Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Adu siasat Trah Dwipa vs Masalembo


__ADS_3

Setelah kepergian Sabrang dan yang lainnya ke Hujung tanah, Sepak terjang Hibata makin menakutkan didunia persilatan. Mereka tak pernah mengampuni siapapun yang terlubat dengan Masalembo.


Tungga dewi bahkan dijuluki dewi kematian karena aksinya yang dapat membunuh dalam hitungan detik, dia begitu ditakuti karena jika pedangnya sudah tercabut dari sarungnya maka Ilmu pedang pemusnah raga akan menghabisi siapapun yang berada dalam jangkauannya.


Namun akhir akhir ini muncul kelompok baru yang tak kalah hebat dari Hibata. Mereka pertama kali mengibarkan namanya saat menghancurkan sisa sisa sekte Kencana ungu.


Taring emas, mereka menamai dirinya bahkan jauh lebih kejam dari Hibata. Setiap sekte yang mereka hancurkan tak pernah ada yang selamat.


Kehadiran dua kelompok misterius ini merubah tatanan dunia persilatan. Hancurnya sekte Iblis hitam dan beberapa sekte besar lainnya membuat aliansi hitam maupun putih hancur. Para sekte dunia persilatan kini lebih memilih menghindari perselisihan dengan Hibata maupun Taring emas karena takut menjadi sasaran berikutnya.


Bahkan kerajaan besar seperti Majasari dan Saung galah pun memilih diam melihat dua kelompok misterius itu bertindak di wilayahnya.


Di suatu gubuk di tengah hutan, Tungga dewi tampak duduk di sebuah ruangan dengan wajah kesal, sesekali dia memainkan pedangnya untuk membunuh rasa bosannya.


Tak lama seseorang mengetuk pintu dan masuk sambil tersenyum kecil.


"Apa begini cara kerja kelompok Taring emas?" ucap Tungga dewi ketus, dia sudah menunggu hampir dua jam lamanya.


"Kau selalu ketus seperti biasanya" balas Emmy sambil duduk dihadapan Tungga dewi.


"Kau tau seberapa penting tugas kita?" tanya Tungga dewi.


"Iya aku tau tapi ini bukan salah ku sepenuhnya. Kau memilih tempat yang sangat terpencil, butuh waktu lama untuk menemukan tempat ini".


"Lalu informasi apa yang kalian dapatkan sampai meminta bertemu tiba tiba seperti ini?".


Emmy terlihat mengambil gulungan dan memberikannya pada Tungga dewi.


"Ini?" wajah Tungga dewi tersentak kaget setelah membaca gulungan yang diberikan Emmy padanya.


"Tuan Lingga memintaku menyerahkan langsung ini padamu, beberapa sekte aliran hitam yang berhubungan dengan Masalembo telah kami hancurkan. Ada benang merah yang membuat kami terkejut antara sekte sekte tersebut. Semua sekte itu ternyata pernah berhubungan dengan Bintang Langit".


"Apa ini bukan hanya kebetulan saja? setau ku Bintang langit memiliki kedekatan dengan Yang mulia bahkan Ciha membantu kita sampai sejauh ini".


"Ciha tidak terlibat, tuan Lingga pernah beberapa waktu tinggal bersamanya setelah kejadian Dieng dan dia menjamin itu. Sepertinya hanya segelintir petinggi Bintang langit yang terlibat". Emmy menunjukkan gulungan lainnya pada Tungga dewi.


"Beberapa sekte yang kami hancurkan bahkan tersembunyi didalam hutan dan dilindungi segel kabut milik Bintang langit. Kita harus cepat bertindak karena aku yakin posisi Bintang langit sepertinya strategis dimata Masalembo".


Tungga dewi menarik nafas panjang, dia benar benar tidak menyangka Bintang langit memiliki hubungan dengan Masalembo walau masih harus dibuktikan terlebih dahulu.


"Lalu apa rencana Lingga?," tanya Tungga dewi kemudian.


"Dia menyerahkan keputusan padamu karena saat ini Taring emas sedang mengejar satu pendekar yang sepertinya memiliki kunci keberadaan Masalembo".


"Seorang pendekar?" Tungga dewi mengernyitkan dahinya.


"Aku belum paham para pendekar Jawata namun sepertinya salah satu pendekar yang cukup terkenal didunia persilatan," Emmy terlihat merubah posisinya sebelum melanjutkan ucapannya. "Lalu informasi apa yang bisa dibagi Hibata pada kami?".


"Tak banyak karena tugas kami hanya menghancurkan siapa saja yang berhubungan dengan Masalembo sesuai perintah Yang mulia namun jika dugaanku benar kita harus cepat pergi ke daratan Hujung tanah".

__ADS_1


"Apa ada masalah dengan mereka?" tanya Emmy cemas.


"Aku menemukan ini di sekte Bulan kegelapan saat kami menyerangnya," Tungga dewi menyerahkan gulungannya pada Emmy.


Wajah Emmy berubah seketika saat melihat isi gulungan itu.


