Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Tekad Emmy


__ADS_3

Penyerangan Hibata ke sekte Tapak es utara menyebar dengan depat membuat dunua persilatan gempar, dalam waktu yang berdekatan sebuah sekte terkuat dunia persilatan diserang.


Wardhana memanfaatkan kecemasan para sekte aliran putih untuk mengajak mereka bergabung dengan aliansi tapak es utara.


Keberadaan Sabrang yang mampu menghancurkan musuh yang menyerang tapak es utara menjadi penarik para aliran putih untuk bergabung.


Dalam beberapa pertemuan berikutnya, akhirnya terpilihlah Mantili sebagai ketua aliansi putih.


Nama Hibata sendiri semakin bersinar di dunia persilatan, tak ada satu sektepun saat ini yang berani menyerang Tapak es utara namun Hibata melakukannya hanya dengan beberapa pendekar saja.


Walau dikabarkan Hibata gagal menghancurkan Tapak es utara tapi semua mengakui keberanian mereka menyerang salah satu sekte terkuat dunia persilatan.


Namun dengan semakin bersinarnya nama Hibata, saat ini mereka menjadi musuh yang paling dicari Masalembo melalui beberapa sekte aliran hitam yang telah bekerja sama dengan Masalembo.


Tungga dewi yang paham jika mereka kini menjadi incaran Masalembo melatih keras anggotanya.


Semua bergerak sesuai rencana Wardhana, dia ingin menyibukkan masalembo dengan musuh yang dia ciptakan sehingga memudahkannya bergerak mendekati mereka.


Wardhana bersama Brajamusti membentuk tim elit lainnya yang diketuai oleh Lingga untuk melacak keberadaan Umbara.


Emmy yang terkenal pintar diminta masuk dalam tim Lingga untuk membantu melacaknya.


Setelah mengadakan pertemuan tertutup antar tim elit yang dibentuk untuk memberikan informasi dan rencana yang disusun Wardhana, Sabrang melangkah keluar menuju halaman belakang untuk berlatih.


Dia harus segera menyempurnakan jurus ruang dan waktunya sebelum pergi kedaratan Hujung tanah. Matanya akan merasakan sakit jika menggunakan ruang dan waktu lebih dari dua kali.


"Aku ingin menjadi kuat" suara Emmy mengangetkan Sabrang.


Sabrang menoleh kearah Emmy dan tersenyum hangat.


"Menjadi kuat?" Sabrang mengernyitkan dahinya.


"Aku tidak ingin jauh tertinggal dari mereka berdua, ajari aku" jawab Emmy.


Sabrang terlihat berfikir sejenak sebelum menganggukkan kepalanya. Bagaimanapun Emmy adalah pusat kekuatan tim Lingga karena dia ditugaskan sebagai otak dari pergerakan tim. Kepintaran dan kelincahannya dianggap mampu membantu Lingga bergerak dan melacak Umbara.


"Ikut denganku" ajak Sabrang sambil melangkah menuju lapangan latihan Tapak es utara.


"Kau bisa memberinya sedikit energimu Naga api?" tanya Sabrang dalam pikirannya.


"Energiku? apa yang sebenarnya kau rencanakan?" jawab Naga api.


"Kita membutuhkan semua kekuatan untuk melawan Masalembo, dia sudah menyelamatkanku beberapa kali saat di Celebes dan aku ingin mengajarinya sedikit jurus api abadi".

__ADS_1


"Bukankah untuk mempelajari kitab api abadi tak membutuhkan energiku?" Naga api mengernyitkan dahinya.


"Aku merasa dia memiliki potensi untuk berkembang pesat namun tenaga dalamnya tidak mendukungnya. Aku ingin kau memberikan sedikit energimu untuk membantunya berkembang".


"Apa kau yakin? tak semua orang mampu menampung energiku, jika dia tak mampu beradaptasi dengan cepat maka tubuhnya akan hancur".


"Aku tak mungkin membahayakan nyawanya, aku sendiri yang akan memastikan tubuhnya mampu menerima energimu".


"Tak kusangka bocah tengik yang dulu lemah kini berkembang sangat pesat, kau bahkan bisa mengendalikan kekuatanku sesuka hatimu. Apa kau masih butuh persetujuanku?".


"Aku tak pernah menganggap kalian berdua sebagai senjata. Kita berkembang dan bertarung bersama, itulah yang membuatku kuat".


"Dia sudah jauh lebih dewasa" ucap Anom sambil tersenyum bangga.


Sabrang menghentikan langkahnya ketika sudah berada dipinggir lapangan.


"Energi Naga api bukan energi yang mudah dikendalikan, tubuhmu akan merasakan sakit yang luar biasa saat energi Naga api masuk pertama kali bahkan jika tidak diatasi dengan tepat tubuhmu akan hancur" ucap Sabrang sambil duduk disebuah batu.


