Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Perjanjian Malwageni dengan Keris Penguasa Kegelapan


__ADS_3

Seorang gadis berlali diantara lebatnya hujan, beberapa kali tubuhnya sedikit terhunyung menandakan staminanya mulai habis. Pedang kembar dikedua tangan dipegangnya erat seolah tak ingin melepaskannya.


"Tak kusangka Lembah tengkorak mempunyai ilmu setinggi itu".


Langkahnya terhenti saat melihat sebuah penginapan kecil yang berada didepannya. Dia memutuskan beristirahat setelah merasa para pendekar Lembah tengkorak tak mengejarnya lagi.


Seorang pelayan terlihat ragu mendekatinya setelah melihat bajunya penuh dengan darah. Gadis itu melangkah menuju meja dipojok yang tidak terisi, dia tidak ingin menjadi pusat perhatian dipenginapan itu karena tubuhnya penuh darah.


Pandangannya terarah pada seorang pendekar yang dia kenal. Dia terlihat mengumpat sesaat sebelum dia melangkah mendekatinya.


"Apa yang dilakukan seorang pewaris tahta malwageni di daerah terpencil seperti ini?". Suara gadis itu sedikit kesal.


"Ah nona Arkadewi, apa yang terjadi padamu?". Sabrang terkejut melihat Arkadewi berlumuran darah.


"Semua gara gara temanmu, Mata elang di buru oleh Majasari". Arkadewi memutuskan duduk dihadapan Sabrang.


Mendengar ucapan Arkadewi Sabrang hanya tersenyum kecil. Dengan kemampuan yang dimiliki Arkadewi harusnya bukan menjadi masalah bagi mata elang.


"Aku mohon maaf nona anda tak memberiku pilihan. Paman Mada adalah salah satu prajurit penting bagi Malwageni".


Arkadewi tak membahasnya lebih lanjut karena memang masalah itu tidak membuatnya khawatir namun gerakan Lembah tengkorak akhir akhir inilah yang menjadi pikirannya.


"Tuan muda ada yang aneh dengan gerakan Lembah tengkorak akhir akhir ini".


"Maksud nona?". Sabrang mengernyitkan dahinya.


"Saat Iblis hitam memutuskan menarik diri dari dunia persilatan untuk sementara waktu Lembah tengkorak justru semakin agresif menyerang beberapa Sekte kecil dan merebut pusaka mereka. Sepertinya Lembah tengkorak sedang menyusun kekuatannya kembali bahkan mereka mencoba merebut pedang siluman kembar milikku".


"Iblis hitam menarik diri dari dunia persilatan?".


"Itu yang kudengar dari beberapa kenalanku di sekte Iblis hitam, sepertinya mereka memutuskan menghindari konflik dengan aliran putih karena keberadaan Lembah siluman". Arkadewi berkata pelan.


"Jadi yang menyerang nona adalah Lembah tengkorak?".


Arkadewi menganggukan kepalanya "Tapi bukan itu yang menjadi pikiranku. Ilmu yang mereka gunakan terlihat asing dan jelas bukan milik Lembah tengkorak".


Sabrang terlihat memejamkan matanya sesaat, kemunculan Lembah siluman membuat dunia persilatan semakin kacau bahkan peta kekuatan dan aliansi di dunia persilatan perlahan bergeser.


"Lalu apa yang anda lakukan di tempat ini tuan muda?" . Ucap Arkadewi penasaran.


"Ada sesuatu yang harus aku cari di gua keramat".

__ADS_1


"Gua keramat? anda yakin akan pergi kesana?" Arkadewi tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya.


Sabrang sedikit terkejut melihat reaksi Arkadewi setelah mendengar nama gua keramat.


"Nona pernah mendengarnya?".


Arkadewi mengangguk pelan "Gua kemarat terletak di dalam Alas roban, biasanya beberapa pendekar memilih bertapa di sana untuk meningkatkan ilmu kanuragannya namun beberapa waktu belakangan ini kabarnya tempat itu menjadi sulit didatangi.


Ada aura aneh yang selalu menyelimuti tempat itu, yang membuatnya sulit didatangi oleh pendekar biasa ditambah rimbunnya alas roban membuat para pendekar yang berusaha kesana sering tersesat".


"Aura aneh?". Sabrang seperti memahamai sesuatu.


"Kekuatan itu adalah serat pelindung milik tua bangka itu, serat pelindung tidak akan berdampak apapun terhadapmu karena kau adalah tuannya". Naga api berbicara di pikiran Sabrang.


Sabrang mengangguk pelan mendengar penjelasan Naga api. "Sepertinya aku akan tetap kesana karena ada sesuatu yang harus kupastikan". Ucap Sabrang sambil menatap Arkadewi.


Arkadewi terdiam sesaat, dia merasa Sabrang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Jika demikian aku akan mengantar anda tuan muda". Arkadewi memutuskan mengikuti Sabrang. Bagaimanapun saat ini dia menjadi buronan Lembah tengkorak, akan sangat berbahaya jika dia kembali bertemu dengan mereka saat tubuhnya terluka. Berada si sisi pengguna Naga api merupakan pilihan bijak untuk saat ini.


