
"Anda baik baik saja Pangeran?". Kertapati terlihat cemas setelah Sabrang memutuskan kembali beristirahat padahal baru beberapa saat lalu mereka beristirahat.
"Aku baik baik saja paman hanya rasa sakit dikepalaku semakin sering datang. Berapa lama lagi kita sampai di kadipaten Rogo geni?". Sabrang menarik nafas perlahan mencoba mengurangi rasa sakit dikepalanya.
"Setelah melewati hutan ini kita akan sampai di perbatasan Rogo geni, mungkin membutuhkan waktu satu hari perjalanan Pangeran".
Sabrang mengangguk pelan "Berikan aku waktu beberapa saat paman, aku akan mencoba mengurangi rasa sakit ini".
"Baik pangeran, hamba akan berjaga disini anda silahkan beristirahat".
Sabrang memutuskan bermeditasi untuk menyalurkan tenaga dalam keseluruh tubuhnya.
"Aku akan membantumu mengurangi rasa sakit dikepalamu nak". Anom tiba tiba berbicara.
"Dari mana saja kau tua bangka!. Apa kau tau anak ini hampir terbunuh". Suara Naga api meninggi.
"Kau mengkhawatirkan anak ini?Apakah kau sudah menganggapnya tuanmu atau kau hanya tidak ingin kehilangan tubuh 7 bintang?" Anom tersenyum sinis pada Naga api.
"Kau!" Naga api terlihat meronta berusaha melepaskan diri dari segel 4 unsur.
"Aku minta maaf Naga api untuk sementara kau harus menahan diri atau segel itu akan mengurungmu selama ratusan tahun. Sifat mu yang tidak bisa kutebak membuatku harus waspada".
"Ulurkan tanganmu nak". Anom mengulurkan tangannya yang disambut oleh Sabrang beberapa saat kemudian.
"Kau tau apa yang terjadi dengan tubuh anak ini?".
"Aku tidak yakin namun sepertinya tubuh 7 bintang bereaksi terhadap Energi bumi. Jika perkiraanku benar tubuhnya sedang beradaptasi dengan energi bumi. Dia akan berkembang tanpa batas jika tubuhnya sudah bisa menerima energi bumi".
Anom mengeluarkan energi kuning emas yang masuk dengan cepat kedalam tubuh Sabrang. Perlahan rasa sakit dikepala Sabrang mulai menghilang begitu juga dengan matanya yang mulai kembali normal.
"Terima kasih Anom". Tubub Sabrang sudah kembali normal bahkan kali ini terasa lebih ringan dari biasanya.
Anom hanya mengangguk pelan.
"Kau harus cepat merubah sifatmu Naga api". Anom menoleh kearah Naga api setelah selesai mengalirkan tenaga dalamnya.
__ADS_1
"Apakah kau selalu berisik setiap saat Anom?". Naga api menyergah anom.
"Kau tidak pernah berubah Naga api, kau selalu menutupi kelemahanmu dengan berbuat semaunya". Anom menggelengkan kepalanya.
Naga api terdiam dan memandang tajam Anom.
"Dengarkan aku, Penyerangan anak ini bukan tanpa tujuan mereka mulai bergerak mengumpulkan 4 pusaka terkuat Dieng. Jika kau tidak merubah sifatmu maka kita semua akan berada dibawah pengaruh pusaka itu".
Naga api terdiam mendengar perkataan Anom. Apa yang dikatakan Anom benar adanya. Sejak mulau merasakan energi pedang pusaran angin dia menyadari jika cepat atau lambat akan ada yang akan mengumpulkan 4 pusaka terkuat Dieng untuk membuka gerbang kegelapan.
"Siapa sebenarnya yang sudah gila berani membuka gerbang itu". Naga api mendengus kesal.
"Gerbang kegelapan?" Sabrang mengernyitkan dahinya.
"Gerbang kegelapan adalah pintu masuk menuju dunia kekuatan tanpa batas. Ditempat itulah 5 pusaka terkuat Dieng diciptakan oleh seorang Mpu sakti bernama Ken Panca. Dia kemudian memasukan roh suci Dieng kedalam 5 pusakanya untuk menambah kuat pusaka yang dibuatnya. Namun salah satu roh dalam pusaka yang diciptakannya memiliki kekuatan yang sangat tinggi dan secara diam diam menyerap energi kehidupan Dieng.
Roh itu menjadi tidak terkendali dan merasuki Ken Panca. Dalam kesadaran yang hampir hilang dia menciptakan jurus Panca geni untuk menghancurkan pusaka itu namun semua sudah terlambat, roh itu sudah terlalu kuat untuk dihancurkan. Akhirnya dengan sisa kekuatannya dia menyegel pusaka terakhir itu di dalam dunia tanpa batas.
