
"Apa mereka sudah kembali?" Benggola menatap tajam salah satu penasehatnya. Benggola adalah pemimpin dari Sekte Serigala hitam.
Benggola merupakan pendekar yang sudah mencapai tingkat ahli. Di bawah pimpinannya Serigala hitam mulai diperhitungkan didunia persilatan.
"Belum ada kabar dari mereka tetua, mungkin mereka sedang bersenang senang".
"Apa terjadi sesuatu dengan mereka? Aku ingin kau kirim beberapa anak buahmu untuk mencari tau. Jika penduduk Desa mencoba melawan habisi semua!".
"Baik ketua" Seta umbara mengangguk kemudian melangkah keluar.
............................
"Aku harus menghindari menggunakan Jurus aliran putih disini, akan sangat berbahaya jika tersiar kabar aku berada di wilayah aliran hitam".
Sabrang menatap pintu gerbang serigala hitam yang ada dihadapannya. Tak lama senyum mengembang dari bibirnya.
Tak lama beberapa pendekar menghadangnya di pintu padepokan dengan tatapan tak bersahabat.
"Ada perlu apa kau di Sekte kami?".
Sabrang menatap mereka tajam, tangannya bergerak memegang pedangnya.
"Aku ingin menghabisi kalian semua" tepat sesaat setelah Sabrang selesai berbicara dia melesat cepat menyerang Pendekar penjaga gerbang tersebut.
Para pendekar tersebut mundur beberapa langkah menghidari serangan Sabrang namun terlambat, gerakan Sabrang benar benar secepat kilat. Mereka tumbang bersimbah darah.
Sabrang melangkah masuk padepokan dengan melangkah pelan. Di dalam padepokan dia dihadang puluhan pendekar Serigala hitam.
"Siapa kau! Berani cari masalah di Padepokan kami".
Sabrang tidak menjawab pertanyaan tersebut. Dia kembali menyerang dengan cepat kearah para pendekar yang menghadangnya.
"Tarian Iblis Pedang" Sabrang menghilang dari pandangan, tubuhnya melesat cepat menyerang kerumunan pendekar yang menghadangnya. Pedang Naga Api kembali diselimuti kobaran api membuat efek serangan Sabrang menjadi lebih besar.
Puluhan pendekar tumbang dalam beberapa gerakan jurusnya. Semua menatap Sabrang dengan perasaan takut, mereka sadar orang yang dihadapannya memiliki ilmu yang sangat mengerikan.
"Apakah ini kekuatan manusia?Siapa dia sebenarnya?" Salah satu pendekar bergumam ketakutan.
"Kenapa Iblis Hitam menyerang sesama sekte aliran hitam?" Seta umbara muncul dihadapan Sabrang, dia mengenali jurus yang digunakan Sabrang.
__ADS_1
Sabrang menatap kearah Seta umbara "Sekte Iblis Hitam akan membunuh siapapun tanpa harus memiliki alasan".
Sabrang bergerak maju menyerang Seta umbara, pedangnya kembali mengeluarkan Kobaran api membuat Seta melompat mundur berusaha menghindari api tersebut.
"Ilmu aneh apa yang dia gunakan? Aku harus hati hati dengan api itu".
Tubuh Sabrang menghilang dari pandangan Seta "Tarian iblis Pedang" Sabrang muncul dibelakang Seta.
"Kecepatannya luar biasa" Seta terpental mundur terkena efek serangan tarian iblis pedang.
"Api itu benar benar merepotkan".
Sabrang kembali menyerang kali ini dia meningkatkan kecepatannya beberapa tingkat. Seta terlihat merapal sebuah jurus untuk menangkis serangan Sabrang.
"Jurus pedang cahaya" Seta melesat cepat kearah Sabrang mematahkan serangan pedang yang terarah padanya. Kecepatan Seta kini setingkat di atas Sabrang memaksa Sabrang mundur beberapa langkah.
"Bagaimana kecepatannya bisa meningkat begitu cepat, ternyata Serigala hitam memiliki jurus yang menarik".
"Sejak kapan?" Sabrang bergerak cepat mundur seletah Seta tiba tiba muncul dihadapannya. Tebasan pedang Seta hanya mengenai baju yang dikenakan Sabrang.
"Yang tadi itu hampir saja, tak kusangka kau bisa secepat itu".
Tiba tiba wajah seta berubah setelah melihat tubuh Sabrang mulai diselimuti Kobaran api.
