
"Anak ini bisa menggunakan beberapa jurus sekte lainnya, aku terlalu meremehkannya". Asoka menatap tajam Sabrang.
Tiba tiba benda yang beterbangan disekitar Sabrang melesat cepat ke arah Asoka diiikuti Sabrang yang dengan cepat menghilang dari tempatnya.
"Tinju penghancur Angin".
Asoka mundur beberapa langkah dia mencoba menghindari serangan Sabrang.
Asoka mengalirkan tenaga dalamnya ke dalam pedangnya kemudian dia memutar pedangnya membentuk lingkaran.
Tiba tiba Sabrang muncul dibelakangnya dengan tangan kirinya terkepal
"Kecepatan ini?" Asoka mencoba melompat menghindari Sabrang namun terlambat.
"Tinju kilat hitam" serangannya tepat mengenai Asoka membuat tubuhnya terpental jatuh ke tanah.
Sabrang kembali melesat ke arah Asoka.
Tangannya dengan cepat diselimuti Es yang membentuk Pisau.
"Hujan Pisau es utara"
Puluhan pisau es bergerak cepat kearah Asoka.
"Duarrrrr" tubuh Asoka terkena jurus Hujan pisau es utara.
Ki Gandana menatap pertarungan dihadapannya tanpa berkedip.
"Anak ini bisa merubah elemen tenaga dalamnya dengan cepat, kau salah memilih lawan, dia lebih mengerikan dari yang kau kira" Ki Gandana menatap Asoka yang mulai bangkit kembali.
setelah debu akibat ledakan jurus Sabrang menghilang terlihat Asoka berdiri tegak dengan pedang terhunus kearah Sabrang.
Asoka menatap tajam Sabrang, dia mengatur nafasnya perlahan. Kali ini semua rencananya berantakan, dia sudah tidak memikirkan Ki Gandana lagi. Fokusnya adalah membunuh Sabrang apapun caranya.
"Berapa jurus sekte lainnya yang kau kuasai? Akan kubunuh kau!!!".
Tubuh Asoka kembali diselimuti aura hitam, luka di tubuhnya perlahan mulai menutup dengan cepat.
"Dia masih menyimpan tenaga dalam sebesar ini?" Sabrang mengernyitkan dahinya.
"Ilmu regenerasi tubuh milik Sekte iblis hitam memang menakutkan" Ki Gandana menggelengkan kepalanya.
"Kek siapa dia?" Tiba tiba Mentari muncul dengan membawa beberapa ikat sayuran di tangannya. Dia menatap ke arah Asoka heran.
Asoka menoleh kearah Mentari dan tersenyum licik. Tiba tiba tubuhnya menghilang dan muncul tepat di hadapan Mentari.
"Gawat aku lengah" Ki Gandana melesat cepat ke arah Mentari.
"Tapak peregang Sukma" Asoka menyerang Mentari yang masih belum menyadari keadaan disekitarnya.
__ADS_1
Beberapa detik sebelum Tapak peregang sukma mendarat ditubuh Mentari Ki Gandana sempat menyambut serangan Asoka dengan tangannya.
Ki Gandana dan Mentari terpental mundur terkena efek Tapak Peregang Sukma.
"Kau tidak apa apa nak?" Ki Gandana bangkit dan menoleh kearah Mentari yang ada dibelakangnya. Mentari hanya mengangguk pelan, dia masih Syok dengan apa yang dialaminya barusan. Darah segar mengalir dari mulut Ki Gandana.
"Pendekar macam apa yang menggunakan cara tidak terhormat untuk memenangkan pertarungan?".
Asoka tersenyum sinis dan kembali siap menyerang Ki Gandana, dia merasa ini kesempatan terbaiknya mengalahkan ki Gandana.
Efek Tapak Peregang Sukma pasti membuat Ki Gandana terluka walaupun tenaga dalamnya tinggi.
"Bukan saatnya kau melihat ke arah lain bukan?".
Satu hantaman tapak Dewa es abadi tepat mengenai punggung Asoka membuatnya terpental beberapa langkah.
"Gerakannya semakin cepat" Asoka mundur beberapa langkah.
"Sampai mana sebenarnya batas kekuatannya" Es di tubuh Asoka perlahan mencair.
Sabrang menoleh ke arah Mentari yang sedang meringis kesakitan. Walaupun dia tidak terkena langsung jurus milik Asoka namun akibat terpental tadi membuat beberapa luka di tubuhnya.
"Aku masih memaafkan tindakan semaumu terhadap ku namun jika kau berani menyentuh nya kupastikan akan kuhancurkan kau!" Mata Sabrang menatap tajam Asoka.
Aura ditubuhnya semakin pekat membuat semua yang ada disekitarnya merasakan tekanan tenaga dalam.
Akan Sangat berbahaya jika dia masuk di area jangkauan pedang Sabrang.
"Sudah terlambat untuk mundur" Sabrang melesat cepat dan dalam hitungan detik Asoka sudah berada dalam jangkauannya.
Asoka mengayunkan pedangnya yang telah dialiri tenaga dalam mencoba menangkis serangan yang mengarah padanya.
