Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Sabrang Terlibat Pertarungan


__ADS_3

"Apa aku salah bicara tuan?". Arung mengernyitkan dahinya saat menatap Suliwa yang tiba tiba mematung setelah mendengar pertanyaannya.


"Ah tidak anak muda, aku hanya sedikit terkejut seorang pendekar dari daratan Celebes bisa mengetahui tentang Naga api". Jawab Suliwa pelan.


"Sudah kuduga mata anda memang tajam, bagaimana anda mengetahui daerah asalku?". Tanya Arung ramah.


"Aku pernah mendengar jika ada sebuah pedang pusaka dari tanah Celebes yang memiliki kekuatan menakutkan dan ciri ciri pusaka itu sepertinya sama dengan pedang yang kau gunakan".


"Hahahaha Anda benar benar pintar tuan".


"Lalu ada perlu apa Pendekar daratan Celebes mencari pengguna Naga api?". Wulan sari ikut bicara.


"Ada yang harus kuselesaikan dengannya tetua, kudengar akan ada pertemuan aliran putih di dekat sini. Semoga aku bisa bertemu dengannya". Ucap Arung sambil tersenyum. Arung sebenarnya tau jika dua orang dihadapannya ini mengenal Sabrang namun dia tidak ingin memaksa jika mereka tidak ingin mengatakannya.


"Sebaiknya aku pergi dulu, maaf mengganggu anda". Arung menundukkan kepalanya sebelum melangkah pergi namun baru beberapa langkah dia berjalan, Arung menoleh kearah Suliwa.


"Kalian sebaiknya berhati hati, dalam perjalanan, aku sempat bertemu dengan pendekar dari Hujung tanah, dan sepertinya mereka mencari pendekar Naga api".


Suliwa menatap kepergian pendekar muda itu dengan wajah bingung.


"Pendekar dari beberapa daratan mendatangi tanah Jawata? apa yang sebenarnya akan terjadi di dunia persilatan ini? apakah kitab paraton yang mengundang mereka semua". Suliwa menggeleng pelan.


"Apakah kita perlu memberitahukan Sabrang mengenai masalah ini?". Wulan sari bertanya cemas.


"Sepertinya percuma, anak itu sangat keras kepala, aku hanya berharap dia tidak datang kesini".


***


Arung baru saja melangkah masuk kedalam hutan ketika puluhan pendekar bertopeng menghadang jalannya.


"Kalian mau menutupi wajah seperti apapun tak akan bisa menyembunyikan dari mataku". Arung tersenyum kecil sambil melepaskan aura hitam.


"Kau sebaiknya kembali ke daratan Celebes dan tidak usah ikut campur urusan Lereng merah darah. Kami belum membunuhmu karena memandang nama leluhurmu tapi aku terpaksa berbuat kasar jika kau masih menghalangi kami mendapatkan kitab Paraton dan Kitab dewa as". Salah satu pendekar yang terlihat paling kuat berbicara pada Arung.


"Petta sang penghancur, tak kusangka sekte lereng merah darah mengirim salah satu pendekar terkuatnya hanya untuk menjengukku". Ucap Arung mengejek.


"Kau memang tidak bisa diajak bicara". Petta memberi tanda pada pendekar lainnya untuk membentuk formasi tempur.

__ADS_1


"Formasi bintang utara, sudah lama aku ingin merasakan kehebatan Formasi ini". Arung mencabut pedang Bara sangihe dan bersiap menyerang.


Sesaat setelah dia mencabut pedangnya, tubuh Arung berubah menjadi aura hitam dan menyerang formasi tempur milik Lereng merah darah.


"Jurus pedang kabut? Tak kusangka kau menguasai juris aneh itu". Petra terlihat merapal sebuah jurus dan mendekat kearah aura hitam yang sesekali berubah menjadi Arung.


***


"Sepertinya kita sedikit tersesat tuan muda, harusnya saat ini kita sudah menemukan sebuah desa". Ucap Mentari sambil melesat diantara pepohonan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?". tanya Sabrang pelan. Sepanjang perjalanan Sabrang sibuk dengan pikirannya sendiri jadi dia tidak memperhatikan jalan dan hanya mengikuti Mentari.


"Sepertinya jika kita memutar sedikit ke kanan, kita akan kembali kejalur utama".


"Baik aku mengikutimu". Sabrang melompat mendekati Mentari, dia tidak ingin hilang jejak karena mengambil jarak yang terlalu jauh.


"Energi Mariaban". Ucap Anom tiba tiba saat Sabrang terus memikirkan energi apa yang menekannya tempo hari.


"Energi Mariaban?". Tanya Sabrang penasaran.


"Mariaban adalah mahluk terkuat daratan Hujung tanah. Aku pernah mendengarnya saat Bratajaya Dwipa mencari keberadaan Dataran Andalas. Saat itulah ada batu tulis yang menyebut nama Mariaban, mahluk kuat dari Hujung tanah. Sepertinya yang menekanmu saat itu adalah pemilik pedang petir hitam".