"Ilmu sihir apa yang digunakan bocah itu" Seto langsung menyerang Sabrang, dia paham ini tidak baik buat dirinya. Serangan Seta dapat dipatahkan dengan mudah kali ini.
Seta kembali meningkatkan kecepatannya, namun Sabrang dengan mudah menghindar. Tiba tiba Sabrang menghilang dari pandangan Seta membuatnya mundur beberapa langkah ke belakang.
"Kecepatan anak ini makin meningkat".
Tubuh Sabrang muncul dari atas dengan pedang menghunus ke arah Seta.
"Tarian Iblis pedang" Sabrang menyerang dengan sekuat tenaga.
"Duaaaaarrrrr" Serangan pedang Sabrang menimbulkan lubang yang cukup dalam di tanah. Terlihat tubuh Seta tergeletak di dalam lubang.
Sabrang turun perlahan kemudian menyarungkan pedangnya kembali.
"Kali ini kalian tidak dapat kuampuni setelah apa yang kalian lakukan pada penduduk Desa". Sabrang berjalan menuju Aula utama Serigala Hitam.
__ADS_1
"Pedang Serigala Mengamuk" Tiba tiba seorang pria muncul menyerang membuat Sabrang terpental beberapa meter.
"Kau benar benar menarik nak, hanya beberapa orang yang berhasil lolos dari jurusku tadi".
Tubuh Benggola mengeluarkan aura hitam. Dia menatap Sabrang penuh amarah.
Dia kembali menyerang tak memberikan waktu Sabrang bernafas.
Serangan Benggola benar benar menyudutkan Sabrang. Semakin lama serangan Benggola semakin cepat.
"Ini lebih cepat dari pendekar yang tadi" Sabrang melompat mundur berusaha mengambil jarak dengan Benggola.
"Aku tidak tau jurus apa yang kau gunakan sehingga tubuhmu dilindungi api itu, namun semua percuma jika pedangku mampu menyentuh tubuhmu".
Benggola meningkatkan kecepatannya, gerakan pedangnya sangat sulit di tangkis. Beberapa serangan Benggola berhasil merobek baju Sabrang.
"Jurus Serigala Liar" Tubuh Benggola melesat cepat bagaikan angin. Sabrang mencoba menghindar namun serangannya terlalu cepat. Dia hanya berhasil membelokan sedikit arah pedang Benggola. Terlihat goresan pedang di punggung Sabrang.
"Kau cukup cepat nak, tapi keberuntunganmu sudah habis" Benggola menatap tajam Sabrang dan siap menyerang kembali.
"Gerakannya memang sangat cepat, Jika aku menggunakan Jurus Pedang peremuk tulang akan mudah melumpuhkannya tapi akan sangat berbahaya menggunakan jurus itu di wilayah aliran hitam. Apa yang harus aku lakukan" Gumam Sabrang sambil mengatur nafasnya.
"Tamat riwayatmu nak" Benggola menghilang dari pandangan Sabrang. Dia berusaha mundur untuk menghindarinya namun tiba tiba Sabrang teringat sebuah jurus yang dia lihat dalam pikirannya kemarin.
"Jurus Pedang Pemusnah Raga" Saat Sabrang bergerak seolah waktu disekitarnya berhenti beberapa detik. Dia dapat melihat Benggola bergerak ke arahnya dengan lambat.
"Kenapa semua terlihat lambat dimataku, bukankah gerakan dia tadi sangat cepat?".
Pedang Naga Api berhasil menebas tubuh Benggola hingga membuatnya terpental mundur. Tubuhnya ambruk dengan luka yang sangat dalam.
"Bagaimana anak ini bisa lebih cepat dari gerakan pedangku? Waktu seolah berhenti saat dia bergerak. Apakah ada jurus sehebat itu". Benggola menghembuskan nafas terakhirnya.
Sabrang menatap pedangnya "Inikah jurus pedang pemusnah raga?".
"Jurus yang digunakan anak itu tidak salah lagi itu Jurus Pedang Pemusnah Raga milik orang "itu", bagaimana bisa jurus itu muncul kembali di dunia persilatan. Siapa sebenarnya anak itu?".
Tanpa disadari oleh Sabrang seseorang memperhatikan pertarungannya dengan Serigala hitam dari awal. Dia tersenyum sesaat sebelum tubuhnya menghilang.
"Anak yang menarik".
__ADS_1