Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Pertarungan di Hutan Kabut Awan II


__ADS_3

Setelah berhasil mendesak mundur Tombololu, Sabrang terlihat menjaga jarak untuk mengamati situasi disekitarnya.


Pasukan yang dipimpin Wardhana mulai bisa sedikit menekan para pendekar Lereng merah darah namun terlihat Lingga dan yang lainnya mulai kelelahan.


Hal yang wajar jika pertarungan kali ini menguras tenaga mereka karena kemampuan para pendekar lereng merah darah jauh diatas Manca api. Jika bukan karena strategi Wardhana mungkin mereka sudah kalah dari tadi.


"Jika seperti ini terus, kami bisa kehabisan tenaga dalam saat pertempuran sebenarnya dimulai".


Sabrang mulai menghitung kemungkinan lawan yang jauh lebih kuat didalam hutan dan dia sangat membutuhkan tenaga Lingga dan yang lainnya.


"Aku harus cepat menyelesaikan pertarungan ini dan membantu mereka namun sebelum itu....".


Sabrang menggunakan ajian Cakra manggilingan untuk menarik energi banaspati dalam tubuhnya. Aura merah darah tiba tiba kembali meluap dari tubuhnya.


"Kau terlalu memaksakan kekuatanmu nak, kita belum tau musuh sekuat apa yang menanti didalam hutan". Anom memperingatkan Sabrang untuk menghemat tenaga dalamnya.


"Aku harus melakukan ini atau kita akan kalah Anom, tugas kalian untuk mengumpulkan kembali energi milik kalian". Ucap Sabrang sambil merapal sebuah jurus.


"Percuma kau bicara padanya, sibodoh ini terlalu keras kepala". Ucap Naga api sambil terkekeh.


"Dia masih menyimpan kekuatannya?". Tombololu tersentak kaget melihat aura merah darah menyelimuti tubuh Sabrang.


Sabrang menghentakan kakinya ketanah, beberapa saat kemudian batu yang ada disekitar hutan kabut awan mulai melayang.


"Apa lagi yang dia lakukan?". Umpat Tombololu saat melihat bebatuan mulai melayang.


"Emmy berhati hatilah, kita tidak tau kekuatan apa yang akan diperlihatkan tuan muda itu". Malewa memperingatkan murid kesayangannya itu.


"Baik guru". Ucap Emmy yang bisa sedikit bernafas karena para pendekar yang menyerangnya mengambil jarak untuk mencari tau apa yang membuat bebatuan disekitarnya beterbangan.


Sabrang menggerakan lengan kirinya untuk membentuk puluhan keris diudara.


"Tinju Angin penghancur angin". Bebatuan yang melayang tiba tiba bergerak diikuti energi keris ketika Sabrang menggerakan tangannya.


Serangan tiba tiba itu menghancurkan formasi pendekar Lereng merah darah dalam sekejap. Puluhan pendekar lereng merah darah bertumbangan tanpa bisa menghindar.


"Sisanya kuserahkan pada kalian". Gumam Sabrang dalam hati sebelum bergerak menyerang Tombololu.


Wardhana yang sempat panik karena tidak mengira kekuatan lawan begitu hebat bisa tersenyum lega.

__ADS_1


"Terima kasih Yang mulia". Ucap Wardhana sesaat sebelum memberi tanda untuk merubah formasi yang digunakan menjadi siasat Kannaya Wyuha (strategi perang dengan susunan pasukan berbentuk lingkaran berlapis).


"Ayo kita hancurkan mereka". Wardhana bergerak maju dan berhenti disebelah Lingga dan Arung untuk menjelaskan perubahan formasinya.


Begitu mendapat perintah Wardhana mereka bergerak maju sebagai satu kesatuan bagai ombak yang siap menghantam batu karang dihadapannya.


Emmy dan Malewa bergerak kesisi kiri sedangkan Arung dan Wardhana kesisi kanan. Lingga yang menjadi ujung tombak terlihat mengamuk dan memporak-porandakan formasi musuh yang didukung kedua sayap tempurnya.


Tombololu tidak bisa berbuat banyak saat menyaksikan anak buahnya hancur berkeping keping karena dia juga sama terdesaknya oleh serangan serangan cepat Sabrang. Dia benar benar takluk dihadapan mata biru yang semakin lama semakin bersinar terang.


Goresan goresan pedang Naga api ditubuhnya semakin membuat gerakannya melambat. Sabrang terlihat makin menggila dengan menambah kecepatannya yang memang sudah unggul dari awal, dia benar benar ingin mengakhiri pertempuran itu secepatnya.


Saat Tombololu putus asa dan memikirkan cara untuk melarikan diri, Sabrang menarik keris yang dari tadi berputar diudara mengikuti gerakan Tombololu.


Tombololu mencoba menghindar dengan sisa sisa tenaganya namun tiba tiba tubuhnya kaku tak bisa digerakan saat sabrang mengarahkan tangan kirinya kearahnya.


