Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Rencana Berbahaya Sabrang


__ADS_3

"Iblis air katamu? apa kau yakin Naga Api?" tanya Anom terkejut.


"Walau hanya sesaat tapi aku yakin tadi merasakan energinya," jawab Naga Api cepat.


"Nak, apa sebenarnya yang terjadi saat energi kehidupanmu hilang tadi? apa benar yang dikatakan Naga Api jika ini semua perbuatan Rabing?" tanya Anom kembali.


Sabrang hanya mengangguk pelan, dia masih berusaha memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi padanya.


"Lalu apa yang dilakukannya padamu?" tanya Naga Api khawatir.


"Semua berawal dari gua Cahaya Surga di Trowulan saat kita mencari keberadaan mustika Merah Delima, itulah pertama kalinya aku bertemu dengannya," Sabrang kemudian menceritakan semuanya termasuk dipaksa melakukan perjanjian darah.


"Perjanjian darah katamu? Naga api, kita harus cepat mencari cara untuk membatalkan perjanjian itu," balas Anom.


"Bukan perjanjian itu yang aku khawatirkan karena selama kita berada di tubuhnya, Iblis itu tidak akan bisa leluasa memasuki tubuhnya. Aku justru sedikit khawatir dengan apa yang tadi dimasukkan ke tubuh anak ini, jika gelembung air itu adalah mustika air maka anak ini dalam bahaya karena mustika itu bisa mengambil kesadarannya perlahan dan kita tidak akan bisa merasakan energinya," jawab Naga api khawatir.


"Mustika air? jika maksudmu adalah pisau yang terbuat dari air, dia tidak berhasil memasukkannya karena sesuatu yang keluar dari tubuhku menghalanginya," jawab Sabrang.


"Sesuatu dari dalam tubuhmu? tidak mungkin... setiap ruh pusaka mempunyai ruang dimensi sendiri dan tak akan ada yang bisa masuk tanpa izin pemiliknya," balas Naga api terkejut.


"Lalu energi apa yang tadi melindungiku?" tanya Sabrang bingung.


"Aku tidak tau tapi apapun itu, untuk saat ini kau masih selamat jika mustika air belum masuk kedalam tubuhmu. Dia benar benar sedang mencari masalah denganku," umpat Naga Api kesal.


"Lalu apa yang akan kita lakukan? apa kau tidak bisa mencarinya?" ucap Anom pelan.


"Cukup sulit untuk mendeteksi keberadaannya karena dia selalu bersembunyi dibalik mustika air dan aku tak akan bisa merasakan energi yang berlawanan denganku karena Api dan Air sampai kapanpun tak akan bisa menyatu.


Salah satu kemampuan unik Iblis itu adalah masuk ke alam bawah sadar manusia dan membawa ruhnya kedalam dimensinya seperti yang tadi dia lakukan padamu dan untuk saat ini satu satunya cara mencegahnya memasukan mustika air kedalam tubuhmu adalah dengan tidak tidur sampai aku berhasil menemukan cara mendeteksi keberadaanya," balas Naga Api.


"Tidak tidur? bagaimana mungkin..." jawab Sabrang cepat.


"Hanya itu satu satunya cara yang paling mungkin saat ini karena jika kau tertidur, aku tidak bisa melindungi dirimu kecuali..." Naga Api menggantung ucapannya sambil menatap Mentari.


"Tari? benar, dia pernah berhasil masuk ke alam bawah sadar bersamamu saat aku bertarung dengan sisi gelapku," ucap Sabrang cepat.


"Itu memang mungkin tapi tetap saja sangat berbahaya, Mentari harus muncul tepat sebelum dia membawamu ke dimensinya jika terlambat sedikit saja kau tak akan terkurung selamanya di dimensi itu."


"Tapi kita harus mencobanya karena cepat atau lambat rasa kantuk akan datang setelah tidak tidur selama beberapa hari, tak ada pendekar hebat manapun yang bisa menahan rasa kantuk," jawab Sabrang sebelum bicara pada Mentari dan menjelaskan semuanya.


"Tidak... ini tidak akan berhasil. Sialan kau Rabing, jika kau merasa kuat maka muncullah di hadapanku!" umpat Naga Api kesal.