"Penyerangan besar?."


"Mereka sepertinya sudah mempersiapkan pasukannya untuk menghabisi Yang mulia di Hujung tanah sekalian merebut semua kunci yang berhasil kita kumpulkan.


Beberapa sekte sekutu Masalembo yang berasal dari semua daratan sepertinya diperintahkan untuk pergi menuju daratan Hujung tanah secara bergelombang untuk menghindari kecurigaan.Mereka berniat untuk mengobarkan perang besar disana.


Katakan pada Lingga untuk segera menyelesaikan tugasnya, dua hari lagi kita akan pergi ke Hujung tanah. Kami akan membereskan Bintang langit terlebih dahulu, kita akan bertemu dua hari lagi di dergama dekat wilayah Majasari. Jika perkiraanku benar maka Yang mulia kekurangan pasukan disana. Bawa semua anggota Taring emas bersama kalian, aku akan coba bicara pada guru Brajamusti".


Emmy mengangguk pelan "Baik, akan aku sampaikan pada tuan Lingga secepatnya".


***


Wardhana terlihat takjub saat Krisna mengajaknya ke gua pelangi, sebuah gua yang sebenarnya terlarang bagi orang luar.


Penjagaan di gua yang berdekatan dengan air terjun itu sangat ketat membuat Wardhana langsung yakin jika tempat itu sangat penting bagi sekte Api dan angin.


Wardhana pergi bersama Ciha dan Arung karena Sabrang terlihat belum bangun dari tidurnya.


"Gua pelangi ini sebenarnya hanya boleh dimasuki oleh ketua sekte namun jika anda ingin mencari tempat rahasia yang anda katakan kemarin maka tempat yang paling cocok adalah gua ini." Krisan kemudian mengajak mereka masuk.


"Mengapa hanya ketua sekte yang boleh masuk gua ini?," tanya Wardhana.


Tak lama mereka disambut oleh gambar gambar aneh di seluruh dinding gua, beberapa gambar yang paling besar bahkan tergambar di langit gua.


"Siapa yang menggambar ini tuan?," tanya Wardhana penasaran.


"Tidak ada yang tau karena leluhur kami menemukan tempat ini sudah seperti ini, tak ada yang kami rubah".


Ciha melangkah kesudut gua karena melihat sebuah gambar yang cukup menarik, gambar sebuah gerbang dengan dua manusia berjaga didepannya. Beberapa tulisan tampak mengelilingi gambar gerbang itu.


"Kau bisa membacanya tuan?," tanya Krisna saat melihat Ciha merapa tulisan itu.


"Ini aksara Palawa namun sepertinya jauh lebih kuno. Aksara palawa mengalami beberapa perkembangan sampai hari ini dan ini sepertinya aksara palawa yang pertama".


Ciha mulai membaca tulisan itu.


"Rencana penciptaan dunia baru akan mengganggu keseimbangan dunia yang sudah berjalan semestinya. Dunia baru Masalembo harus dihentikan, aku menyembunyikan kepingan Dunia baru dibeberapa tempat tersembunyi yang tersebar dibebrerapa daratan namun sepertinya mereka sudah menemukannya.


Trah Dwipa adalah kesalahan terbesar mereka, mungkin aku adalah salah satu manusia hasil ujicoba mereka tapi akan kupastikan Trah dwipa akan menjadi kunci yang akan menghancurkan mereka.


Kunci gerbang terakhir ada pada keturunanku dan hanya keturunanku yang mampu membukanya, Naraya Dwipa mungkin bisa dibunuh namun akan muncul Naraya lainnya yang jauh lebih hebat suatu saat nanti. Gunakan apa yang ku simpan didalam gerbang terakhir untuk menghancurkan mereka. Dunia baru tak akan bisa diciptakan tanpa sesuatu yang kutinggalkan didalam gerbang terakhir.


Ayah lupa jika didalam darahku juga mengalir darahnya, saat itu aku tak berhasil menghancurkannya karena hubungan darah tapi suatu saat darah itu akan memudar dan mereka akan menghancurkanmu tanpa perasaan bersalah."

__ADS_1


"Tuan" Ciha menoleh kearah Wardhana yang mematung setelah mendengar pesan itu.


"Dia melawan ayahnya sendiri" ucap Wardhana pelan.


"Maksud anda?" Krisna bertanya pelan.


"Para pemimpin dunia yang coba mereka bangkitkan salah satunya berdarah Dwipa, ayah dari tuan Naraya Dwipa. Percobaan pada trah Dwipa sepertinya mendapat persetujuan dari Trah dwipa dalam hal ini Ayah dari tuan Naraya namun tuan Naraya yang tidak menyetujui Dunia baru mencoba melawan.


Mungkin dia bisa saja membunuh mereka saat itu namun seperti yang dikatakannya hubungan darah membuatnya lemah, dia hanya menyegel mereka sampai waktunya keturunannya mampu membunuh tanpa ada rasa bersalah. Dengan kata lain Yang mulia kini akan berhadapan dengan leluhurnya sendiri seperti yang tuan Naraya lakukan dulu".


