
Setelah membunuh Xiao ho, Ajisaka melangkah mendekati Sabrang yang masih terus berusaha menggerakan tubuhnya. Ajisaka mencengkram leher Sabrang dan mengangkatnya tinggi.
"Kau pikir dengan mata bulanmu dan Naga api bisa mengalahkanku?". Ajisaka menatap tajam Sabrang.
"Apa yang sebenernya kau cari? jika Iblis petarung itu berhasil keluar dari Dieng, Dunia persilatan akan kacau. Akan berjatuhan korban yang tidak bersalah". Ucap Sabrang dengan suara tersenggal.
"Itu hanya awal menuju tujuanku membuat dunia persilatan damai dibawah kendaliku. Setiap tujuan pasti butuh pengorbanan". Aji Saka tersenyum dingin.
"Kau Sudah gila". Sabrang menahan amarahnya. Dia terus berusaha menggerakkan anggota tubuhnya.
"Percuma kau memaksa menggerakan tubuhnya, Ajian Lumpah lumpuh akan membuat tubuhmu kaku beberapa hari. Aku cukup kagum padamu saat pertama bertemu denganmu namun tak kusangka kau pemilik tubuh 7 bintang. Aku akan mengambil tubuhmu dan saat itu kekuatanku tak terbatas".
Sabrang berusaha mengeluarkan pedang naga api namun tenaganya sudah terkuras habis. Sabrang kemudian memutuskan menggunakan jurus Es utara yang hanya membutuhkan sedikit tenaga dalam.
"Apa yang ada ditubuhmu itu sangat mengerikan, aku harus mengamankannya terlebih dulu sebelum mengambil tubuhmu". Ajisaka menempelkan telapak tangannya ke tubuh Sabrang.
"Gawat". Naga Api berteriak kencang namun sudah terlambat.
"Segel 4 Unsur". Ajikasa menyegel roh Naga api dan Anom.
Saat sebuah es terbentuk ditangannya, Sabrang berusaha sekuat tenaga menggerakan tubuhnya.
"Jangan bermain main dengan es". Lengan kiri Ajisaka memukul perut Sabrang. Naga api dan Anom berusaha mengeluarkan aurannya
Saat Sabrang hampir kehilangan kesadarannya tiba tiba sesuatu terjadi, Tenaga dalam Ajisaka keluar dengan cepat tanpa bisa dihentikan.
"Apa yang kau lakukan padaku?". Ajisaka berusaha melepaskan tangannya namun tidak berhasil. Dia kemudian mengumpulkan tenaga dalamnya di lengan kiri dan menghantamkannya ditubuh Sabrang.
"Tinju penakluk Naga". Tak lama setelah pukulannya menghantam tubuh Sabrang, dia berhasil melepaskan tangannya.
"Ilmu apa yang digunakannya?". Ajisaka mengepalkan tangannya menahan amarah.
"Hei bocah bangunlah". Naga api berteriak dipikiran Sabrang namun tak ada jawaban dari Sabrang. Dia bukan tidak mendengarnya, sayup sayup dia mendengar suara Naga api namun dia tak mampu membuka mulutnya.
"Hei cepatlah!. Sial! andai aku tidak terkena segel itu". Naga api terlihat makin gelisah.
__ADS_1
"Tubuh anak ini benar benar istimewa". Ajisaka tersenyum puas. Dia masih merasakan lengannya sakit saat sesuatu ditubuh Sabrang menghisap tenaganya dengan cepat. "Aku harus cepat membawa anak ini dan bertukar tubuh.
Ajisaka kemudian menggendong tubuh Sabrang dan menuju kegua kabut. Dia ingin segera melakukan ritual dan bertukar tubuh dengan Sabrang.
Belum sampai 3 langkah Ajisaka merasakan hawa dingin menusuk punggungnya. Dia mencoba melempar tubuh Sabrang namun Sabrang membentuk sebuah kuncian es yang melingkar di tubuh Ajisaka. Sekuat apapun Ajisaka berusaha melempar Sabrang namun tubuh mereka seolah menempel. Sabrang terus membentuk pisau es dari tenaga dalamnya untuk melukai Ajisaka.
"Es ini benar benar merepotkan". Ajisaka merapal sebuah jurus. Tak lama aura ditubuhnya meluap keluar menekan kuncian es Sabrang. Saat bongkahan es itu pecah, tubuh Sabrang melayang diudara.
Ajisaka memutar tubuhnya dan melepaskan tinju penakluk naga. Sabrang terpental mundur sambil muntah darah.
Ajisaka tak kalah buruknya, dia juga muntah darah setelah melempar tubuh Sabrang.
"Jika aku tidak menginginkan tubuhmu, kau sudah kubunuh dari tadi". Ajisaka nampak menahan amarahnya. Dia melangkah mendekati Sabrang yang mencoba bangun. Saat dia berjalan sesuatu terjadi pada tubuhnya, aura biru yang menyelimuti tubuh Ajisaka terlihat merasuk ketubuhnya dan menutup semua luka ditubuhnya seperti semula.
"Kedua lenganmu akan sangat merepotkan jika tidak kuhentikan". Ajisaka membuat dua buah pisau dari aura ditubuhnya, dan menancapkan dikedua tangan Sabrang. Sabrang terlihat menjerit kesakitan. "Sekarang tunggulah, proses pemindahan roh membutuhkan waktu sedikit agak lama".
Ajisaka duduk bersila disebelah Sabrang dan memulai ritualnya menggunakan Ajian rogo sukmo.