"Seberapa besar kemungkinannya?" tanya Anom tiba tiba.


"Cukup kecil, Iblis itu sangat licik dan dia akan melakukan apapun untuk menghindari aku, sedangkan wanita itu membutuhkan waktu untuk masuk ke alam bawah sadar miliknya. Kita tidak akan berhasil, satu satunya cara adalah menemukan pusaka bilah gelombang secepatnya," jawab Naga Api.

__ADS_1


"Tapi dimana kita mencari pusaka itu? bukankah kau tadi mengatakan jika tidak bisa mendeteksi energinya?"


"Sial..." Naga api terus memikirkan cara untuk menemukan keberadaan Rabing.


***


"Tidak Yang mulia, bagaimana jika hamba terlambat masuk ke alam bawah sadar anda?" ucap Mentari terkejut saat mendengar permintaan Sabrang.


"Kita harus melakukannya Tari, karena cepat atau lambat dia akan mendatangiku lagi... saat ini hanya dirimu orang yang paling aku percaya dan aku yakin kau akan berhasil," ucap Sabrang lembut sambil menggenggam lengan Mentari.


Mentari terus menggelengkan kepalanya, air mata mulai menetes di pipinya.


"Bagaimana jika hamba gagal dan ruh anda dibawa ke dimensinya? apa Naga api tidak memiliki cara lain?"


"Ini satu satunya cara untuk memancingnya keluar, Unsur api dan Air sangat berlawanan dan Naga api tidak bisa mendeteksi energi Iblis air itu. Percaya pada dirimu sendiri, bukankah waktu itu kau berhasil menyelamatkan aku?" jawab Sabrang meyakinkan.


"Tidak Yang mulia..." Mentari terus menggelengkan kepalanya.


"Apa yang dikatakan anak itu benar Tari, manusia tidak akan pernah bisa menahan rasa kantuk dan cepat atau lambat dia akan tertidur. Jika itu terjadi, dia akan terkurung selamanya di dimensi Rabing. Apa kau ingin melihatnya mati tanpa berjuang?" ucap Siren tiba tiba.


Mentari menutup telinganya, air mata terus menetes di pipi indahnya.


"Aku akan mencari cara lain..." ucapnya lirih.


"Kumohon padamu Tari," Sabrang terus meyakinkan wanita yang paling dicintainya itu.


"Bagaimana jika hamba..." Sabrang menyentuh bibir Mentari dengan jari telunjuknya sambil menggeleng pelan.


"Jika ada yang bisa menyelamatkanku saat ini maka kau adalah orangnya, kita akan melakukannya bersama sama dan Naga Api pasti tak akan membiarkan sesuatu terjadi padaku."


Mentari terdiam sambil menatap wajah Sabrang, ada keraguan dalam hatinya untuk mengiyakan permintaan Sabrang karena jika dia gagal maka ruhnya akan terkurung selamanya.


"Kau tau, tak pernah ada sedikitpun rasa takut dalam diriku jika berada di dekatmu. Apa kau ingat saat aku hampir terbunuh di Dieng? kaulah alasan terbesarku untuk berusaha tetap hidup. Percayalah aku tak akan pernah meninggalkanmu," ucap Sabrang pelan.


Mentari menarik nafas panjang sebelum akhirnya mengangguk pelan, dia mencoba melawan semua keraguan yang ada dihatinya dan membulatkan tekad untuk menyelamatkan orang yang paling dicintainya.


Wajah Sabrang tampak lega walau dia sebenarnya sadar kemungkinan berhasil misi kali ini cukup kecil tapi setidaknya andai tidak selamat, dia bisa mati di sisi orang yang dicintainya.


"Aku yakin kita akan berhasil, percayalah pada kemampuanmu."


"Kau sudah pandai berbohong nak, jika Naga api sampai tidak yakin itu artinya kemungkinannya sangat kecil," ucap Anom tiba tiba.


"Tak ada salahnya mencoba bukan? aku tidak ingin mati tanpa melawan sedikitpun, setidaknya aku bisa mati di sisinya."


***

__ADS_1


Ken Panca langsung bangkit dari tidurnya saat sebilah pedang yang ada di didekatnya tiba tiba berputar di udara dan mengeluarkan gelembung gelembung air.