Untuk mencegah bangkitnya pusaka itu suatu saat Ken panca membuat segel di pintu gerbang menuju dunia kekuatan itu dengan menjadikan 4 pusaka lainnya sebagai kunci membuka gerbang itu. Sejak saat itu dia mengubur 4 pusaka lainnya di 4 penjuru mata angin".
"Benar nak, aku tidak tau siapa yang mencoba membuka gerbang itu namun jika pusaka itu bangkit maka dia bisa mengendalikan pikiran seluruh manusia di muka bumi ini termasuk penggunanya.
Ayahmu menyegelku di gua keramat sambil menunggumu siap menjadi tuanku namun sepertinya kau harus bergegas ke gua itu sebelum seseorang berhasil menemukanku. Aku yakin mereka akan mencariku terlebih dahulu karena 3 pusaka lainnya berada di tangan pendekar kuat.
Kau harus secepatnya menjadi lebih kuat untuk mencegah bangkitnya Suling raja setan nak dan yang bisa membuatmu kuat hanya Naga api namun sifat jelek Naga api sepertinya sedikit menyusahkan kita". Anom menoleh kearah Naga api yang membuang muka saat Anom menatapnya.
***
"Kau memang tidak berguna! Lembah Siluman tidak butuh sampah sepertimu". Ketua Lembah siluman terlihat mencengkram leher Jorda.
"Ketua mohon anda bersabar, ini bukan sepenuhnya salahnya. Pengguna Naga api itu ternyata menguasai Pedang pemusnah raga, Jorda bukan lawanya.
Kita sedang berusaha menghimpun kekuatan jika anda membunuhnya kekuatan kita akan semakin berkurang". Maruta berkata pelan.
"Pemusnah raga? kau jangan membual! Jurus itu telah musnah ratusan tahun lalu". Pria itu menatap tajam Maruta.
__ADS_1
"Aku sendiri yang melihatnya ketua, aku tidak akan berani membohongimu".
Pria itu perlahan melepaskan cengkramannya dari leher Jorda.
"Bagaimana bisa anak itu menguasai jurus itu?".
"Aku tidak tau ketua namun akan sangat merepotkan jika berhadapan dengannya saat kekuatan kita belum pulih. Jika aku boleh memberi saran sebaiknya kita mencari Keris penguasa kegelapan terlebih dahulu. Keris itu menghilang beberapa tahun lalu saat penggunanya tewas jadi akan lebih mudah untuk mencarinya terlebih dahulu sambil menunggu ketua pulih.
"Bagaimana dengan dua pusaka lainnya?".
"Sampai saat ini keberadaan Pedang pusaran angin belum diketahui sedangkan pengguna pedang langit kemampuannya jauh diatas pengguna Naga api. Pilihan paling bagus saat ini menemukan keris itu dulu sambil menunggu 3 pendekar siluman selesai bertapa".
"Mohon izinkan aku mencari keris itu ketua, kali ini aku tidak akan mengecewakan anda". Batara tiba tiba muncul, dia menundukan kepalanya memberi hormat pada ketua Lembah siluman".
Pria tua itu menoleh kearah Maruta seperti meminta penjelasan.
"Dia sudah menguasai dengan sempurna jurus pedang penghancur iblis ketua".
Pria tua itu menganggukan kepalanya "Kau memang selalu bisa kuandalkan Maruta, kuharap kau tidak pernah mengecewakanku".
"Aku akan melakukan apapun untuk kebaikan Lembah siluman ketua". Ucap Maruta sambil memberi hormat pada pria tua itu.
Tanpa sepengetahuan Maruta pria tua itu menyeringai sambil menatapnya tajam.
"Baiklah, bawakan keris itu padaku, akan kuberikan apa pun yang kau mau".
"Baik ketua".
***
"Paman, sepertinya kita harus berpisah disini sementara waktu. Ada yang harus ku urus terlebih dahulu di suatu tempat. Setelah urusan ku selesai aku akan menyusul paman ke Ronggo geni. Tolong sampaikan pada paman Mada untuk selalu berhubungan dengan paman Wardhana di Kadipaten Ligung. Rencana kita merebut kembali Kadipaten Rogo geni sudah semakin dekat, aku tidak ingin ada kesalahan yang dapat menghancurkan rencana kita".
Kertapati menganggukan kepalanya "Hamba menerima perintah Pangeran".
"Berhati hatilah paman, akhir akhir ini banyak bermunculan pendekar misterius di dunia persilatan. Jika memungkinkan hindari mereka jangan sampai paman berurusan dengan mereka".
__ADS_1
"Baik, akan hamba ingat pesan pangeran". Kertapati menundukan kepalanya dan memohon ijin untuk melanjutkan perjalanannya.