Ajian rogo sukmo adalah sebuah ilmu kanuragan yang membuat penggunanya dapat memindahkan roh kedalam benda pusaka. Selain untuk membuat pusaka makin bertuah dengan memasukan ruh suci, ajian rogo sukmo juga dimanfaatkan untuk memindahkan ruh kedalam tubuh seseorang.
Tubuh Sabrang mulai diselimuti kobaran api kecil dan hanya dibeberapa tempat. Ketika kobaran api mulai membesar, aura biru langsung menekan api itu.
"Sial! Segel 4 unsur ini menekan kekuatanku. Anom apa kau tidak punya cara lain? tubuh anak ini akan dirasuki Ajisaka". Teriak Naga api.
"Aku sedang berusaha! Kau tau kan jika segel 4 unsur memang diciptakan untuk meredam pusaka Dieng.
"Segel Sialan". Naga api terus meronta dan mecoba melepaskan diri.
"Apa kau sudah menyerah bocah sialan?". Naga api terlihat terganggu pada Sabrang yang hanya diam saja dalam keadaan yang semakin gawat.
"Naga api, apa kau ingat aku pernah menarik energimu menggunakan ajian Cakra Manggilingan?". Tanya Naga api tiba tiba.
"Kusarankan kau tidak menggunakannya, saat itu beberapa nadimu putus dan hancur karena memaksa menarik energiku secara paksa. Tubuhmu kali ini tak akan mampu menahan efeknya".
"Aku lebih memilih tubuhku hancur daripada dikendalikan oleh siapapun termasuk kalian" Teriak Sabrang pada Naga api.
__ADS_1
Sabrang terlihat mulai merapal ajian Cakra Manggilingan. Dia mulali berusaha menarik energi Naga api yang tersegel.
"Kau adalah bocah paling keras kepala yang pernah kutemui, Dasar bodoh!". Naga api mengumpat dalam hati. Dia benar benar tak habis pikir dengan kebodohan Sabrang, selama ini tak ada yang mampu merusak segel 4 unsur. Segel 4 unsur diciptakan untuk melindungi Dieng, itulah kenapa segel ini disebut segel terkuat. Ajisaka sendiri bertekuk lutut dihadapan Segel ini saat Giripatih menyegelnya.
Tubuh Sabrang mulai bergetar dan berkeringat, sekuat apapun dia berusaha menarik energi naga api namun segel 4 unsur makin kuat mengurung energi itu.
Terbayang dalam ingatan Sabrang bagaimana Ajisaka akan menggunakan tubuhnya untuk membantai banyak nyawa. Sebuah ironi saat dia berusaha meluruskan sejarah leluhurnya, dia menemukan fakta bahwa leluhurnya lah yang membunuh pengikutnya dan kini jika Ajisaka berhasil merebut tubuhnya maka sejarah akan terulang bahkan jauh lebih mengerikan.
"Aku tidak akan sudi dikendalikan oleh siapapun!". Sabrang menggunakan Ajian Cakra manggilingan kembali dengan sekuat tenaga. Dia mengerahkan seluruh kekuatan yang tersisa untuk menarik energi naga api.
Energi aneh mulai menyelimuti Sabang, begitu juga diseluruh wilayah Dieng. Bahkan Ajisaka terpaksa menghentikan ritualnya karena seluruh bulu kuduknya berdiri.
Yang tidak disadari Sabrang adalah Cakra Manggilingan telah berevolusi berkat Mata bulan. Cakra manggilingan tidak hanya menyerap energi Naga api namun seluruh energi yang ada di Dieng. Namun bukan itu yang membuat suasana Dieng mencekam, Sabrang secara tidak sadar menarik energi mahluk yang selama jutaan tahun bersemayam di tanah Nusantara terutama yang tersegel di gunung api bawah laut Dieng. Pecahan energi Iblis terkuat bernama Banaspati.
Para dewa memecah energi banaspati dan menyegelnya di 5 gunung api diseluruh penjuru dunia, salah satunya di gunung api bawah laut Dieng.
Getaran gempa mulai terasa disetiap sudut Dieng, luapan Magma mulai keluar dari setiap celah dan lubang resapan Dieng. Alam seolah gelisah karena semakin lama energi yang ditarik Sabrang semakin besar. Energi itu masuk ketubuh Sabang dan merasuk kesetiap sendi dam nadinya.
"Anak ini berhasil menarik energi Banaspati?". Naga api tersentak kaget saat merasakan energi Banaspati bercampur dengan Energinya dan Anom merusak segel 4 unsur secara perlahan namun pasti.
Bebatuan disekitar Sabrang mulai berterbangan akibat tekanan aura yang meluap dari tubuh Sabrang.
"Apa yang terjadi dengan anak ini?". Ajisaka tersentak kaget melihat aura yang meluap dari tubuh Sabrang. Dia cukup yakin sudah menyegel Naga api dengan segel 4 unsur, bagaimana bisa tubuh Sabrang masih mengeluarkan energi sebesar itu.
Ajisaka menarik pedangnya bersiaga, apapun yang dilakukan Sabrang pasti tidak baik untuknya. Seluruh tubuh Ajisaka bergidik akibat tekanan energi dari tubuh Sabrang.
***
"Ada apa tuan?". Nilam sari bertanya pelan. Dia terkejut saat Lingga tiba tiba menghunuskan pedangnya.
"Aku merasakan sesuatu bangkit dari bawah laut, baru kali ini aku merasakan energi sebesar ini". Ucap Lingga dengan wajah pucat.
"Apakah energi salah satu Iblis petarung?". Tanya Wulan sari.
"Aku tidak tau namun apapun itu kekuatan ini sangat mengerikan". Lingga menelan ludahnya.
__ADS_1