"Aku mengerti maksud pembicaraan anda namun apakah tidak aneh jika tuan Naraya menulis pesan sepenting ini ditempat yang bisa dibaca oleh Masalembo? apa ini bukan jebakan?," ucap Krisna.


Wardhana menggeleng pelan "Dia sengaja menulis di tempat terbuka ini karena dia ingin melindungi keturunannya sambil menunggu keturunannya melanjutkan perjuangannya menghancurkan Masalembo".


"Maksud anda?", Krisna mengernyitkan dahinya.


"Jika anda melihat masalah ini dari sudut yang berbeda anda akan mengerti maksud tuan Naraya Dwipa menulis pesan ini. Jika tuan Naraya sendiri bisa dibunuh oleh mereka bagaimana dengan para keturunannya?". Masalembo bisa saja menghabisi seluruh keturunannya saat itu. Pesan ini dibuat untuk mengikat mereka agar tidak membunuh keturuan tuan Naraya.


Pesan dia yang berbunyi (Dunia baru tak akan bisa diciptakan tanpa sesuatu yang kutinggalkan didalam gerbang terakhir) menandakan ada elemen yang dicuri Naraya untuk menciptakan dunia baru dan disembunyikan di ruang rahasia ini.


Lalu pesan selanjutnya yang berbunyi (Kunci gerbang terakhir ada pada keturunanku dan hanya keturunanku yang mampu membukanya) dapat diartikan jika hanya keturunan tuan Naraya yang bisa membuka gerbang terakhir ini.


Jika benar apa yang ada didalam ruangan ini adalah elemen kunci untuk menciptakan dunia baru, mereka terpaksa tidak bisa membunuh keturunan tuan Naraya sampai ada yang bisa membuka gerbang terakhir. Permainan tuan Naraya pada pesan ini mengunci mereka untuk tidak membunuh keturunannya. Jika pesan ini tersembunyi mungkin sudah lama Trah dwipa punah".


Ciha tersentak kaget mendengar analisis Wardhana yang begitu tajam hanya dengan sekali lihat.


"Tapi bukankah mereka mencoba mengecoh semua orang selama ini dengan pesan Telaga khayanngan api agar Masalembo tak ditemukan? jika mereka ingin membuka gerbang ini bukankah tak perlu megecoh kita?".


"Aku belum tau apa alasan mereka melakukan itu namun sepertinya mereka ingin membuka gerbang ini saat persiapan kebangkitan para pemimpin dunia sudah siap. Tapi kematian Yang Mulia Arya Dwipa hampir mengubur ambisi mereka. Jika saat itu Yang mulia Sabrang tidak selamat maka tak ada yang bisa membuka gerbang ini selamanya. Keputusan tergesa gesa mereka setelah penyerangan itu membuat mereka merubah hampir seluruh rencana yang telah disusun.Yang mulia bisa tewas kapan saja sebagai pendekar sebelum memiliki keturunan untuk itulah mereka mempercepat membuka gerbang ini selama Yang mulia masih hidup."


"Lalu apa kita akan membuka gerbang ini?," tanya Ciha ragu.


"Aku sudah diperintahkan Yang mulia untuk membongkar semuanya, tak ada sedikitpun keraguanku membuka gerbang ini namun sepertinya hanya Yang mulia yang mampu membukanya."


"Persiapkan seluruh pasukan yang kita punya, sepertinya akan ada pertempuran besar sebentar lagi, aku hanya berharap Hibata menyadarinya dan membantu kita disini karena akan butuh banyak orang untuk melawan mereka kali ini".


"Sekte Api dan angin akan membantu anda sekuat tenaga agar dunia tetap seperti seharunya" ucap Krisna tiba tiba.


Wardhana mengangguk pelan "Aku akan mencoba membicarakan masalah ini pada Yang mulia, sementara itu aku ingin meminta sesuatu pada anda tuan, Kumpulkan seluruh pendekar Api dan angin di aula Sekte untuk bersiap perang. Aku akan menjelaskan siasat perang yang akan kita gunakan kali ini".


"Baik tuan" jawan Krisna kemudian.


Wardhana melangkah pergi untuk menemui Sabrang, dia terlihat mengepalkan kedua tangannya.


"Akan kugunakan seluruh kemampuanku untuk memastikan anda selamat Yang mulia, tak akan ada kematian lagi seperti Yang mulia Arya Dwipa alami, akan kupastikan sendiri dengan nyawaku. Sudah saatnya Naga kembar bersatu dan menghancurkan Masalembo".


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kali ini dua Chapter Author gabungkan jadi satu karena chapter kali ini tak bisa dipisahkan. Petunjuk yang saling berkaitan akan rancu jika dipisah..

__ADS_1


Saat mau masuk babak final Author memerlukan sedikit semangat dari reader dalam bentuk Vote.. jadi jika berkenan mohon di vote Novel Pedang Naga api ini.


Terima kasih


__ADS_2