Emmy tampak mengernyitkan dahinya, dia masih belum memgerti ucapan Sabrang.


"Jurus Api abadi adalah ilmu kanuragan ciptaan Ken Panca, jurus itu akan jauh lebih mematikan jika menggunakan energi Naga api karena Api abadi memang diciptakan khusus untuk menyalurkan kekuatan Naga api. Jika kau memang ingin menjadi kuat aku akan mengajarkannya namun seperti yang aku katakan sebelumnya, kau akan merasakan sakit yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Apa kau masih tertarik?" tanya Sabrang.


"Kau ingin memberikan energi Naga api padaku?" Emmy masih belum percaya dengan apa yang didengarnya.


Emmy langsung mengangguk cepat, dia akan menahan semua rasa sakit itu asal tidak jauh tertinggal dari dua saingannya.


Pertempuran beberapa hari ini membuatnya sadar dia sudah jauh dibawah Mentari dan Tungga dewi.


Sabrang kemudian duduk ditanah tepat dibelakang Emmy dan mulai menotok beberapa bagian tubuhnya.


"Kau sudah siap? ini akan terasa sakit" ujar Sabrang kembali bertanya.


"Lakukan" jawab Emmy sambil memejamkan matanya.


Tak lama tubuh Sabrang mulai diselimuti kobarang api, dia mulai menempelkan telapak tangan di dipunggung gadis itu dan perlahan mulai menyalurkan energi Naga api kesetiap sendi tubuh Emmy.


Emmy yang sudah bersiap menahan rasa sakit ditubuhnya tiba tiba berteriak kencang saat rasa sakit tiba tiba terasa diseluruh tubuhnya. Rasa sakit yang belum pernah dia rasakan sebelumnya itu muncul saat kobaran api menyelimuti tubuhnya.


Rasa panas dan sakit itu perlahan berkurang saat tenaga Sabrang membantunya menyerap.


Sabrang melepaskan lengannya saat dia merasa sudah cukup.


Kini tubuh gadis itu hampir seluruhnya diselimuti kobaran api. Wajah Sabrang sedikit cemas karena takut tubuh Emmy belum mampu menerima Naga api namun dia kembali tersenyum saat Emmy mulai membuka matanya dan menatap kedua tangannya yang diselimuti api.

__ADS_1


"Apa masih terasa sakit?" tanya Sabrang.


Emmy menggeleng pelan sesaat sebelum tubuhnnya ambruk ketanah.


Sabrang tersenyum kecil sambil menggendong tubuh Emmy. "Kau benar benar memaksakan diri, apa sebenarnya yang kau pikirkan" ucap Sabrang sambik berjalan menuju kamar Emmy.


Emmy merasakan tubuhnya lemas dan tak bisa digerakkan.


"Apa aku gagal?" tanya Emmy pelan.


"Jika kau gagal beradaptasi maka seluruh organ dalammu kini telah hancur. Beristirahatlah sejenak untuk memulihkan kondisimu, setelah kau pulih aku akan melatihmu beberapa jurus api abadi. Dua hari lagi kami akan pergi ke Hujung tanah, aku akan meninggalkan beberapa catatan gerakan api abadi. Berlatihlah sungguh sungguh".


"Apa kau mencintaiku?" tanya Emmy tiba tiba dari atas gendongan Sabrang.


Sabrang hanya diam tak menjawab, dia terus berjalan menuju kamar Emmy.


"Apa kau mencintaiku?" Emmy mengulang kembali pertanyaannya.


"Apa aku masih harus menjawab jika kau sudah tau jawabannya?" balas Sabrang.


Emmy tersenyum kecil sebelum mempererat pelukannya di leher Sabrang.


"Dasar Raja bodoh" ucapnya pelan sambil terus tersenyum.


"Jika aku sudah menjadi Raja ucapanmu itu bisa membawamu ke tiang pancungan".


"Aku tidak takut, aku akan terus berteriak Raja bodoh karena aku yakin orang yang aku sayangi akan melindungiku dengan sekuat tenaganya".


"Aku selalu kalah bicara denganmu" ucap Sabrang pelan.


Emmy kembali terkekeh setelah mendengar ucapan Sabrang. Pandangan matanya tak sengaja melihat Tungga dewi yang menatapnya tajam dari kejauhan.


Emmy tersenyum kecil sesaat sebelum dia bertingkah manja pada Sabrang. Dia sesekali sengaja mengacak acak rambut Sabrang untuk membuat kesan dekat diantara mereka.


Emmy ingin menggoda Tungga dewi yang terkenal memiliki emosi tinggi.


"Rubah betina itu akan kukurung didalam ruang dan waktuku selamanya" umpat Tungga dewi kesal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas semua dukungan yang kalian berikan...


Kalian semua luar biasa.....

__ADS_1


__ADS_2