tampak terjatuh dalam posisi berlutut. Air mata mulai keluar dari bola mata indahnya.


"Nyonya Purwati..."


"Sejak awal musuh kita bukan Atlantis karena mereka semua terbunuh saat membantu ibu menyerang ayah. Kalian semua telah dimanfaatkan oleh Li Yau Fei, salah satu tetua suku Sungai kuning. Itulah alasan ibu meminta kita pergi karena separuh petinggi Lemuria sudah percaya pada ayahku. Atlantis dan Ibu hanya menjadi korban dari ambisi besar Li Yau Fei untuk menguasai harta terbesar Latimojong," balas Pria itu cepat.


"Harta terbesar Latimojong?" Ratih mengernyitkan dahinya bingung, dia merasa belum pernah mendengarnya.


"Aku tidak tau apa harta terbesar itu karena ibu hanya menceritakan itu padaku," balas pria itu pelan sambil memejamkan matanya seolah sudah merasa lelah dengan kehidupan panjang yang dijalaninya.


"Lalu, mengenai terkurung nya anda di dimensi Ruang dan waktu?" tanya Ratih penasaran.


"Kalian mungkin sudah melihat catatan palsu yang di buat ibu untuk menutupi kejadian sebenarnya setelah tubuhnya dirasuki. Ibu mungkin mengalahkan ayah saat itu tapi Li Yau Fei juga berhasil menguasai tubuh ibu," ucap pria itu pelan.


"Tapi tuan saat kami datang ke puncak Suroloyo untuk mencari keberadaan anda, kami benar benar melihat jasad nyonya Purwati," jawab Ratih masih tak percaya.


"Sepertinya dia sudah berpindah tubuh kembali untuk menghilangkan jejak dan diam diam mengejar kesempurnaan dari ajian ulat sutra abadi. Kita semua tau jika jurus terlarang itu membutuhkan lima tubuh untuk menjadi sempurna dan saat ini dia hampir berhasil menyempurnakannya," ucap pria itu sambil menunjukkan gulungan lainnya pada Ratih.


"Setelah berhasil keluar dari dimensi ruang dan waktu, aku mulai menyelidiki dimana keberadaan Li Yau Fei saat ini dan aku merasakan energinya di tubuhnya," tunjuk pria itu pada salah satu nama yang ada di gulungannya.


"Ken Panca?"


"Benar, aku tidak tau bagaimana dia bisa mengambil alih tubuh pendekar itu tapi yang paling aku takutkan saat ini adalah dia sepertinya mengincar tubuh pengguna Iblis api itu karena hanya tubuh sembilan Naga yang bisa menyempurnakan ajian ulat sutera abadi dan jika itu terjadi aku tak yakin ada yang mampu menghentikan Li Yau Fei," jawab Pria itu cepat.


"Aku ingat sekarang, nyonya Purwati pernah menyebut tubuh sembilan naga adalah kepingan terakhir dari ajian ulat sutra abadi. Ketua, kita harus cepat memperingatkan pendekar itu dan menghentikan Li Yau Fei mengambil tubuhnya," balas Ratih.


"Tak akan mudah mendekati pemuda itu karena Iblis api selalu bersamanya, suka tidak suka saat ini Iblis api akan menganggap kita sebagai musuhnya."


"Tunggu, bukankah Iblis api adalah ruh terkuat yang terbentuk dari energi Satam? sepertinya mustahil dia tidak bisa menyadari energi Li Yau Fei, kita hanya perlu meminta dia merasakan energi aneh di tubuh Ken Panca bukan?"


"Itu tidak mungkin, Kehebatan ajian Ulat sutra abadi adalah mengambil alih tubuh orang lain tanpa disadari oleh siapapun termasuk Naga Api, itulah sebabnya dia masih menganggap ayah adalah tuannya tanpa tau tubuh ayah sudah lama diambil alih oleh Li Yau Fei. Hanya Ibu dan aku yang merupakan keturunan Atlantis yang bisa merasakan energi ajian Ulat sutra jika sudah mencapai tahap tertentu."

__ADS_1


"Lalu apa yang akan anda lakukan ketua? kenapa kita tidak mencari dan membunuh Ken Panca?"


"Itu terlalu beresiko karena selain kekuatanku masih belum pulih sepenuhnya, kemampuan kita masih jauh dibawah Li Yau Fei dan aku yakin pemuda itu tidak akan tinggal diam melihat kita menyerang Ken Panca. Aku akan mencoba menemui seseorang dan bicara padanya, semoga dia bisa mengerti," ucap pria itu sambil bangkit dari duduknya.


