Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Pertarungan di Sekte Harimau Buas


__ADS_3

Sabrang bersama mentari telah tiba di Sekte Harimau buas, mereka melangkah masuk padepokan.


"Siapa kalian? Ada perlu apa dengan Harimau Buas?" Seorang pemuda mendekati mereka dengan tatapan tajam. Pemuda tersebut kemudian menatap Mentari dengan tatapan nakal seolah ingin melahapnya membuat Mentari sedikit risih.


"Maaf tuan namaku Sabrang dan ini teman seperjalananku. Kami kebetulan lewat sini dan jika diijinkan kami ingin meminta tolong bermalam disini". Sabrang berkata dengan sopan. Pemuda itu menatap Sabrang dengan tatapan permusuhan.


"Kau pikir sekte kami penginapan?".


"Bukan begitu maksudku tuan, kami hanya ingin numpang bermalam karena penginapan masih sangat jauh tuan" Sabrang mencoba menjelaskan tujuannya.


"Pergilah, kami tidak menerima tamu" Pria tersebut mengusir Sabrang dan Mentari.


"Gibran siapa yang mengajarimu untuk tidak sopan pada tamu?" Suara keras menghardik pemuda tersebut. Terlihat ametung berjalan medekati mereka.


"Pergilah berlatih, harusnya kau sedang berlatih bukan?".


Gibran menatap tajam Sabrang kemudian pergi dengan wajah kesal.


Ametung tersenyum lembut menatap Sabrang dan mentari "Maaf kan atas kelancangan muridku tuan muda, adakah yang bisa kami bantu?".


Sabrang mengangguk kecil "Maaf guru kami hanya ingin bermalam di sini jika guru mengijinkan".


Ametung terdiam sesaat "Maaf tuan muda bukan kami menolak hanya sepertinya keadaannya tidak memungkinkan". Ametung terpaksa menolak halus, dia tidak ingin mereka terseret masalah yang dihadapi Hutan Bambu.


"Kami hanya ingin bermalam untuk malam ini saja guru, kami berjanji pagi pagi sekali akan segera pergi". Mentari ikut mengangguk meyakinkan ametung.


Ametung menarik nafas panjang kemudian mengangguk pelan. "Baiklah jika demikian, mari ikut denganku akan kutunjukan kamar untuk kalian".


"Beristirahat lah nona, aku akan berjaga sambil berlatih, sepertinya ada yang tidak beres di sini. Bsok pagi pagi sekali kita akan pergi dari sini".


"Baik tuan terima kasih" Mentari mengangguk pelan.


Sabrang membuka mata pelan, dia menyudahi meditasinya karena merasakan sesuatu. Sejak dia berlatih ilmu Teratai merah dan meminum Pil Bintang Emas dia sudah bisa merasakan hawa membunuh seseorang. Dan malam ini dia merasakan hawa membunuh yang besar mendekat.


Dia menatap mentari yang sedang tertidur pulas. "Seperti dugaanku ada yang tidak beres di sekte ini". Sabrang memegang Pedangnya dalam posisi siaga.

__ADS_1


"Kau sudah memikirkan jawabanmu? Aku akan mendengarkan" Seseorang melayang diudara diikuti puluhan pendekar kelas menengah berjalan mendekat padepokan.


"Kurang ajar mereka datang lebih cepat untuk mencegah kami melarikan diri" Ametung mengumpat dalam hati. Dia melihat puluhan pendekar mengepung Harimau buas.


Pria yang melayang mendarat tepat di dekat ametung. Dia menatap tajam.


"Jadi apa pilihanmu".


Ametung menarik nafas panjang "Maaf tuan Jaka kami terpaksa menolaknya ku harap tuan mengerti".


Jaka toro tersenyum sinis, tiba tiba tubuhnya mengeluarkan aura membunuh yang pekat


"Baiklah jika itu pilihanmu akan kubuat kau menyesal telah menentang Iblis hitam".


"Habisi mereka tanpa tersisa". Tubuh Jaka melesat cepat menyerang Ametung. Dalam beberapa tarikan nafas mereka telah bertukar puluhan Jurus.


Mendengar perintah Jaka puluhan pendekar yang bersamanya ikut menyerang Harimau buas.


"Ilmu apa yang dia gunakan? Aku tidak pernah melihat ilmu ini di Sekte Iblis hitam". Ametung mundur beberapa langkah menghindari serangan Jaka. Dia tidak dapat mengenali jurus yang digunakan Jaka. Ametung pernah beberapa kali berhadapan dengan Sekte Iblis Hitam dan tidak pernah menghadapi jurus aneh yang digunakan Jaka.


