Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Mencari Jalan Keluar


__ADS_3

Sabrang merasakan seluruh tubuhnya sakit luar biasa, dia mencoba membuka matanya namun terasa sangat berat. Dia dapat mendengar seseorang bicara padanya namun tubuhnya belum mau merespon.


"Bagaimana dia bisa selamat setelah jatuh ke lembah ini". Pemuda itu bergumam sambil menatap tubuh Sabrang.


Sabrang masih terus berusaha menggerakan tubuhnya sampai mengalirkan tenaga dalamnya namun masih belum bisa digerakkan.


"Naga api, apa yang terjadi dengan tubuhku?".


"Itu reaksi normal tubuhmu ketika menerima kekuatanku, setelah beberapa hari kau akan kembali pulih. Selama ini tubuhmu hanya menerima sedikit kekuatanku karena Suliwa menyegelku, kini setelah Anom melepaskan segelnya aku bisa melepaskan seluruh kekuatanku ditubuhmu. Jika kau tidak dianuhrahi tubuh 7 bintang tubuhmu sudah hancur saat menerima kekuatanku tadi".


"Jadi begitu, kini kau bisa berusaha merasukiku dan merebut kesadaranku ya?". Sabrang tersenyum kecil.


"Kau takut?". Naga api terkekeh.


"Aku tak pernah takut sedikitpun padamu". Sabrang berkata pelan.


"Kau sepertinya terlalu percaya diri bocah".


"Mungkin lebih tepatnya aku percaya padamu Naga api". Ucap Sabrang.


"Apa maksudmu?". Naga api menatapnya tajam.


"Jika kau ingin mengambil alih tubuhku maka sekaranglah saat yang tepat namun kau tidak melakukannya. Aku menyadarinya saat kau menyelamatkanku dari benturan di dasar lembah ini, kau sempat beberapa saat mengambil alih tubuhku untuk membuat pelindung api untuk meredam benturan. Setelah kita berhasil mendarat kau memutuskan mengembalikan kesadaranku". Sabrang tersenyum hangat.


Naga api terlihat membuang muka saat Sabrang menatapnya.


"Bantulah aku untuk merebut kembali Malwageni dan menghancurkan lembah siluman. Mungkin apa yang dikatakan kakek Rakiti benar, bisa saja suatu saat aku akan menjadi Lembah siluman baru tanpa aku sadari. Namun aku telah memutuskan untuk merebut apa yang menjadi hak leluhurku atas Malwageni dan menghentikan mereka. Jika dalam perjalanan itu aku mulai berubah aku ingin kau menghentikanku dengan cara apapun Naga api".


Naga api terdiam mendengar permintaan Sabrang. Dia tidak habis pikir pada anak dihadapannya itu, saat semua orang berusaha memiliki kekuatan Naga api untuk menguasai dunia persikatan Sabrang malah memintanya untuk menghentikannya jika dia melenceng dari tujuan awalnya.


"Lakukan sesukamu bocah". Naga api kemudian mengalirkan energinya keseluruh tubuh Sabrang, tak lama kemudian Sabrang mulai bisa menggerakan kembali tubuhnya.


Dia membuka matanya perlahan dan menoleh kesekelilingnya.


"Kau sudah sadar? Kau sangat beruntung hanya mengalami patah tulang dibeberapa bagian tubuhmu setelah terjatuh dari tempat tinggi". Pemuda itu menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Kau?". Sabrang menatap pemuda dihadapannya.


"Namaku Ciha, aku adalah anggota Bintang langit. Bagaimana kau bisa jatuh kelembah ini?".


"Ceritanya panjang, saat aku dan temanku berniat mengunjungi sekte mu ditengah jalan kami diserang oleh puluhan pendekar bertopeng dan sekarang aku berakhir disini". Sabrang perlahan duduk dan menggerakan tangannya.


"Pendekar? kau yakin? Sekte bintang langit melarang anggotanya untuk mempelajari ilmu kanuragan". Ciha mengernyitkan dahinya.


"Aku tidak mungkin salah, aku yang menghadapi mereka sendiri".


"Aku yakin itu ulah Daniswara". Ciha teringat kembali sesaat sebelum dirinya jatuh ke lembah ini, dia melihat Daniswara berlatih ilmu kanuragan. Beruntung dia menguasai segel pelindung udara yang membuatnya tidak tewas saat terjatuh dan membentur dasar lembah.

__ADS_1


"Daniswara?". Sabrang mengernyitkan dahinya.


"Dia adalah ketua kelompok Lintang Wukanjar, aku sempat melihatnya berlatih ilmu kanuragan sesaat sebelum aku terjatuh".


Sabrang mengangguk pelan sambil mencoba memahami situasi yang dihadapinya saat ini. Jika benar Daniswara adalah salah satu ketua kelompok besar di Bintang selatan kenapa dia berusaha membunuh Sabrang dan teman temannya.


Sabrang merasa ada yang tidak beres dengan sekte Bintang langit. Tiba tiba dia kembali teringat dengan pesan Rakiti sebelum mereka berpisah.


"Kau tau dimana aku bisa menemui Andaru?". Sabrang bertanya pelan.