Aura besar langsung menekan tubuh Ken Panca dan membuat retakan retakan di dinding gua.


Ken Panca langsung duduk bersila dan merapal sebuah jurus sebelum meletakkan kedua tangannya di tanah, tak lama putaran pedang itu semakin cepat sebelum melesat dan menancap di tanah.


"Panca, kau tidak pernah mengatakan jika keturunanmu itu dilindungi oleh sesuatu," suara Rabing yang penuh amarah terdengar jelas dalam pikiran Ken Panca.


"Dilindungi? bukankah kalian para ruh batu Satam memiliki ruang dimensi masing masing yang tidak bisa dimasuki oleh siapapun? bagaimana mungkin ada yang bisa melindunginya saat berada di dimensi milikmu?"


"Apa kau pikir aku bodoh? jelas jelas ada yang menghalangiku untuk memasukkan mustika air kedalam tubuhnya!" bentak Rabing kesal.


"Tidak mungkin... bagaimana bisa seperti itu," Ken Panca tampak tak percaya dengan apa yang dikatakan Rabing.


"Dengar Panca, saat ini kita memang mempunyai perjanjian yang mengikat satu sama lain tapi bukan berarti aku tidak bisa membunuhmu. Bantu aku memusnahkan Iblis api itu dan akan aku penuhi semua keinginanmu," ucap Rabing cepat.


"Membunuhku? apa kau sedang bermimpi? apa yang bisa pusaka sepertimu lakukan tanpa perantara tubuh manusia?" Ken Panca mengangkat tangannya dan mengarahkan Pedang Bilah Gelombang.


"Segel Ruh Pedang? bagaimana kau bisa menguasai jurus tuan Sanjaya?" Rabing tampak terkejut sebelum pedang itu bergetar dan melesat kearah tangannya.


"Tugasmu adalah mengikuti semua perintahku!" aura merah tiba tiba keluar dari lengannya dan masuk kedalam pedang Bilah Gelombang.


"Siapa kau sebenarnya? keturunan Dwipa tidak mungkin menguasai segel yang sudah lama musnah ini," ucap Rabing sambil menjerit kesakitan sebelum kedua matanya berubah menjadi hitam pekat.


"Harusnya kau mengikuti semua perintahku tanpa bertanya apapun, apa kau pikir ruh yang tercipta dari batu satam begitu kuat? kalian tak lebih hanya alat buatku," Ken Panca menancapkan pedang itu kembali di tanah setelah menyelesaikan segelnya.


"Kau tau apa tugasmu kali ini?" tanya Ken Panca pelan.


"Merebut tubuh anak itu untuk dijadikan wadah ruh anda yang baru tuan," jawab Rabing pelan, kini dia benar benar sudah berada di bawah kendali Ken Panca sepenuhnya.


"Bagus, sekarang bawa tubuh anak itu padaku apapun caranya atau kau akan aku musnahkan selamanya," ucap Ken Panca sebelum pedang itu masuk kedalam tubuhnya.


"Baik tuan, tapi aku perlu menunggu dia tertidur untuk masuk ke alam bawah sadarnya dan mengurung ruh anak itu di dimensi ruang waktu milikku," jawab Rabing cepat.


"Lakukanlah sebelum kesabaranku habis," jawab Ken Panca dingin.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Untuk pertama kalinya, di periode kemarin PNA terlempar dari sepuluh besar dan di posisi sebelas dan itu artinya Vote nya jauh berkurang...


Saya tidak pernah mempermasalahkannya dan tidak bisa memaksa kalian, dukungan yang sudah kalian tunjukkan pada PNA selama ini sangat luar biasa dan saya sangat berterima kasih untuk itu.


Tanpa kalian semua PNA bukan apa apa... Tapi mbok ya kalo mau bonus chapter kasih vote yang banyak... Apa saya dapat uang banyak jika masuk sepuluh besar? enggak cuma 200.000 dan itu sangat berarti disaat situasi seperti ini.


Malam ini sesuai janji saya, bonus chapter akan saya berikan malam nanti.. Silahkan VOTE terlebih dahulu....

__ADS_1


__ADS_2