"Tranggggg" Terdengar bunyi pedang beradu, tenaga dalam yang besar dari keduanya membuat Pedang tersebut melekat satu sama lain.
"Kau pikir bisa menyerangku dengan jurus tiruan Iblis Pedang. Akan kutunjukan kekuatan sesungguhnya jurus yang kau tiru".
Asoka mengalirkan tenaga dalam kembali pada pedangnya namun kali ini dalam jumlah besar. namun saat dia akan melepaskan Pedangnya Asoka merasakan suhu disekitarnya tiba tiba menjadi dingin.
"Gawat jurus ini" Dia berusaha menghindar namun sudah terlambat. Tangan kiri Sabrang yang diselimuti Es menghantam telak keperutnya. tubuh Asoka terlempar keras beberapa meter.
Asoka bangkit kembali dengan darah menetes dari hidungnya. matanya memandang tajam penuh amarah.
"Baiklah, sebenarnya jurus ini akan kugunakan untuk menghadapi tetua Gandana namun sepertinya sekarang tidak penting lagi. Baru kali ini darahku benar benar mendidih".
Asoka terlihat merapal sebuah jurus kemudian melesat menyerang Sabrang.
"Ajian Tatar Sukma" Tubuhnya perlahan diselimuti aura merah Darah.
"Ilmu mengerikan ini ternyata masih ada, ku kira Tatar sukma sudah lenyap dari dunia persikatan. Anak itu dalam bahaya". Ki Gandana berusaha membantu Sabrang namun tubuhnya kembali terjatuh dan terasa sakit.
__ADS_1
"Sial tapak peregang sukma berhasil menembus perisai tenaga dalamku".
Asoka menyerang kembali dengan cepat namun serangannya dapat dihindari oleh Sabrang. Dalam hitungan detik mereka telah bertukar puluhan jurus.
"Jurus pedang penghancur tulang" serangan Sabrang tepat mengenai punggung asoka. Namun tiba tiba Sabrang terpental jauh, Belum sempat dia mendarat Asoka telah muncul kembali dihadapannya.
"Ajian Tatar sukma tingkat II : Tapak penghancur".
Serangan Asoka mengenai Perisai es yang muncul beberapa saat sebelum serangannya menghantam tubuh Sabrang.
Setelah berhasil mendarat Sabrang mundur beberapa langkah.
"Apa itu tadi? tubuhnya seolah menyerap seranganku dan memantulkannya kembali" Sabrang berusaha mengatur nafasnya kembali.
"Nak seranganmu tak akan bisa melukainya, kau harus berhati hati. Tatar sukma menyerap kekuatan seranganmu dan menggunakannya kembali untuk menyerang balik".
"Pantas tadi aku merasa tubuhnya memantulkan seranganku".
"Serahkan pedang itu, kau tak pantas memilikinya".
"Ambil jika kau mampu" Sabrang melompat cepat ke arah Asoka, kali ini kobaran api di pedangnya semakin besar.
Sabrang mengalirkan tenaga dalam yang besar pada pedangnya.
"Aku tak peduli kau bisa menyerap kekuatan seranganku, kita liat seberapa lama kau mampu bertahan menyerap seranganku".
Asoka tersenyum sinis "Kau benar benar meremehkanku, Iblis pencabut nyawa bukan julukan yang diberikan padaku begitu saja".
Asoka bergerak menyambut serangan cepat Sabrang, gerakannya kali ini semakin cepat. tubuhnya menghilang tepat sebelum Pedang Sabrang mengenainya.
"Ajian Tatar sukma tingkat II : Tapak penghancur" Dia muncul di sisi kanan Sabrang, namun lagi lagi Tapaknya mengenai Perisai Es yang dibuat Sabrang.
Sabrang menyerang balik saat pandangan Asoka terganggu oleh serpihan perisai es yang hancur.
"Sudah kubilang jurus itu tak akan berpengaruh padaku, Sepertinya kau sudah putus asa".
Asoka bergerak maju menekan Sabrang namun tiba tiba raut wajahnya berubah. dia merasakan ada sesuatu yang salah dengan jurus Sabrang.
"itu bukan tarian iblis pedang" Dia bergerak mundur mencoba menghindari serangan yang terarah padanya.
"Tarian Rajawali" Jurus Sabrang menghantam tubuhnya sesaat sebelum dia sempat bergerak mundur.
Namun sama seperti serangan sebelumnya Sabrang kembali terpental mundur oleh serangannya sendiri. kali ini dia terlempar lebih jauh karena serangannya menggunakan tenaga yang lebih besar.
"Sepertinya aku salah perhitungan, bagaimana mungkin tubuhnya mampu menyerap kekuatan Naga Api".
"Kau melakukan hal yang sia sia bocah, kekuatan ku saat ini terhalang oleh Segel Sialan ini. Jika tidak dia sudah hancur berkeping keping" Terdengar Suara dalam pikiran Sabrang.
Sabrang tersenyum kecil "Anda akhir akhir ini terlalu banyak bicara, jika anda mempunyai solusi maka sekaranglah saat yang tepat anda mengatakannya Naga Api".
__ADS_1