Raur wajah Ciha berubah seketika dan menjadi waspada terhadap Sabrang.


"Kau mengenalnya?". Ciha menatap Sabrang curiga.


Sabrang menggeleng pelan "Kakek Rakiti berpesan padaku jika aku menemui masalah di sini aku bisa meminta bantuan pada Andaru".


Ciha terlihat mengangguk "Oh kakek tua itu. Tuan Andaru adalah ketuaku, kami berasal dari kelompok Lintang Wakulu. Aku bisa membantumu menemuinya namun sebelum itu kita harus mencari jalan keluar dari sini dulu". Ciha menatap kesekelilingnya.


"Bukankah kau adalah anggota bintang langit?". Sabrang mengernyitkan dahinya. Sebagai salah satu anggota bintang langit harusnya Ciha mengetahui seluk beluk wilayahnya.


"Ada beberapa tempat yang hanya bisa dimasuki oleh ketua sekte, aku tak mungkin tau semua daerah sini". Ciha tersenyum kecut.


"Lalu bagaimana kita akan keluar dari sini?".


"Aku pernah mendengar jika lembah ini terhubung dengan ruangan Ketua sekte, aku tidak yakin apakah kabar itu benar atau tidak namun kita bisa mencobanya". Ciha menatap tiga buah gua yang ada dihadapannya sambil menghela nafas.


"Kau tak akan pernah sampai keatas jika hanya duduk memikirkan jalan yang akan kau pilih. Kita coba saja memasukinya bergantian". Sabrang mencoba bangkit dari duduknya namun tiba tiba sekujur tubuhnya kembali terasa sakit.


Walaupun Naga api sudah berusaha mengalirkan energinya namun beberapa tulangnya yang patah membutuhkan waktu untuk kembali pulih.


"Jangan terlalu memaksakan diri, aku akan menunggu sampai kau pulih baru kita pergi".


Sabrang menggelengkan kepalanya "Temanku saat ini tidak mempunyai banyak waktu jika yang kau ceritakan itu benar. Beri aku waktu beberapa saat untuk memulihkan tubuhku, besok kita pergi". Ucap Sabrang pada Ciha.


Ciha hanya mengangguk sambil mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Sabrang. Dia merasa dengan kondisi tubuh Sabrang saat ini membutuhkan waktu paling tidak satu purnama untuk pulih kembali, bagaimana mungkin dia hanya meminta waktu sampai besok.


Namun dia memilih tak bertanya lebih lanjut, dia memutuskan untuk tidur sebentar setelah beberapa hari tidak tidur karena merawat Sabrang.


Sabrang kembali memejamkan matanya untuk bermeditasi.


"Apakah energimu bisa menyembuhkan luka dalamku dengan cepat?". Sabrang bertanya pada Naga api.


"Sudah kukatakan jika lukamu membutuhkan waktu beberapa hari untuk pulih, aku bisa saja menyalurkan energiku lebih besar untuk sedikit meringankan rasa sakitmu namun tubuhmu tak akan mampu menerimanya. Kau akan terluka lebih parah jika memaksakannya".


"Jadi kau bisa membantuku meringankan luka ini?". Sabrang kembali bertanya.


"Apa yang kau rencanakan?". Suara Naga apu meninggi.

__ADS_1


"Aku sudah bosan berada dilembah ini, aku harus secepatnya keluar dari sini".


"Sudah kukatakan padamu jika kau akan terluka parah bocah. Saat ini tubuhmu belum mampu menerima kekuatanku".


"Apa aku punya pilihan lain?". Sabrang sedikit membentak Naga api.


Naga api tersentak kaget melihat reaksi Sabrang padanya.


Sabrang menghela nafas panjang sebelum kembali bicara "Aku benar benar harus secepatnya kembali keatas Naga api, takut terjadi sesuatu pada mereka".


"Kau yakin mampu menerima kekuatanku?".


"Sudah kukatakan padamu jika aku percaya padamu. Sekarang cepat alirkan energimu kita tidak punya banyak waktu".


"Kau memang anak yang keras kepala". Naga api menggelengkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian Naga api mengalirkan energi yang lebih besar keseluruh tubuh Sabrang. Terlihat kobaran api merah mulai menyelimuti tubuh Sabrang.


Ciha hampir melompat karena terkejut melihat Sabrang diselimuti kobaran api.


"Naga api? jadi anak ini pengguna Naga api?". Ciha menatap Sabrang tak berkedip.


Seluruh area disekitar mereka menjadi terang akibat kobaran api yang semakin lama semakin membesar menyelimuti Sabrang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pengumuman Author


Hari ini banyak sekali yang bertanya apakah Pedang Naga api akan ikut libur sementara waktu seperti beberapa novel lainnya.


Ada beberapa hal yang perlu Author sampaikan :




Author dapat memahami jika beberapa novel lainnya lebih memilih beristirahat sejenak selama menghadapi wabah Covid 19. Semoga semua bisa secepatnya membaik dan bisa berkarya kembali.




Khusus Novel Pedang Naga Api, Author memutuskan untuk tetap Melanjutkan updatenya setiap hari seperti biasanya.



__ADS_1


Semoga kita semua tetap diberikan kesehatan amin.....


__ADS_2