"Tapak pencabut Sukma" serangan Jaka tepat mengenai tubuh Ametung membuatnya terpental beberapa meter. Darah segar mengalir dari mulut Ametung.


...............................


Sabrang membangunkan Mentari dari tidurnya, dia menempelkan jari telunjuk di bibirnya. Mentari mengangguk paham tanda yang diberikan Sabrang.


"Nona terjadi pertarungan di luar, bersembunyilah di sini aku akan segera kembali" Sabrang melangkah keluar.


Sabrang berjalan hati hati menuju arah suara pertarungan, dia melihat darah mengalir di setiap sudut padepokan.


"Mau kemana kau anak kecil" tiba tiba seorang pendekar muncul dari belakang, diikuti oleh beberapa pendekar lainnya.


"Bunuh anak itu" Seorang Pendekar memberi perintah.


Beberapa pendekar lainnya melesat ke arah Sabrang menyerang dengan sekuat tenaga. Sabrang mundur beberapa langkah mengeluarkan Pedanganya.

__ADS_1


"Tarian Rajawali" Sabrang maju menyambut serangan Pendekar Iblis Hitam. Serangan pendekar tersebut dapat dipatahkan sekaligus memukul mereka. Raut wajah mereka berubah melihat Jurus yang digunakan Sabrang.


"Anak ini berasal dari Sekte Rajawali Emas. Bagaimana bisa berada disini?".


Mereka kembali menyerang secara bersamaan, namum Sabrang mampu mengimbanginya serangan mereka.


Sabrang melompat tinggi dan meningkatkan kecepatannya. Dia menyerang dengan sekuat tenaganya ke arah pendekar yang menyerangnya.


Salah satu pendekar terkena serangannya dan tumbang meregang nyawa. Beberapa pendekar lainnya mundur melihat temannya roboh ke tanah.


"Siapa anak ini sebenarnya? Ilmunya sangat tinggi". Salah satu pendekar memberi tanda kepada lainnya untuk menyerang secara bersamaan.


"Dia akan menggunakan Jurus tarian Rajawali kembali. Ada celah di titik buta yang ada di punggungnya. Aku akan memancingnya maju, kalian serang titik butanya". Salah satu pendekar mengangguk mengerti.


Sabrang kembali maju menyerang dengan cepat. Beberapa pendekar menyambut serangannya dengan sekuat tenaga.


" Kena kau!!! Kau telah masuk perangkapku, Saat kau menggunakan jurus Tarian Rajawali terbuka celah di titik butamu dan temanku akan menyerang dari belakang, tamatlah riwayat mu bocah". Seorang pendekar iblis hitam tersenyum kecil.


"Jurus Pedang Penghancur Tulang" Gerakan pedang Sabrang tiba tiba berubah membuat para pendekar terkejut melihatnya. Mereka tidak siap menerima serangan pedang Sabrang.


Seketika enam pendekar yang menyerang Sabrang meregang nyawa.


"Jurus Milik Teratai Merah? Bagaimana bisa seseorang bisa menggunakan jurus dari berbagai Sekte dengan mudah?" Tubuh mereka ambruk ke tanah dengan luka sayatan pedang di sekujur tubuhnya.


"Ilmu mereka tinggi, siapa sebenarnya mereka?" Sabrang kembali berjalan cepat, dia berniat membatu Sekte Harimau Buas. Seperti yang Wijaya katakan bahwa mereka membutuhkan dukungan dari berbagai sekte untuk merebut kembali Malwageni.


Beberapa pendekar kembali menghadang Sabrang, mereka bergerak cepat menyerang secara bersamaan. Sabrang menangkis serangan mereka dengan mudah. dia melompat di udara dan mengayunkan pedangnya "Tarian Pedang dari Langit". Saat dia mendarat di tanah tubuh para pendekar tiba tiba jatuh ke tanah dan meregang nyawa.


**SELAMAT MALAM TEMAN TEMAN


BEBERAPA HARI INI BANYAK YANG MEMINTA CRAZY UP PADA SAYA.....SAYA SANGAT BERTERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN TEMAN TEMAN SEMUA...


SAYA BERJANJI JIKA BISA MENCAPAI 5000 LIKE SAYA AKAN MENGABULKAN PERMINTAAN TEMAN TEMAN


MOHON DUKUNGANNYA TERUS YA**........

__ADS_1


__ADS_2