Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Sekte Mangatoon (Just For Fun)


__ADS_3

Tiba tiba seorang pemuda setengah tua berjalan sedikit cepat menuju ruang kerjanya. Sebuah ruangan yang secara semena mena disebutnya sebagai "Ruang Kerja" itu hanya sebuah ruang kecil yang disekat oleh triplek seadanya agar tidak berbenturan dengan agenda Istrinya nonton sinetron yang menggambarkan dunia ini penuh Azab.


Perlahan dia membuka Senjata Pusakanya bukan karena akan Menyerap tenaga dalam layaknya Pedang Naga Api milik Sabrang tetapi karena kondisi Laptop yang sudah sangat memprihatinkan.


Dia memandang penuh duka kearah Laptop tersebut. "Laptop ini mungkin tergores akibat "Tarian Iblis Pedang" milik sekte Iblis hitam".


Perlahan dia menghidupkan tombol "On" kemudian menunggu dengan kesabaran sebelum tertera tulisan "not responding" di layarnya.


"Terkutuk kau, ini pasti karena laptop ini hadir di jaman Suliwa masih bermain kelereng" Gumamnya.


Setelah berjuang beberapa jam akhirnya laptop tersebut bisa dibuka dengan baik.


Setelah mengetik alamat Mangatoon akhirnya dia masuk ke Novel yang menurut pembaca mangatoon adalah novel terbaik abad ini.


Tangannya dengan lincah selincah sabrang menggerakan pedang Naga Apinya masuk menu author dan melihat komentar pembaca.


Matanya terbelalak melihat sesuatu, dia teringat saat Sabrang berjalan bersama mentari. "Apakah adegan mereka kurang HOT sehingga pembaca kurang tertarik".

__ADS_1


Matanya terpejam sesaat kemudian kembali menatap jumlah Like dan vote yang sedikit alakadarnya.


"Hidupku saja sudah sangat sepi, ini ikut ikutan sepi, apa yang harus aku lakukan Gundala?" Dia menatap langit malam yang penuh bintang seorang diri.


Dia mematung memutuskan sesuatu, pikirannya terbayang tulisan "Crazy up" donk dari para pembaca budiman. Crazy up adalah sebuah Jurus terlarang yang terdapat di Kitab Api Abadi yang tidak sengaja tersobek oleh Suliwa.


"Jika aku menggunakan jurus ini sekarang mungkin Naga Api akan memakan jiwaku perlahan dan merubah perangaiku. Jika terjadi demikian maka Novel Pedang Naga Api akan berubah menjadi Novel komedi. ini akan membahayakan dunia Pernovelan Nusantara".


"Atau jika aku memaksakan membuat crazy up tapi like, komen dan share sedikit aku akan Crazy beneran".


"Baiklah pilihannya hanya dua


Berikan dukungan untuk novel Pedang Naga Api dalam bentuk Like, Komen dan vote atau....


Aku akan mencari tanah Para dewa untuk mencari Kitab "Cara menghipnotis Pembaca agar memberi like, komen dan vote".


Sepertinya pilihan ke dua lebih masuk akal, jika mereka telah terhipnotis walaupun 1000 kata hanya berisi titik titik (.......) Saja aku yakin like nya akan mencapai ratusan" Pria tersebut tersenyum licik. Namun tidak lama kemudian dia menjadi Ragu. Jika Sabrang yang berbakat saja butuh bertahun tahun untuk mempelajari ilmu Kanuragan bagaimana denganku yang tidak mempunyai bakat apa apa.

__ADS_1


Terjadi pergolakan batin dalam diri pria tersebut.


"Andai Tanah para dewa dapat dengan mudah ditemukan seperti mudahnya menemukan tanah sengketa mungkin nasib ku akan lebih baik" Gumamnya.


Sudah kuputuskan aku akan mengembara mencari jawaban atas pertanyaan ini.


Tiba tiba sebuah benda (Panci) yang sangat dikenalinya melayang kearahnya.


"EH TAPIR ARAB, MENGEMBARA PALA LU, ANAK BINI LO MAU DI KASIH MAKAN APA?".


Suaranya lantang Mengalahkan suara Naga Api saat berbicara dengan Sabrang.


"Celaka suara ini" Pria tersebut dapat mengenali suara mengerikan ini, Bahkan lebih mengerikan dari Suara Tetua Sekte Iblis Hitam Kertasura.


"Iya mah maaf, ayah cuma bercanda".


TAMAT.

__ADS_1


__ADS_2