"Pastikan pemuda bernama Agam itu pulih, aku akan menemuinya setelah kembali," ucap pria itu sebelum melangkah pergi.


"Baik ketua," jawab Ratih cepat.


"Apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan Li Yau Fei? kau bisa dengan mudah mengambil tubuh pemuda itu tapi sampai saat ini kau belum bergerak sama sekali," ucap pria itu dalam hati.


***


Di sebuah gua kecil yang berada di sisi Gelap alam semesta, Ken Panca tampak sedang bermeditasi. Tubuhnya tampak bergetar saat energi aneh mencoba menekannya dan berusaha mengambil alih tubuhnya.


"Sial! kau masih belum menyerah Ken Panca?" bentaknya kesal sambil menarik kembali ajian Ulat sutra abadi yang coba digunakannya.


"Apa kau pikir aku akan menyerahkan begitu saja Li Yau Fei? kau boleh berhasil mengambil alih tubuhku saat berada di Dieng tapi jangan harap aku akan membiarkan kau mengambil keturunanku," sebuah suara terdengar dalam pikiran Li Yau Fei.


"Kau benar benar membuatku marah, apa energi milikmu yang semakin menipis bisa menahan aku? suatu saat akan kudapatkan tubuhnya dan menyempurnakan ajian Ulat sutra abadi," jawab Li Yau Fei menahan amarah.


"Kau sudah mengatakan itu ribuan kali bahkan sejak pertama kau berhasil mengambil tubuhku dan apa yang terjadi? kau selalu gagal," ejek Ken Panca.


Li Yau Fei tidak menjawab ejekan Ken Panca, dia kemudian menggunakan tenaga dalamnya untuk mengambil alih kesadaran Ken Panca sepenuhnya.


"Kau tak akan pernah bisa memenangkan pertarungan ini karena lawan yang kau hadapi kali ini berbeda, sepasang Naga kembar akan menghancurkanmu," ucap Ken Panca sebelum suaranya benar benar menghilang.


"Sialan, Ken Panca lebih pintar dari yang aku perkirakan, dia berusaha memanfaatkan celah dan mengambil kembali kesadarannya saat aku memusatkan tenaga dalam untuk menggunakan ajian Ulat Sutra abadi. Aku harus secepatnya mencari cara mengambil tubuh Sabrang karena Wardhana sepertinya mulai curiga dengan gerakanku," ucap Li Yau Fei pelan, dia kembali mengatur nafasnya karena menekan energi Ken Panca membutuhkan tenaga yang tidak sedikit.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Mblo.... Di sore yang cerah ini gua cuma mau ngingetin besok malem minggu, jangan pura pura pacaran kalo cuma ngendok di kamar sambil ngenyot permen.


Di hari yang cerah ini, saya ingin menyampaikan jika Pedang Naga Api sudah mulai memasuki babak akhir setelah 11 bulan dan mungkin tak lama lagi aksi Sabrang sudah akan pindah ke Api Di Bumi Majapahit. Satu yang saya janjikan, pertarungan terakhir Sabrang dan Hibata barunya di Pedang Naga Api akan jauh lebih meledak dan mengejutkan dari sebelumnya.


Siapa lawan Sabrang di ABM? Li Yau Fei di tubuh orang lain atau Lakeswara?


Api di Bumi Majapahit mungkin tidak akan sepanjang Pedang Naga Api yang sampai 11 bulan namun banyak hal mengejutkan yang akan kalian dapatkan untuk mengantarkan ke novel ketiga sekaligus menjadi penutup dari aksi Sabrang di Kitab Sabdo Loji.


Kitab Sabdo Loji akan jauh lebih seru dan semakin banyak misteri yang bikin kepala pusing. Tapi yang akan menjadi daya tarik paling mengejutkan adalah kemunculan seseorang yang pernah menjadi Kameo atau pemeran pembantu di Pedang Naga Api yang ternyata dia adalah pusat konflik dan musuh terkuat Sabrang di trilogi Naga Api.... Siapakah dia??? yang pasti bukan pasukan Jomblo wkwkwkkww


Terakhir.... VOTE nya jangan lupa...


Masak aer biar mateng, masak aer biar mateng.... cakep

__ADS_1


Lu vote PNA gua doain ganteng!


__ADS_2