"Energi Mariaban hanya bersarang di pedang petir hitam yang melegenda itu. Pedang itu konon jauh lebih kuat dari 4 pusaka Dieng sekalipun".


"Jauh lebih kuat dariku? Kau terlalu membual Anom". Jawab Naga api kesal, dia tidak dapat menerima jika ada pusaka yang lebih kuat darinya.


"Jika benar para pendekar itu berasal dari Hujung tanah, apa yang sebenarnya mereka cari di tempat ini". Sabrang semakin bingung.


"Kitab milik Iblis petarung, hanya itu yang dapat mengundang pendekar terbaik dari daratan lainnya".


"Paraton ya....". Gumam Sabrang dalam hati.


"Tuan muda berhenti". Ucap Mentari tiba tiba, namun karena Sabrang terlalu fokus pada pikirannya sendiri tanpa sadar Sabrang mendarat di tanah.


"Tuan muda". Mentari mencoba memanggil Sabrang dari atas pohon rindang namun sudah terlambat. Sabrang telah mendarat tepat didepan pertarungan antara Arung dan para pendekar sekte Lereng merah darah.


Butuh waktu beberapa saat bagi Sabrang untuk mencerna situasi dihadapannya. Pertarungan tenaga dalam tingkat tinggi terjadi antara pendekar asing yang tidak dikenalnya. Ledakan ledakan tenaga dalam terasa menekan seluruh area pertempuran.

__ADS_1


"Siapa pendekar muda itu?". Arung menoleh sesaat ketika Sabrang tiba tiba muncul dihadapannya.


Setelah melihat beberapa saat Sabrang akhirnya mulai mengerti situasi yang dihadapinya. Arung yang dikeroyok puluhan pendekar bertopeng sebenarnya memiliki ilmu kanuragan yang sangat tinggi namun Formasi yang dibuat para pendekar kelas tinggi sekte Lereng merah darah benar benar mendesak Arung.


Kecepatan dan kekompakan gerakan mereka mampu mengimbangi ilmu kanuragan Arung yang tinggi.


Petta yang menyadari keberadaan Sabrang memberi tanda pada tiga orang pendekar didekatnya untuk menghabisi Sabrang. Dia tidak ingin keberadaan pendekar Daratan Celebes diketahui dunia persilatan Jawata.


Tiga orang pendekar segera memisahkan diri dari formasi dan bergerak kearah Sabrang.


"Sial! pendekar itu dalam bahaya". Arung mencoba mengejar para pendekar yang memisahkan diri namun dirinya terus didesak oleh formasi bintang utara.


"Jika sudah begini aku harus bagaimana?". Gumam Sabrang dalam hati. Dia tidak mungkin diam saja melihat ada seorang pendekar dikeroyok dihadapannya namun dia juga tidak tau latar belakang pendekar itu.


Mata bulannya bersinar terang saat menatap tiga pendekar menyerang kearahnya.


"Sepertinya mereka sendiri yang memberi jawabannya". Sabrang menyilang kan kedua tangannya di udara.


"Anom". Sabrang melesat menyambut serangan yang terarร h padanya. Pedang Naga api yang sudah berkobar ditangannya membakar semua yang dilaluinya.


"Mundur! Kembali ke formasi, dia pengguna Naga api". Dua pendekar yang selamat dari tebasan pedang Sabrang mencoba mundur dan kembali masuk formasi. Namun langkah mereka terhenti ketika keris penguasa kegelapan terbentuk di udara dan menghantam tubuh mereka.


Sabrang terlihat memutar lengan kirinya di udara sesaat sebelum keris penguasa kegelapan menghilang dan muncul ditangannya.


"Jadi dia pengguna Naga api yang kucari selama ini? umurnya jauh lebih muda dariku namun ilmu kanuragannya sangat mengerikan" Arung berkata dalam hati.


Sabrang menoleh keatas pohon tempat Mentari mengamatinya. Dia seolah ingin meminta persetujuan pada Mentari untuk ikut menyerang. Mentari akhir akhir ini memang sedikit keras terhadap Sabrang karena tubuhnya belum benar benar pulih. Dia akan marah selama berhari hari andai Sabrang tidak menjaga kondisi tubuhnya yang sedang terluka.


Ketika Mentari mengangguk pelan tiba tiba aura hitam pekat diikuti kobaran api meluap keluar dari tubuh Sabrang.


"Aura ini?". Arung dan Petta yang merasakan sesuatu menekan tubuh mereka tersentak kaget saat menoleh kearah Sabrang.


"Apa kau ingin membakar sesuatu Naga api?". Ucap Sabrang sebelum tubuhnya bergerak dengan kecepatan tinggi.


"Jangan sampai kau membakar habis hutan ini bodoh!". Umpat Naga api.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Untuk Novel Api di Bumi Majapahit masih review ya kak...Ternyata jika kurang dari 10 Episode maka reviewnya akan butuh waktu 1 hari lebih jadi harap bersabar ya kak.. karna tiap hari saya up 1 Episode jadi anggap saja nabung Episode sampai lolos review...


Chpater ini adalah Chapter bonus.. Jadi mari beri bonus Vote ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2