"Tapi nona......". Sabrang terkejut mendengar tawaran Arkadewi.


"Anda adalah pewaris tahta Malwageni, akan sangat menguntungkan bagi Mata elang jika memiliki hubungan baik dengan anda. Lagipula saat ini aku diburu oleh Lembah tengkorak akibat ulah seseorang". Arkadewi menyindir pemuda dihadapannya.


"Baiklah besok pagi pagi sekali tolong antarkan aku ke goa keramat".


***


"Jadi Lembah tengkorak mulai bergerak?" Kertasura menatap Lingga yang duduk dihadapannya.


"Benar ketua, gerakan mereka akhir akhir ini makin agresif semenjak menguasai ilmu aneh itu, bahkan beberapa sekte kecil aliran putih mereka hancurkan".


"Tua bangka itu memang memiliki ambisi yang sangat besar, seharusnya dia kubunuh dari dulu". Kertasura terlihat menahan amarahnya.


"Ketua, kudengar mereka hari ini bergerak kearah Alas roban. Ada 3 pendekar tinggi dan puluhan pendekar menengah yang dikirim kesana. Bukankah aneh dengan kekuatan sebesar itu dikirim ke hutan yang bahkan tak ada penghuninya".


"Alas roban? Bukankah letak gua keramat ada di sana?" Kertasura mengernyitkan dahinya.


"Benar ketua, namun sudah lama gua tersebut tidak dikunjungi orang semenjak ada kabar jika gua tersebut seperti diselimuti kekuatan aneh".


"Diselimuti kekuatan aneh?" Kertasura terlihat berfikir sejenak sebelum menyadari sesuatu.

__ADS_1


"Mereka mencari Keris penguasa kegelapan". Suara Kertasura meninggi.


"Maksud anda?". Lingga terlihat bingung.


"Aku tidak yakin namun jika dugaanku benar di dalam Alas roban terdapat salah satu pusaka terkuat Dieng dan hanya keris penguasa kegelapan yang memiliki serat pelindung. Kurang ajar, mereka benar benar ingin membuka gerbang itu".


"Keris penguasa kegelapan? Jadi Arya dwipa menyimpannya disana. Kau liat Dwipa, seperti yang kukatakan padamu suatu saat akan kudapatkan pusaka itu". Lingga tersenyum kecil.


"Aku akan mengirim tetua Bongkel untuk memastikannya ketua". Lingga hendak pamit mundur namun ditahan oleh Kertasura.


"Tidak! Aku ingin kau langsung yang memastikannya. Bongkel akan ku kirim ke keraton Majasari untuk memberitahukan pada yang mulia jika kita akan menarik diri untuk sementara waktu.


Aku tidak ingin kita berkonflik sementara waktu dengan Aliran putih. Saat ini musuh bersama kita adalah Lembah siluman. Lagi pula jika disana bertemu pendekar dari Lembah siluman akan sangat berbahaya bagi Bongkel. Pergilah secepatnya sebelum Lembah tengkorak berhasil menemukan pusaka itu".


"Baik ketua".


***


"Nak" Suara Anom mengagetkan Sabrang yang sedang bermeditasi di kamarnya.


"Ada apa Anom? tidak biasanya kau muncul di saat seperti ini".


"Saat nanti tanganmu menyentuh keris Penguasa kegelapan maka saat itu aku akan menyatu denganmu dan saat itu juga kau adalah raja Malwageni sesuai dengan perjanjian yang dibuat leluhurmu dulu".


"Perjanjian?" Sabrang mengernyirkan dahinya.


"Ada sejarah panjang kenapa aku menjadi penjaga Malwageni. Kau akan mengetahuinya saat tanganmu menyentuh keris Penguasa kegelapan karena saat itu perjanjian ku dengan tanah Malwageni akan diperbaharui".


Namun yang pasti seluruh kekuatanku akan masuk ketubuhmu, kuharap tubuhmu cepat beradaptasi dengan kekuatanku atau reaksi seperti kemarin akan menyiksamu".


"Kau gugup?" Naga api tiba tiba terkekeh melihat reaksi Anom.


"Kau selalu ikut campur Naga api". Anom mendekati Naga api dan menempelkan tangannya kobaran api yang tersegel.


"Akhirnya kau butuh bantuanku Anom". Naga api tertawa jumawa.


"Aku telah melonggarkan Segel 4 unsur yang menyegelmu. Ku harap kau membantu anak ini Naga api. Kau yang paling tau jika kekuatanku yang terdapat dalam keris itu akan menolak semua energi dalam tubuh anak ini termasuk energi bumi dan energimu.


Saat kekuatan Keris penguasa kegelapan merasakan ada energi lain maka dia akan berusaha keluar kembali dengan cara apapun. Tubuh anak ini akan meledak tak mampu menerima tekanan kekuatan yang mencoba keluar kembali.


Kau harus menekan kekuatan itu dengan apimu sampai aku bisa benar benar mengendalikan kekuatan Keris kegelapan didalam tubuh anak ini".

__ADS_1


"Kau bisa mengandalkanku Anom". Perlahan separuh kobaran api lepas dari segel 4 unsur.


__ADS_2