"Apa yang terjadi dengan tubuhku?". Tombololu terus berusaha menggerakan tubuhnya.


Dalam hitungan detik tubuhnya telah berlubang oleh keris penguasa kegelapan.


"Kami menyebutnya Jurus langit menekan bumi. Memusatkan energi Anom disatu titik untuk menciptakan tekanan disekitarmu melalui kerisku". Sabrang menarik Anom kembali ketubuhnya ketika Tombololu roboh ketanah.


Dilain pihak strategi yang diterapkan Wardhana benar benar meluluhlantakan Lereng merah darah. Namun sebenarnya kunci keberhasilan rencana Wardhana terletak pada Lingga Maheswara. Gerakan pedangnya membuat formasi Lereng merah darah berantakan.


"Kau baik baik saja?". Suara Emmy mengagetkan Sabrang yang sedang mengatur nafasnya.


"Ah iya, aku baik baik saja". Sabrang menoleh kearah pendekar wanita itu.


Emmy mengambil kain kecil dari sakunya dan mengusapkan kepipi Sabrang yang terkena tetesan darah dari matanya.


"Sebaiknya kau tidak terlalu memaksakan menggunakan mata itu". Ucap Emmy sedikit khawatir. Mata mereka bertemu sesaat sebelum Sabrang mengalihkan pandangannya. Ada rasa aneh dalam dadanya saat menatap mata indah gadis dihadapannya. Sabrang hanya bisa mengangguk pelan sambil terus menghindari tatapan Emmy.


"Ehm, Maaf Yang mulia". Wardhana sedikit terbatuk sesaat sebelum menundukan kepalanya.


Mengetahui tindakan spontannya menjadi perhatian banyak orang, Emmy menarik kain kecilnya dan memasukan kembali kesakunya.


"Iya paman, bagaimana?". Sabrang terlihat gugup sambil berusaha menguasai keadaannya. Senyum kecil tersungging dibibir Wardhana melihat tingkah Rajanya itu.


"Yang mulia sebaiknya kita harus cepat, hamba yakin mereka pasti mendengar pertarungan kita tadi". Wardhana memanggil Lingga, arung dan Malewa sebelum melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Aku ingin membagi dua tim mulai dari sini karena kita harus cepat menemukan gerbang menuju kota emas itu. Aku membutuhkan bantuan tetua Malewa untuk menjadi tim penyisir dan mencari tanda keberadaan gerbang itu. Kita akan memutar jalan untuk mengecoh mereka.


Yang mulia memimpin pasukan untuk masuk lewat jalur depan dan menjadi tim utama yang bertugas menyerang mereka.


Maaf jika hamba lancang Yang mulia". Wardhana menundukan kepalanya tak berani menatap Sabrang. Dia tau tindakannya kali ini sedikit lancang tanpa meminta persetujuan Sabrang namun dia harus cepat membuat strategi disaat genting seperti ini.


"Jangan terlalu sungkan paman, sudah kukatakan jika aku memanggil paman untuk hal ini". Sabrang tersenyum hangat.


"Terima kasih Yang mulia". Wardhana terlihat menggambar jalur jalur yang akan dilalui dua tim yang dipecahnya. Sesekali dia bertanya pada Emmy untuk memastikan jalur aman.


"Aku ikut tim utama". Ucap Emmy tiba tiba yang jelas langsung ditentang oleh Malewa.


"Guru, aku yang mengenal hutan ini. Aku yakin bisa berguna kali ini". Emmy kembali merengek pada gurunya.


Malewa menggelengkan kepalanya melihat tingkah murid kesayangannya itu, dia yakin tidak akan bisa mencegahnya.


"Maaf tuan Pendekar, bisakah kau menjaganya untukku?". Pinta Malewa pada Sabrang.


Sabrang terlihat bingung sebelum mengangguk pelan. "Aku akan berusaha semampuku paman".


"Baiklah, kita berpisah disini dan akan bertemu lagi dititik ini. Aku yakin tempat ini adalah gerbang tersembunyi itu". Wardhana menunjuk salah satu titik yang digambarnya.


"Hamba mohon diri Yang mulia". Wardhana menundukan kepalanya sebelum melangkah pergi bersama Malewa dan beberapa pendekar lainnya.


"Kita juga pergi". Ucap Lingga sambil melangkah masuk hutan kabut awan.


"Jangan pernah jauh dariku, kau kini tanggung jawabku". Ucap Sabrang pelan sebelum melangkah mengikuti Lingga dan yang lainnya.


"Kau ingin aku selalu dekat denganmu?". Goda Emmy.


"Bu..Bukan seperti itu, aku harus melindungimu sesuai permintaan Paman Malewa". Jawab Sabrang terbata bata.


"Aku tau, dasar bodoh!". Emmy tersenyum kecil melihat tingkah Sabrang. Dia berjalan didepan Sabrang dengan senyum yang terus merekah dibibir mungilnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Banyak yang bertanya Api di Bumi Majapahit kapan update.. Rencananya besok malem ABM mulai update normal....


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2